Mimpi RI Bisa Swasembada Bawang Putih

Jakarta - Laporan Warkini.com, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengungkapkan bahwa komoditas bawang putih kini telah dimasukkan ke dalam agenda swasembada pangan nasional di era Presiden

Jul 08, 2026 - 00:48
0 1
Mimpi RI Bisa Swasembada Bawang Putih

Jakarta - Laporan Warkini.com, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengungkapkan bahwa komoditas bawang putih kini telah dimasukkan ke dalam agenda swasembada pangan nasional di era Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini merupakan bagian dari upaya besar untuk mengurangi ketergantungan pada impor yang selama ini menguasai sekitar 90 persen dari total pasokan bawang putih nasional. Target ambisius ini diproyeksikan dapat terwujud dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun ke depan, meski sejumlah tantangan berat masih harus diatasi.

Berdasarkan data yang dihimpun Warkini.com, kebutuhan bawang putih dalam negeri mencapai sekitar 500-600 ribu ton per tahun. Lebih dari 90 persen di antaranya dipasok dari impor, terutama dari China dan India. Dominasi produk luar negeri ini membuat harga bawang putih di pasar domestik sangat rentan terhadap dinamika perdagangan global. Oleh karena itu, pemerintah bertekad mewujudkan kemandirian produksi agar petani lokal terlindungi dan stabilitas harga lebih terjaga.

Lahan dan Bibit Jadi Tantangan Utama

Dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu pekan lalu, Sudaryono menjelaskan bahwa target swasembada tersebut tidak dapat dicapai tanpa perencanaan yang matang. “Kita butuh setidaknya 3–4 tahun untuk bisa mencapai swasembada ini. Tantangan paling utamanya adalah ketersediaan lahan, dan juga khususnya lagi adalah ketersediaan bibit,” tegasnya.

“Kita butuh setidaknya 3–4 tahun untuk bisa mencapai swasembada ini. Tantangan paling utamanya adalah ketersediaan lahan, dan juga khususnya lagi adalah ketersediaan bibit,” ujar Sudaryono.

Persoalan lahan untuk budi daya bawang putih memang kompleks. Tanaman ini umumnya membutuhkan area dataran tinggi dengan suhu sejuk, seperti di wilayah Temanggung, Tawangmangu, atau Malang. Namun, banyak lahan potensial telah beralih fungsi menjadi permukiman atau ditanami komoditas lain yang dianggap lebih menguntungkan secara ekonomi. Di sisi lain, ketersediaan bibit unggul yang adaptif terhadap iklim tropis Indonesia masih sangat terbatas. Selama ini, para petani kerap mengandalkan bibit impor yang belum tentu optimal tingkat produktivitasnya dalam jangka panjang.

Peta Jalan Swasembada Pangan Makin Luas

Masuknya bawang putih ke dalam program swasembada di bawah arahan Presiden Prabowo menandai perluasan cakupan yang sebelumnya hanya berfokus pada beras, jagung, dan kedelai. Pemerintah berencana mendorong riset dan pengembangan varietas lokal, menyediakan benih bermutu melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), serta memperluas kawasan tanam melalui kerja sama intensif dengan pemerintah daerah. Dengan demikian, petani tidak hanya bergantung pada pasokan bibit dari luar negeri.

Sudaryono menyatakan optimismenya bahwa sinergi antara Kementerian Pertanian, petani, dan sektor swasta akan mampu menekan volume impor secara bertahap dalam 2–3 tahun pertama, dan mencapai swasembada penuh pada tahun keempat. “Kita tidak hanya ingin mengurangi impor, tetapi juga memastikan petani lokal mendapat keuntungan dari produksi bawang putih sendiri,” imbuhnya saat diwawancarai tim Warkini.com.

Impor bawang putih selama ini kerap memicu polemik terkait perizinan dan kuota. Dengan adanya agenda swasembada yang jelas, diharapkan tercipta tata niaga yang lebih transparan serta perlindungan yang memadai bagi petani dalam negeri. Jika target ini benar-benar tercapai, Indonesia berpeluang menjadi salah satu negara produsen bawang putih mandiri di kawasan Asia Tenggara, melepaskan diri dari bayang-bayang dominasi importir besar yang selama ini menggerus potensi pertanian lokal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bobby-hartono

Editor Viral. Editor kurasi konten viral dan trending.

Comments (0)

User