Masih Kesal, Trump Ancam Tak Bantu NATO Jika Diminta

Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman kerasnya kepada NATO. Kali ini, ia mengisyaratkan bahwa Washington dapat menolak membantu negara-negara anggota Pakta Perta

Jul 06, 2026 - 14:05
0 1
Masih Kesal, Trump Ancam Tak Bantu NATO Jika Diminta

Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman kerasnya kepada NATO. Kali ini, ia mengisyaratkan bahwa Washington dapat menolak membantu negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara apabila mereka meminta perlindungan, sebagai balasan atas minimnya dukungan terhadap operasi militer Amerika Serikat di Iran.

"Kita telah menghabiskan semua uang ini. Dan kemudian ketika kita mungkin ingin mendapatkan bantuan untuk hal-hal kecil... Mereka mengatakan tidak, kami lebih memilih untuk tidak membantu," ujar Trump dalam konferensi pers di Ruang Oval, Gedung Putih, seperti dilaporkan tim Warkini.com, Selasa (23/6/2026).

"Itu hal bodoh untuk dikatakan, karena kita dapat mengatakan itu kepada mereka jika kita mau, dan mungkin kita akan melakukannya," tegas pemimpin AS tersebut, menyiratkan bahwa asas pertahanan kolektif aliansi bisa diabaikan jika sekutu Eropa tidak bersikap lebih kooperatif.

Kekecewaan yang Mengguncang Aliansi

Pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Menurut laporan yang dihimpun media kami, Washington sebelumnya meminta dukungan sejumlah negara NATO untuk operasi militer terbatas di Iran, termasuk akses wilayah udara, pangkalan, dan kontribusi intelijen. Namun, beberapa sekutu Eropa menolak dengan alasan ingin menghindari eskalasi lebih luas di Timur Tengah.

Penolakan tersebut membuat Trump murka. Ia menilai negara-negara Eropa tidak sebanding dengan besarnya anggaran pertahanan yang selama ini ditanggung Amerika Serikat. Trump berulang kali menekankan bahwa AS telah mengucurkan triliunan dolar untuk menjaga keamanan Eropa, sementara banyak anggota NATO belum memenuhi target pengeluaran pertahanan sebesar dua persen dari PDB.

Ancaman ini bukan yang pertama. Sepanjang masa kepemimpinannya, ia kerap mengguncang aliansi dengan pernyataan kontroversial—mulai dari mengancam menarik diri jika negara lain tidak menaikkan kontribusi, hingga meragukan komitmen pertahanan terhadap Baltik. Kali ini, konteksnya lebih konkret: seruan bantuan untuk operasi di Iran menjadi ujian nyata solidaritas transatlantik. Negara-negara seperti Jerman dan Prancis dilaporkan bersikap hati-hati, khawatir partisipasi mereka akan memicu serangan balasan dari Iran atau proksinya.

Walau demikian, ancaman Trump menabrak prinsip dasar NATO yang tertuang dalam Pasal 5—serangan terhadap satu anggota adalah serangan terhadap semua, dan wajib direspons bersama. Jika AS benar mengabaikan panggilan bantuan sekutu saat diserang, kredibilitas aliansi pertahanan terkuat di dunia ini akan runtuh. Para analis melihat retorika itu sebagai taktik negosiasi untuk memaksa kepatuhan, tetapi di saat yang sama menggerus kepercayaan. Di Eropa, pernyataan ini memicu kekhawatiran baru tentang masa depan keamanan transatlantik di bawah kendali Trump. Belum ada tanggapan resmi dari Sekjen NATO, namun sejumlah diplomat anonim menyatakan kekecewaan dan mengingatkan bahwa keamanan kolektif bukanlah alat tawar-menawar politik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sasha-gunawan

Editor Hiburan. Editor film, musik, dan budaya pop.

Comments (0)

User