Minta Keadilan, Korban Pelecehan Laporkan Legislator ke Ketua DPRD Kota Serang
Seorang perempuan berinisial NW (40), warga Pandeglang, Banten, mendatangi Ketua DPRD Kota Serang, Muji Rohman, pada Selasa (30/6/2026). Kedatangannya bukan dalam rangka kunjungan biasa, melainkan un
Seorang perempuan berinisial NW (40), warga Pandeglang, Banten, mendatangi Ketua DPRD Kota Serang, Muji Rohman, pada Selasa (30/6/2026). Kedatangannya bukan dalam rangka kunjungan biasa, melainkan untuk menyuarakan keadilan atas kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh salah satu anggota dewan setempat.
NW mengungkapkan bahwa ia telah menempuh jalur hukum dengan membuat laporan polisi ke Mapolres Pandeglang. Namun, hingga kini, proses hukum yang berjalan belum menunjukkan perkembangan berarti. “Kami menyampaikan aduan kepada Ketua DPRD Kota Serang terkait dugaan tindakan pelecehan yang dilakukan salah seorang anggota DPRD Kota Serang,” ujar NW saat ditemui media kami di lokasi.
Korban berharap laporan yang ia sampaikan kepada pimpinan dewan dapat mendorong percepatan penanganan perkara. Menurutnya, lambatnya penanganan kasus ini menimbulkan ketidakpastian hukum yang semakin memberatkan kondisi psikologisnya sebagai korban.
Kronologi Pelaporan dan Harapan Korban
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan pelecehan terjadi beberapa waktu lalu. NW kemudian memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Namun, setelah menunggu cukup lama, korban merasa belum ada kepastian kapan laporannya akan ditindaklanjuti secara serius oleh aparat penegak hukum.
Kondisi inilah yang mendorong NW untuk membawa persoalan ini ke tingkat pimpinan DPRD Kota Serang. Dalam pertemuannya dengan Muji Rohman, korban berharap agar Ketua DPRD dapat memberikan perhatian khusus dan memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Respons dan Sikap Lembaga
Muji Rohman menyambut baik aduan yang disampaikan oleh NW. Ia berjanji untuk mempelajari laporan tersebut dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar penanganan kasus dapat segera memperlihatkan perkembangan. “Kami akan memastikan segala proses berjalan sesuai prosedur. Tidak boleh ada yang diistimewakan ataupun diabaikan,” ujarnya dalam keterangan singkat usai pertemuan.
“Kami menyampaikan aduan kepada Ketua DPRD Kota Serang terkait dugaan tindakan pelecehan yang dilakukan salah seorang anggota DPRD Kota Serang.” – NW, korban
Pimpinan dewan menegaskan bahwa pihaknya akan menjaga kredibilitas lembaga dan tidak akan memberikan toleransi terhadap perbuatan melanggar hukum yang melibatkan anggotanya. Ia pun meminta seluruh anggota DPRD untuk tetap menaati kode etik serta menjunjung tinggi kepercayaan masyarakat.
Pengaduan melalui jalur politik ini diharapkan mampu membuka pintu keadilan yang selama ini dirasa tertutup. Para aktivis perempuan di Banten juga ikut menyuarakan dukungan agar korban mendapatkan perlindungan hukum yang layak dan proses peradilan berjalan transparan, tanpa ada intervensi dari pihak mana pun.
Media kami akan terus memantau perkembangan kasus ini dan mendorong agar hak-hak korban pelecehan seksual mendapatkan perhatian serius dari semua pihak, baik lembaga legislatif maupun aparat penegak hukum di wilayah Banten.
Comments (0)