Mentan Amran Sebut Harga TBS Sawit Normal di Hadapan Prabowo, Berpotensi Naik 10%
Warkini.com, Gorontalo — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang belakangan sempat anjlok kini diklaim telah kembali ke kondisi normal. Klaim itu disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran
Warkini.com, Gorontalo — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang belakangan sempat anjlok kini diklaim telah kembali ke kondisi normal. Klaim itu disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII 2026 di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).
Sebelumnya, petani sawit di berbagai daerah mengeluhkan tekanan harga TBS yang cukup dalam. Harga di tingkat petani terus merosot, padahal di saat yang sama harga minyak sawit mentah (CPO) justru mengalami kenaikan dan nilai tukar dolar Amerika Serikat menguat. Kondisi itu menimbulkan ketimpangan yang merugikan petani.
Klaim Normal dan Potensi Kenaikan
Menteri Amran menyampaikan laporannya dengan optimistis. Ia mengatakan pemantauan di lapangan menunjukkan adanya perbaikan harga secara bertahap.
“Kami pantau harga TBS sudah berangsur normal. Bahkan ada potensi kenaikan hingga 10 persen dibandingkan minggu lalu,” ujar Amran di hadapan Presiden Prabowo.
Pernyataan tersebut disambut baik oleh para peserta yang hadir. Sejumlah petani yang ditemui media kami mengaku berharap klaim itu segera terealisasi, mengingat biaya produksi yang terus meningkat. “Kalau benar naik, tentu kami lega. Selama ini hasil panen tidak sebanding dengan biaya perawatan,” ujar salah satu petani sawit asal Sulawesi.
Komitmen Pemerintah
Kehadiran Presiden Prabowo dalam acara tersebut memperlihatkan perhatian pemerintah terhadap nasib petani dan nelayan. Dalam forum itu, Presiden disebut-sebut mendesak jajarannya untuk memastikan rantai pasok dan harga komoditas pertanian berpihak kepada petani kecil.
Menurut informasi yang dihimpun media kami, perbaikan harga TBS tidak lepas dari mulai stabilnya serapan pasar ekspor dan beberapa penyesuaian kebijakan distribusi. Meski demikian, detail mekanisme kenaikan hingga 10 persen itu belum dijelaskan secara rinci oleh Kementerian Pertanian. Publik masih menunggu langkah konkret agar klaim tersebut tidak menjadi sekadar wacana di atas panggung.
Pekan Nasional Petani Nelayan XVII 2026 sendiri menjadi momentum strategis untuk menyuarakan isu-isu pertanian dan kelautan nasional. Selain diskusi kebijakan, acara ini diisi dengan pameran produk unggulan petani dan dialog langsung antara pemerintah dan komunitas tani dari seluruh Indonesia. Pemerintah berjanji akan terus memantau fluktuasi harga TBS dan komoditas lain agar gejolak serupa tidak kembali terjadi.
Comments (0)