Legislator Gerindra Anggi Arando Soroti Lapangan Bola Jadi Danau

POV: Lo lagi semangat-semangatnya ajak bestie buat main bola, eh begitu nyampe lokasi… lapangannya malah udah berubah jadi aquatic park dadakan. Bukan sula

Jul 09, 2026 - 18:45
0 1

POV: Lo lagi semangat-semangatnya ajak bestie buat main bola, eh begitu nyampe lokasi… lapangannya malah udah berubah jadi aquatic park dadakan. Bukan sulap, bukan sihir, ini realita yang lagi diadepin warga Tanah Merah, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara. Lapangan bola yang dulu jadi pusat aktivitas warga, tempat anak-anak dan pemuda mengasah skill ala mega bintang, sekarang justru jadi kolam raksasa. Air hujan yang nggak punya saluran pembuangan bikin genangan makin hari makin luas—literally jadi danau mini. Dan yang bikin makin nggak ngotak, lapangan ini statusnya milik Pertamina, jadi Pemprov DKI nggak bisa asal gegoler bangun fasilitas. Nah, Anggota DPRD DKI Fraksi Gerindra, Anggi Arando Siregar, akhirnya turun tangan menyuarakan jeritan warga ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Kronologi Lapangan Kobra: Dari Tempat Main Bola Jadi Kolam Renang Dadakan

Buat lo yang belum tahu, lapangan ini dikenal sebagai Lapangan Kobra, terletak di RW 09. Menurut cerita warga yang disampaikan Anggi, lapangan ini sebenarnya udah mulai banjir sejak 2017. Waktu itu, Pemda udah ngerencanain pembangunan fasilitas umum di kawasan ini—akses jalan plus lapangan biar makin kece. Alhamdulillah, progress-nya nggak nihil total: tahun 2021, jalan berhasil ditinggikan setelah ada komunikasi intens antara Pemprov DKI dan Pertamina. Tapi sayang, lapangannya? Masih status ghosting. Akibatnya, aliran air hujan dari jalan yang ditinggikan itu justru bermuara di titik terendah, yaitu Lapangan Kobra. Alhasil, genangan makin parah, lama-lama jadi kolam permanen yang siap dipake buat lomba dayung dadakan.

Anggi menuturkan, "Dulu lapangan ini sering digunakan warga dan anak-anak untuk berolahraga. Sekarang malah berubah jadi genangan besar yang mengganggu aktivitas sosial dan kesehatan." Warga jelas kecewa berat—ruang publik yang harusnya bikin badan sehat malah berpotensi jadi sarang penyakit dan tempat nongkrong yang nggak produktif.

Kenapa Pemprov DKI Nggak Bisa Langsung Bangun? Status Tanah Jadi Biang Kerok

Ini dia plot twist-nya. Ternyata, tanah Lapangan Kobra itu punya Pertamina, bukan aset Pemprov DKI. Jadi, meskipun pemerintah daerah pengen banget sulap jadi ruang olahraga berstandar FIFA, mereka nggak bisa asal cor-coran karena masalah perizinan dan status kepemilikan. Situasi ini mirip kayak proyek kolaborasi yang gagal hanya karena nggak ada MoU yang jelas. Tapi, ada secercah harapan: pada 2021, komunikasi antara Pemprov DKI dan Pertamina berhasil melahirkan pembangunan jalan yang ditinggikan. Artinya, kalau negosiasi dilanjutkan, bukan nggak mungkin lapangan juga bisa disentuh. Anggi pun berharap agar Dispora lebih proaktif menjalin komunikasi lagi dengan Pertamina, biar nggak cuma jalan yang naik level, tapi lapangan juga bisa kembali jadi hype place buat warga.

Solusi atau Cuma Wacana? Ini Kata Dispora

Saat rapat, Anggi langsung menanyakan progres ke Kadispora. Meski belum ada detail respons resmi yang bocor ke publik, Anggi menekankan bahwa persoalan ini bukan cuma soal fasilitas olahraga, tapi juga menyangkut hak warga atas ruang publik yang sehat dan inklusif. "Kalau 2021 akses jalan bisa dibangun setelah komunikasi dengan Pertamina, harusnya sekarang kita bisa dorong lagi agar lapangannya juga dikerjakan. Ini soal komitmen dan keberpihakan pada anak muda," ujar Anggi penuh semangat.

Beberapa solusi yang mungkin bisa dipertimbangkan: pertama, pembuatan saluran drainase di sekitar lapangan agar air hujan nggak terus-terusan berakhir di situ. Kedua, kerja sama pemanfaatan lahan dengan Pertamina melalui skema pinjam pakai atau CSR. Ketiga, pembangunan bertahap sambil terus mengawal proses perizinan—biar warga nggak terlalu lama gigit jari.

TahunKondisiAksi
2017Mulai banjir, lapangan masih jadi pusat olahraga wargaPemda merencanakan pembangunan fasilitas umum
2021Jalan berhasil ditinggikan, lapangan tetap banjir makin parahKomunikasi Pemprov dengan Pertamina soal akses jalan
2026Lapangan jadi kolam besar, ruang publik hilangAnggi Arando Siregar suarakan keluhan ke Dispora, minta solusi holistik

Apa Kata Netizen? Yuk, Diskusi Bareng!

Fenomena lapangan berubah jadi danau ini langsung bikin vibe mirip sama cerita "Lapangan Ajaib" yang muncul di berbagai daerah. Banyak yang ngaitin sama kurangnya ruang terbuka hijau di Jakarta Utara yang rawan banjir. Menurut lo, solusi apa yang paling realistis? Apakah Pemprov harus lebih agresif negosiasi dengan Pertamina? Atau warga Tanah Merah perlu bikin petisi online biar viral kayak #SaveLapanganKobra? Share pendapat lo di kolom komentar, ya! Jangan lupa like dan share biar makin banyak yang peduli. Polling mini: “Menurut lo, siapa yang paling bertanggung jawab mengembalikan fungsi lapangan ini?” (A) Pemprov DKI, (B) Pertamina, (C) Kolaborasi keduanya, (D) Warga setempat. Vote sekarang!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User