Langsa — Camat Lantik 3 PAW Tuha Peut, Pesan: Layani Warga dengan Bijak

Kalian tahu nggak, bestie, kalau di level gampong (desa) itu ada semacam mini-DPR yang bertugas mengawal aspirasi warga? Yup, namanya Tuha Peut Gampong (TP

Jul 09, 2026 - 17:40
0 2

Kalian tahu nggak, bestie, kalau di level gampong (desa) itu ada semacam mini-DPR yang bertugas mengawal aspirasi warga? Yup, namanya Tuha Peut Gampong (TPG). Nah, baru-baru ini, Camat Langsa Lama, Yundi Mauliza SSTP, resmi melantik tiga anggota Pergantian Antar Waktu (PAW) TPG dalam suasana yang hangat tapi penuh makna di Aula Kantor Kecamatan Langsa Lama, Rabu (8/7). Seremoninya nggak sekadar potong tumpeng atau foto-foto ala reels Instagram—ada pesan kuat yang diselipkan Pak Camat: saatnya upgrade pelayanan publik dengan hati dan kolaborasi.

Fresh Faces, Big Dreams: Siapa Saja yang Dilantik?

Seperti halnya line-up baru di sebuah grup KPOP yang siap slay, tiga nama ini resmi mengisi kursi TPG. Sukma Mutiara, S.Pd mengemban amanah di Gampong Baroh Langsa Lama untuk masa jabatan 2024–2030. Ada juga Ir. Asbi Arifin yang bertugas di Gampong Meurandeh Dayah (2023–2029), dan Ilyas Mutiran di Gampong Seulalah Baru (2023–2029). Mereka bukan cuma pengganti anggota sebelumnya, tapi diharapkan menjadi “game-changer” di wilayah masing-masing. Bukan rahasia lagi kalau isu-isu lokal kadang sekompleks drama Succession, jadi peran TPG ini krusial banget buat mencegah miskomunikasi antara warga dan pemerintahan gampong.

No Baper, Only Sinergi: Pesan Tegas Camat

Di era di mana netizen kerap ngegas duluan sebelum cek fakta, Camat Yundi justru menekankan prinsip yang viralkan kebaikan: “layani masyarakat dengan bijak.” Ini bukan jargon klise ala webinar Zoom, bestie. Dalam sambutannya, sang camat mengingatkan bahwa para TPG adalah jembatan aspirasi yang harus proaktif, bukannya nunggu laporan dulu baru gerak. Bisa dibilang, mentalitas “lapor dulu, viralkan, baru ditangani” itu udah nggak zaman. Beliau juga menyebut kunci kemajuan gampong ada di level kekompakan—squad goals-nya adalah sinergi antara Geuchik (kepala desa), aparatur, dan TPG.

“Pemerintah gampong harus hadir. Jangan tunggu dilapor baru bergerak. Kebersamaan antara Geuchik, aparatur, dan TPG adalah kunci kemajuan gampong,” tegas Yundi.

Tuha Peut Bukan Pajangan: Tugas yang Lebih Dari Sekadar Hadir

Buat yang belum familiar, tugas TPG itu seberat tanggungan bucin yang harus ngertiin pasangannya 24/7—tapi ini versi kenegaraan yang real. Mereka bertanggung jawab membahas dan menetapkan peraturan gampong, mengawasi kinerja Geuchik, hingga menampung serta menyalurkan aspirasi warga. Jadi, kalau ada program pembangunan yang dirasa miring atau nggak tepat sasaran, TPG lah yang bakal jadi “alarm” pertama. Camat Yundi pun mendorong ketiga anggota baru agar segera onboarding cepat dan menyelaraskan program kerja dengan kebutuhan masyarakat. Nggak ada waktu buat selebrasi doang—aksi nyata adalah konten terbaik, kata generasi creator economy.

Kolaborasi Avengers Gampong: Dukungan Lintas Lembaga

Prosesi pelantikan ini bukan sekadar acara internal kecamatan; turut hadir Kapolsek Langsa Timur-Langsa Lama dan perwakilan Danramil, Kepala KUA Langsa Lama, para Geuchik, perangkat desa, serta tamu undangan lain. Kehadiran mereka jadi sinyal kalau urusan tata kelola gampong emang butuh support sistem selayaknya Avengers Assemble. Semua pihak, dari keamanan sampai keagamaan, diharapkan supportive terhadap tugas baru para TPG. Jadi, jangan heran kalau nanti ada update-an keren dari tiga gampong ini—karena pondasi kolaborasinya udah dikuatkan sejak hari pertama.

Netizen Mode: “Semoga Nggak Cuma Seremoni”

Warga Langsa Lama pasti berharap besar pada pengangkatan ini. Di era digital, janji tinggal di-capture dan transparansi bisa dipantau lewat medsos. Maka, PR terbesarnya adalah membangun kepercayaan dengan real action. Nggak sedikit netizen yang skeptis dengan rotasi jabatan, tapi di sisi lain momen ini bisa jadi titik balik kalau diisi dengan integritas dan komitmen pelayanan. Buat para TPG baru, ingat bahwa suara warga adalah konten paling valid yang bisa menentukan reputasi kalian. Jadi, jangan sampai cuma cuci tangan pasca-pelantikan—show up dan buktikan bahwa kolaborasi gak cuma indah di feed Instagram.

Jadi, gimana menurut kamu, sobat Warkini? Apakah pelantikan seperti ini bakal membawa perubahan konkret, atau butuh lebih banyak aksi nyata di lapangan? Yuk, voting di bawah dan spill pendapat kamu: Lebih percaya perubahan dari pucuk pimpinan atau dari gerakan akar rumput? Drop your hot takes di kolom komentar, ya!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User