Kementerian PANRB Pastikan Digitalisasi Bansos Berlanjut ke Skala Nasional

Jakarta - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) terus mengawal transformasi digital bantuan sosial agar hasil uji coba yang telah berjalan tidak berhenti pada taha

Jul 06, 2026 - 13:19
0 1
Kementerian PANRB Pastikan Digitalisasi Bansos Berlanjut ke Skala Nasional

Jakarta - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) terus mengawal transformasi digital bantuan sosial agar hasil uji coba yang telah berjalan tidak berhenti pada tahap piloting. Menurut laporan yang dihimpun Warkini.com, pemerintah berkomitmen mentransisikan sistem digital bansos menjadi platform nasional yang berkelanjutan dan terintegrasi. Uji coba yang sudah dilaksanakan telah memberikan gambaran nyata tentang percepatan dan transparansi penyaluran, sehingga pemerintah perlu memastikan agar inovasi ini tidak hanya menjadi proyek percontohan semata.

Pembelajaran dari Uji Coba di Puluhan Daerah

Menteri PANRB, Rini Widyantini, menyampaikan bahwa pelaksanaan uji coba digitalisasi bansos telah dilakukan di 42 kabupaten/kota, dengan penambahan 1 kota, yaitu Kota Batam, serta 1 provinsi, yaitu Bali. “Penambahan ini memberikan pembelajaran penting terkait percepatan proses dan penguatan transparansi penyaluran bantuan sosial,” ujarnya seperti dilansir Warkini.com. Dengan bertambahnya cakupan wilayah, pemerintah bisa mendapatkan data yang lebih variatif, mulai dari tantangan di daerah perkotaan hingga wilayah kepulauan. Hal ini menjadi modal berharga untuk menyusun skema penerapan nasional yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan di lapangan.

“Pemerintah perlu memastikan agar transformasi digital tersebut dapat berlanjut secara sistematis melalui penguatan regulasi, penataan proses bisnis, kesiapan teknologi digital, serta interoperabilitas data,” tegas Rini.

Lebih lanjut, Kementerian PANRB menekankan empat pilar utama agar digitalisasi bansos tidak terhenti. Pertama, penguatan regulasi sebagai payung hukum yang jelas untuk mendorong percepatan integrasi data. Kedua, penataan proses bisnis agar alur penyaluran bansos lebih ringkas, efisien, dan minim potensi penyimpangan. Ketiga, kesiapan teknologi digital, termasuk infrastruktur server, aplikasi, dan sumber daya manusia yang mengelolanya. Keempat, interoperabilitas data antar kementerian dan lembaga, agar data penerima bansos bisa terverifikasi dengan akurat dan real-time. Melalui empat pilar ini, pemerintah menargetkan pengurangan beban birokrasi sekaligus meningkatkan akuntabilitas penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat yang berhak.

Dengan adanya piloting yang telah sukses dijalankan, Kementerian PANRB optimistis bahwa digitalisasi bansos skala nasional akan menjadi solusi permanen, bukan sekadar program temporer. Rini menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat, terutama dengan Kementerian Sosial dan Kementerian Keuangan, untuk menyelaraskan data terpadu kesejahteraan sosial. Warkini.com akan terus memantau perkembangan kebijakan ini dan dampaknya bagi jutaan keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bobby-hartono

Editor Viral. Editor kurasi konten viral dan trending.

Comments (0)

User