KPK Ungkap Pencarian Bupati Kuansing saat OTT: Ada Pihak yang Jemput

Jakarta - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus melakukan pencarian ekstra terhadap Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, dalam operasi tangkap tangan (OTT) kasus jual

Jul 06, 2026 - 13:15
0 1
KPK Ungkap Pencarian Bupati Kuansing saat OTT: Ada Pihak yang Jemput

Jakarta - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus melakukan pencarian ekstra terhadap Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, dalam operasi tangkap tangan (OTT) kasus jual beli jabatan beberapa waktu lalu. Operasi senyap yang menyasar proyek transaksional pengisian posisi Sekretaris Daerah (Sekda) itu nyaris terkendala setelah keberadaan sang bupati tidak diketahui hingga sempat keluar dari wilayah Kuansing. Informasi yang dihimpun media kami di lapangan menyebutkan Suhardiman telah lebih dahulu meninggalkan daerah kekuasaannya sebelum tim penindakan KPK berhasil mengamankan sejumlah pihak.

Penyidik Lacak Rumah Dinas hingga Kantor Pemerintahan

Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengungkapkan kronologi di balik tegangnya pencarian tersebut. Ia menjelaskan bahwa penyidik telah memeriksa sejumlah titik strategis yang biasa menjadi lokasi keberadaan seorang kepala daerah, termasuk rumah dinas dan kantor Bupati Kuansing. Sayangnya, upaya awal tersebut belum membuahkan hasil. Berdasarkan fakta persidangan dan pendalaman tim, Suhardiman diduga kuat telah bergerak meninggalkan Riau setelah adanya intervensi dari pihak eksternal.

Keberadaan pihak yang diduga sengaja menjemput sang bupati turut menjadi atensi serius para penyidik. Kendati demikian, KPK memilih untuk tidak terpancing dan tetap memusatkan fokus pada target utama serta barang bukti di sekitar lokasi. Dalam keterangan resminya kepada awak media, Taufik menegaskan bahwa dinamika di lapangan telah diantisipasi.

"Bahwa ada informasi pihak yang menjemput, itu juga sudah diketahui oleh tim, tetapi kita fokus pada saat itu tim mencari keberadaan yang SA dan ZKN," kata Taufik dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026).

Inisial ZKN yang disebut Taufik merujuk pada tersangka lain yang terjaring dalam kasus ini, diduga merupakan pihak swasta atau perantara yang turut bermain dalam proses lelang jabatan Sekda Kuansing. Sementara itu, Taufik tidak memerinci lebih jauh identitas sosok yang diduga menjemput Suhardiman keluar dari wilayah Kuansing di tengah gempuran OTT. Hingga kini, KPK terus mendalami aliran dana serta motif di balik 'evakuasi' mendadak tersebut untuk mengungkap apakah terdapat upaya obstruction of justice atau perintangan penyidikan yang terstruktur. Kasus ini menjadi bukti bahwa praktik jual beli jabatan di tubuh pemerintah daerah masih menjadi pekerjaan rumah besar yang memerlukan pengawasan super ketat dari penegak hukum.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sasha-gunawan

Editor Hiburan. Editor film, musik, dan budaya pop.

Comments (0)

User