warkini.
Travel

Macron Ucapkan Perpisahan untuk Patriat, Proyek Renovasi Menara Montparnasse Terancam Batal

Dua peristiwa penting menghangatkan panggung politik Prancis pekan ini: perpisahan terakhir bagi Senator François Patriat yang digelar penuh penghormatan,

Macron Ucapkan Perpisahan untuk Patriat, Proyek Renovasi Menara Montparnasse Terancam Batal

Dua peristiwa penting menghangatkan panggung politik Prancis pekan ini: perpisahan terakhir bagi Senator François Patriat yang digelar penuh penghormatan, dan nasib menggantung proyek renovasi Menara Montparnasse yang semakin dekat dengan titik kritis. Keduanya menyoroti dua sisi Prancis kontemporer—dinamika kekuasaan di lingkaran dalam Presiden Emmanuel Macron, serta rumitnya tata kelola megaproyek perkotaan di ibu kota.

Perpisahan Terakhir untuk Sang "Grognard"

Upacara pemakaman François Patriat, senator yang meninggal dunia pada 19 Agustus, berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah besar tokoh makronis generasi pertama. Kehadiran para pendukung awal gerakan Macron tersebut menjadi bentuk penghormatan terakhir bagi politisi yang dikenal setia kepada presiden hingga akhir hayatnya.

Momen paling ditunggu adalah pidato pemakaman (oraison funèbre) yang disampaikan langsung oleh Presiden Emmanuel Macron. Dalam orasinya, Macron memuji Patriat sebagai seorang "grognard"—istilah yang dipinjam dari prajurit veteran paling setia era Napoleon—gelar yang menegaskan posisi mendiang sebagai prajurit tua gerakannya.

"Seorang politisi terpilih yang mengambil tanggung jawab dengan berani," ujar Macron dalam pidato pemakaman, menggambarkan sosok Patriat yang tak pernah segan membela rekor kinerja pemerintahan.

Namun, di balik nada haru, pesan politiknya tersirat jelas. Pengamat menilai elogi Macron merupakan kritik terselubung bagi dua figur kuat blok tengah yang kini bersiap merebut pusat gravitasi elektorat: dua mantan perdana menteri, Edouard Philippe dan Gabriel Attal. Keduanya dinilai cenderung menjaga jarak dari capaian pemerintahan Macron menjelang kontestasi politik berikutnya—sesuatu yang bertolak belakang dengan cara Patriat yang selalu tampil frontal membela presiden.

Patriat adalah contoh langka kesetiaan lintas ideologi. Mantan anggota Partai Sosialis sekaligus mantan menteri ini memilih bergabung dengan Macron sejak gerakan itu masih diremehkan elite politik tradisional. Keputusan itu menjadikannya salah satu "prajurit pertama" yang membantu Macron meraih kursi kepresidenan, sementara posisinya di Senat menjadikannya jembatan penting antara Élysée dan majelis tinggi parlemen.

  1. 19 Agustus: François Patriat meninggal dunia, memicu duka di kalangan makronis.
  2. Pekan ini: Upacara pemakaman digelar dan dihadiri para tokoh generasi awal kekuasaan Macron.
  3. Dalam pidato: Macron memberikan penghormatan sekaligus menyampaikan peringatan halus kepada Philippe dan Attal.

Tiga Bulan Menuju Kadaluwarsa Izin Bangun Menara Montparnasse

Sementara itu, persoalan lain menyelimuti lanskap Paris: masa depan Menara Montparnasse. Pencakar langit paling ikonik sekaligus paling banyak dikritik di ibu kota Prancis itu berada di ambang titik penentu. Izin bangun (permis de construire) untuk transformasi menara akan kedaluwarsa hanya dalam tiga bulan ke depan.

Proyek transformasi senilai ratusan juta euro ini diluncurkan sejak sepuluh tahun lalu, namun hingga kini belum kunjung terealisasi. Serangkaian kemunduran beruntun terus menggoyahkan fondasi proyek, dengan sumber masalah utama yang sama sejak awal: sengketa internal antara para pemilik bersama (copropriétaires) gedung.

"Monopoli yang tak ada habisnya," demikian harian Le Monde menggambarkan tarik-menarik di balik layar antara puluhan pemilik bersama menara, mulai dari raksasa properti swasta hingga badan usaha milik negara.

Tekanan pun datang dari balai kota. Pada Juli lalu, Wali Kota Paris Anne Hidalgo resmi menagih para pemilik bersama agar segera menyelesaikan perbedaan pendapat mereka. Pesannya tegas: jika sengketa berlarut-larut, peluang mewujudkan renovasi besar-besaran akan lenyap bersama kedaluwarsa izin bangun, dan seluruh proses perizinan harus diulang dari nol.

  1. Sepuluh tahun lalu: Proyek transformasi Menara Montparnasse diluncurkan dengan visi menjadikan gedung lebih ramah lingkungan dan fungsional.
  2. Bulan Juli: Wali Kota Paris memerintahkan para pemilik bersama mengakhiri sengketa internal.
  3. Tiga bulan dari sekarang: Izin bangun kedaluwarsa; tanpa kesepakatan, proyek sepuluh tahunan nyaris pasti gagal total.

Bagi warga Paris, kebuntuan ini berarti menara setinggi 210 meter itu akan tetap menjadi monumen kritik arsitektur dalam waktu yang tak menentu. Bagi dunia politik, dua kisah ini bagai cermin: satu tentang kesetiaan yang semakin langka di arena kekuasaan, satu lagi tentang betapa sulitnya menyatukan kepentingan demi kepentingan publik. Sementara Prancis melambaikan tangan terakhir kepada sang grognard, jam pasir proyek Montparnasse terus menipis.

[SOCIAL_TWEET]: Macron lantunkan elogi emosional untuk almarhum Senator François Patriat sekaligus kirim peringatan halus ke Edouard Philippe dan Gabriel Attal. Sementara itu, izin bangun renovasi Menara Montparnasse tinggal 3 bulan lagi. #Prancis #Macron #Montparnasse[SOCIAL_TG]: PRANCIS: Upacara pemakaman Senator François Patriat dihadiri para tokoh makronis generasi pertama. Dalam pidato pemakamannya, Presiden Macron memuji kesetiaan mendiang sekaligus menuding dua mantan PM, Edouard Philippe dan Gabriel Attal. TERPISAH: Izin bangun renovasi Menara Montparnasse tinggal 3 bulan sebelum kedaluwarsa. Wali Kota Paris sudah memerintahkan para pemilik bersama mengakhiri sengketa. Detail lengkap di Warkini.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rangga-pradana

Content Creator. Mengelola konten viral, podcast, dan video pendek.

Comments (0)

User