KH Abdussalam Shohib Pimpin Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang
JOMBANG — Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar, salah satu pesantren tertua dan berpengaruh di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terus melanjutk
JOMBANG — Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar, salah satu pesantren tertua dan berpengaruh di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terus melanjutkan estafet kepemimpinan ulama di bawah asuhan KH Abdussalam Shohib yang akrab disapa Gus Salam. Sosok kiai muda ini kini menjadi tumpuan ribuan santri dan masyarakat sekitar dalam menjaga tradisi keilmuan Islam Ahlussunnah wal Jama'ah an-Nahdliyah.
Profil Singkat Gus Salam
KH Abdussalam Shohib merupakan putra dari almarhum KH Shohibul Wafa, pengasuh sebelumnya yang telah membesarkan nama Mamba'ul Ma'arif sebagai pusat kajian kitab kuning dan tasawuf di tanah Jombang. Gus Salam tumbuh dalam lingkungan pesantren yang kental, menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Denanyar sebelum melanjutkan nyantri ke sejumlah pesantren besar di Jawa Timur.
Kepulangannya ke Denanyar menandai babak baru regenerasi ulama di pesantren yang didirikan oleh KH Bisri Mustofa—kakek buyut Gus Salam—pada awal abad ke-20. Kini di bawah kepemimpinannya, PP Mamba'ul Ma'arif mengasuh lebih dari 2.500 santri dari berbagai daerah di Indonesia.
Peran Strategis Pesantren Denanyar
PP Mamba'ul Ma'arif bukan sekadar lembaga pendidikan agama. Pesantren ini dikenal memiliki peran sentral dalam jaringan Nahdlatul Ulama di wilayah Jombang selatan. Tradisi keilmuan yang diajarkan mencakup:
- Pengajian kitab kuning klasik seperti Safinatun Najah, Fathul Qarib, dan Ihya Ulumuddin
- Pendidikan formal mulai dari RA/TK hingga Madrasah Aliyah (MA)
- Kajian tasawuf dan tarekat yang menjadi ciri khas pesantren Denanyar
- Program tahfidz Al-Qur'an untuk santri mukim dan kalong
“Tantangan terbesar pesantren saat ini adalah menjaga sanad keilmuan di tengah derasnya arus digitalisasi yang seringkali memutus mata rantai guru-murid,” ujar Gus Salam dalam salah satu kesempatan pengajian rutin di masjid pesantren.
Kontribusi Sosial Kemasyarakatan
Di luar aktivitas pengajaran, Gus Salam aktif mendorong pesantren untuk terlibat langsung dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar Denanyar. Beberapa inisiatif yang telah berjalan antara lain koperasi santri, unit usaha air minum, dan pelatihan keterampilan untuk alumni. Langkah ini sejalan dengan visi pesantren agar para santri tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga mandiri secara ekonomi.
Pada momentum peringatan Haul KH Bisri Mustofa yang rutin digelar setiap tahun, Gus Salam konsisten mengundang para ulama dan habaib dari berbagai daerah, menjadikan pesantren Denanyar sebagai titik temu para pencari ilmu dan pecinta tradisi Islam Nusantara. Acara haul ini selalu dihadiri ribuan jamaah, menegaskan posisi Mamba'ul Ma'arif dalam peta dakwah nasional.
Menjaga Warisan, Menyambut Masa Depan
Di bawah kepemimpinan Gus Salam, PP Mamba'ul Ma'arif juga mulai merintis digitalisasi manajemen pesantren tanpa meninggalkan nilai-nilai salaf. Basis data santri, sistem informasi keuangan, hingga media dakwah digital dikelola secara modern namun tetap dalam koridor nilai pesantren.
Dengan usia yang relatif muda untuk ukuran pengasuh pesantren besar, Gus Salam merepresentasikan wajah baru kepemimpinan pesantren yang adaptif tanpa kehilangan akar tradisi. Komitmennya menjaga amanah leluhur menjadikan PP Mamba'ul Ma'arif Denanyar tetap kokoh sebagai benteng ilmu dan akhlak di Jombang.
Comments (0)