Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong mahasiswa Politeknik 'Ben Mboi' Universitas Pertahanan (Unhan) di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk tidak membatasi pilihan karier hanya pada sektor formal seperti TNI, Polri, atau Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia menekankan bahwa pendidikan vokasi yang mereka tempuh justru membuka peluang yang jauh lebih luas, terutama di bidang kewirausahaan.
Dalam keterangan tertulis yang dihimpun pada Sabtu (27/6/2026), Tito menyampaikan pesan tersebut saat berdialog dengan para mahasiswa. Ia mengajak mereka untuk mengubah pola pikir tentang masa depan kerja.
"Saya ingin membuka pemikiran adik-adik ya. Vokasi ini penting, pendidikan keahlian khusus yang dilatihkan di sini," ujar Tito, membuka percakapan tersebut.
Mendagri menjelaskan bahwa keahlian teknis yang didapatkan dari lembaga pendidikan vokasi merupakan modal berharga untuk menciptakan lapangan kerja sendiri. Alih-alih menunggu rekrutmen instansi pemerintah yang persaingannya sangat ketat, para lulusan dapat langsung memanfaatkan kompetensi mereka untuk berwirausaha. Hal ini, menurutnya, sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat perekonomian daerah dan nasional melalui penumbuhan wirausahawan muda.
Tito mencontohkan bahwa lulusan dengan keahlian di bidang logistik, teknik, atau manajemen pertahanan yang diajarkan di Unhan sebenarnya memiliki nilai ekonomi tinggi di dunia industri dan perdagangan. Keahlian tersebut tidak hanya relevan untuk sektor pertahanan negara, tetapi juga dapat diaplikasikan di berbagai sektor swasta, termasuk membangun bisnis rintisan (startup) yang solutif bagi permasalahan di NTT.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa kemajuan suatu daerah sangat bergantung pada kemampuan sumber daya manusianya untuk mandiri secara ekonomi. Dengan menjadi wirausahawan, para sarjana vokasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja bagi komunitas sekitar, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTT. Pandangan ini menjadi angin segar bagi mahasiswa yang mungkin merasa khawatir mengenai kepastian karier setelah lulus.
Politeknik 'Ben Mboi' Universitas Pertahanan di NTT memang dirancang untuk mencetak tenaga ahli terampil. Dengan dorongan untuk tidak hanya bergantung pada profesi konvensional, diharapkan lahir generasi lulusan yang adaptif dan siap menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis, sekaligus menjadi motor penggerak kemandirian daerah. Demikian laporan yang diterima oleh Warkini.com.
Comments (0)