Masjid Istiqlal Gelar Sholat Jumat dengan Kapasitas 30 Persen

Minggu ketiga bulan suci Ramadhan 1442 H menghadirkan suasana berbeda di Masjid Istiqlal, Jakarta. Jemaah yang hadir untuk menunaikan ibadah Sholat Jumat p

Jul 14, 2026 - 15:06
0 0
Masjid Istiqlal Gelar Sholat Jumat dengan Kapasitas 30 Persen

Minggu ketiga bulan suci Ramadhan 1442 H menghadirkan suasana berbeda di Masjid Istiqlal, Jakarta. Jemaah yang hadir untuk menunaikan ibadah Sholat Jumat pada Jumat (30/4/2021) tampak khusyuk mengikuti setiap rangkaian, mulai dari mendengarkan khotbah hingga sujud terakhir. Namun, satu hal yang mewarnai ibadah kali ini adalah pembatasan jumlah jemaah hingga 30 persen dari kapasitas ruang sholat utama, seiring dengan masih berlangsungnya pandemi Covid-19.

Protokol Ketat Sejak Pintu Masuk

Sejak pagi, pengurus masjid telah menyiagakan petugas untuk mengarahkan jemaah. Mereka yang datang diwajibkan melewati pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Penggunaan masker menjadi syarat mutlak. Tidak terlihat kerumunan di pelataran seperti pada Sholat Jumat sebelum pandemi. Kapasitas yang dibatasi membuat jemaah merasa lebih lega karena risiko penularan dapat diminimalkan.

Pembatasan 30 Persen: Upaya Ibadah Aman

Sesuai dengan arahan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Istiqlal dan protokol dari Satgas Penanganan Covid-19, hanya 30 persen dari total kapasitas ruang utama yang diperbolehkan terisi. Artinya, dari potensi yang bisa menampung puluhan ribu jemaah, hanya beberapa ribu saja yang diizinkan masuk setelah melalui pendaftaran daring terlebih dahulu. Mereka yang tidak terdaftar diminta untuk melaksanakan ibadah di masjid lingkungan masing-masing.

"Kami memahami kerinduan umat untuk kembali beribadah berjamaah di Istiqlal, tapi kesehatan tetap prioritas. Aturan 30 persen ini adalah bentuk ikhtiar agar ibadah tetap bisa dilakukan tanpa mengabaikan keselamatan," ujar salah satu pengurus masjid.

Ceramah Sentuh Hikmah Ramadhan di Tengah Ujian

Khatib menyampaikan ceramah yang menekankan pentingnya introspeksi diri dan memperkuat solidaritas di masa sulit. Dalam khutbahnya, ia mengingatkan jemaah bahwa pandemi bukan penghalang untuk mendekatkan diri kepada Allah. Justru, dengan segala keterbatasan, umat Islam diajak memaknai Ramadhan sebagai bulan penuh ampunan dan kesempatan untuk memperbanyak sedekah kepada mereka yang terdampak.

Suasana Syahdu dan Haru

Meski hanya sebagian kecil jemaah yang bisa hadir, lantunan ayat suci dan doa menggema dengan syahdu. Jeda antar saf yang lebih lebar menambah kekhusyukan. Beberapa jemaah mengaku terharu karena bisa kembali merasakan atmosfer Masjid Istiqlal setelah sekian lama hanya bisa mendengarkan takbir dari rumah. Di bawah kubah besar yang ikonik, mereka menunaikan sholat dengan penuh penghayatan, seakan kerinduan yang tertahan menemukan pelepasannya.

Respons Jemaah dan Harapan ke Depan

Para jemaah menyambut baik penerapan protokol kesehatan yang ketat. Mereka berharap, ke depannya, situasi bisa semakin membaik sehingga masjid kembali dibuka penuh. Namun, untuk saat ini, mereka bersyukur masih diberi kesempatan untuk mengikuti Sholat Jumat di tengah pandemi yang belum usai. Takmir masjid pun berkomitmen untuk terus mengevaluasi kebijakan agar ibadah dapat berjalan seimbang antara kekhusyukan dan keamanan.

Sholat Jumat di Istiqlal pada minggu ketiga Ramadhan 1442 H ini menjadi cerminan bahwa di tengah keterbatasan, semangat beribadah tetap menyala. Adaptasi menjadi kunci agar masjid tetap berfungsi sebagai pusat spiritual tanpa menjadi sumber penyebaran virus. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap ujian, termasuk pandemi, adalah bagian dari rencana ilahi yang harus dihadapi dengan sabar dan ikhtiar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User