Medan — DPRD Desak Pemko Medan Kembangkan Wisata Bahari Medan Utara
Bestie, kalau denger kata Medan, apa yang langsung nongol di kepala? Jalan-jalan ke Istana Maimun, foto bareng ikon selamat datang, terus langsung cabut ke
Bestie, kalau denger kata Medan, apa yang langsung nongol di kepala? Jalan-jalan ke Istana Maimun, foto bareng ikon selamat datang, terus langsung cabut ke Berastagi atau Danau Toba? Mainstream banget sih itu! Tapi, ada kabar segar dari gedung dewan yang bisa bikin itinerary liburan kita di Medan jadi next level. Bayangin, di utara kota Medan tersimpan hidden gem yang siap di-slay oleh DPRD dan Pemko Medan: wisata bahari.
Dari Rapat Paripurna ke Mimpi Medan Utara
Nggak ada angin nggak ada hujan, tiba-tiba Wakil Ketua DPRD Kota Medan dari Fraksi Golkar, Hadi Suhendra, langsung drop the mic di rapat paripurna. Bayangin vibe-nya: ruang sidang yang biasanya formal tiba-tiba diseruak visi Medan Utara sebagai destinasi wisata air yang bisa bikin auto healing. Politisi yang akrab disapa Suhendra itu dengan tegas menyodorkan gagasan agar Pemko Medan—lewat Dinas Pariwisata—segera gercep menggarap potensi bahari di kawasan utara.
“Pemerintah Kota Medan harus segera mengembangkan Kawasan Medan Utara sebagai destinasi wisata bahari,” tegasnya, dikutip dari laporan rapat Banggar, Selasa (7/7) lalu.
Menurut Suhendra, ini bukan sekadar mimpi indah. Kawasan pesisir Medan Utara bisa jadi panggung buat event khas yang menarik, seperti perlombaan dayung sampan dan aneka aktivitas di atas air yang bikin generasi Z akhirnya beralih dari scroll TikTok ke dayung RI-1. Serius, bayangin aja kalau perlombaan dayung sampan itu dikemas ala festival—bisa jadi content gold, bestie!
Sarana Air Estetik, Biar Makin Instagenic 🛶
Biar nggak cuma jadi wacana, Suhendra juga menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur. Transportasi wisata air yang memadai, dermaga kece, dan spot-spot foto yang Instagramable adalah mandatory kalau mau bikin Medan Utara jadi ikon wisata baru. Ibarat nge-build rumah di Animal Crossing: butuh dekorasi biar rating bintang lima.
“Wisata bahari tersebut perlu didukung dengan penyediaan sarana dan prasarana penunjang, termasuk transportasi wisata air yang memadai sehingga kawasan Medan Utara dapat menjadi ikon wisata baru di Kota Medan,” ujarnya.
Yang bikin makin semangat, Suhendra meyakini bahwa pengembangan ini nggak cuma bikin pengunjung mbludak, tapi juga bisa mendongkrak ekonomi masyarakat pesisir. Talk about trickle-down effect yang nyata, guys! Ketika cuan dari PAD naik, UMKM lokal bisa ngegas, dan kita bisa ngopi santai di pinggir pantai sambil ngeliatin kapal-kapal kecil yang dijadikan wahana wisata. Major slay.
“Pengembangan wisata bahari tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” katanya.
Anggaran Udah Disiapin, tapi Kok Baru 75%? 💸
Di sisi lain, ada sorotan yang bikin kita geleng-geleng. Suhendra turut mengungkap data serapan anggaran Dinas Pariwisata TA 2025. Total dana yang dialokasikan Rp30.653.765.046 (yup, puluhan miliar, bestie!). Namun realisasi belanja baru menyentuh Rp23.023.376.944 atau hanya 75,11 persen. Artinya masih ada sekitar 25% anggaran yang belum dioptimalkan—literally uang nganggur yang bisa dipakai buat bikin event keren atau bangun spot wisata air.
Angka ini sebetulnya panggilan untuk ngebut: kalau mau Medan Utara benar-benar nge-hype, serapan anggaran harus lebih maksimal. Bukan cuma soal kuantitas, tapi gimana anggaran itu bisa bikin kegiatan yang inovatif dan berkelanjutan. Soalnya kalau cuma jadi proyek musiman, ya bakal flop. Kita nggak mau wisata bahari Medan Utara cuma bertahan seumur jagung lalu tinggal kenangan—nggak banget deh!
“Dengan begitu pariwisata di Medan Utara mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, menggerakkan perekonomian masyarakat, serta memberikan manfaat yang nyata bagi pembangunan daerah,” tegasnya di hadapan Wali Kota Rico Waas dan Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap.
Vibe Check: Kalau Jadi, Mau Ngapain Dulu? 🌊
Sekarang kita tarik napas sejenak dan bayangin: begitu proyek ini jadi, kira-kira vibes Medan Utara bakal kayak apa? Mungkin mirip mini Maldives versi Sumatera Utara, atau spot sunset yang nggak kalah dari Pantai Cinta? Potensinya emang unlimited. Tinggal gimana Pemko Medan bikin masterplan yang slick dan gen z approved.
Yang menarik, Suhendra juga mendorong penyelenggaraan event berskala kota di Medan Utara sebagai cara pemerataan pembangunan. Ini kayak ngasih spotlight ke area yang selama ini mungkin cuma jadi background — padahal potensinya bisa bikin kaboom.
“Pemerintah Kota Medan harus terus melakukan terobosan melalui penyelenggaraan kegiatan atau event berskala kota di wilayah Medan Utara sebagai upaya mendorong pemerataan pembangunan dan meningkatkan daya tarik kawasan Medan Utara,” tambahnya.
Jadi, bestie, gimana menurut kalian? Apakah Medan Utara bakal jadi the next big thing di peta wisata Sumatera? Atau justru masih butuh perjuangan panjang biar nggak cuma jadi angan-angan di kertas rapat? Yuk, kita pantau terus perkembangannya, dan siapa tahu tahun depan kita udah bisa bikin story Instagram pakai geotag “Medan Utara Bahari” sambil minum es kelapa muda. Let’s gooo! 🍃
Polling kilat: Kalau wisata bahari ini beneran jadi, tim mana dulu yang mau dijajal?
A) Dayung sampan sambil dengerin lagu daerah, classic vibes.
B) Jetski aesthetic, biar feed Instagram makin curated.
C) Santai aja di tepi air, nunggu sunset sambil ngemil durian.
Drop jawaban favorit kalian di kolom komentar, ya!
Comments (0)