Nilai Tukar Rupiah Melemah 34 Poin terhadap Dolar AS

Jakarta, Warkini.com – Aktivitas di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta pada Kamis (5/1/2023) sore itu tampak lebih lengang dari biasanya. Seor

Jul 12, 2026 - 09:42
0 0
Nilai Tukar Rupiah Melemah 34 Poin terhadap Dolar AS

Jakarta, Warkini.com – Aktivitas di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta pada Kamis (5/1/2023) sore itu tampak lebih lengang dari biasanya. Seorang pegawai menunjukkan lembaran rupiah dengan ekspresi datar, seakan mengisyaratkan kekhawatiran yang tak terucap. Saat itu, nilai tukar rupiah resmi ditutup di level Rp15.616 per dolar AS, melemah 34 poin atau minus 0,22 persen dari perdagangan sebelumnya. Pelemahan ini menjadi sinyal bahwa tekanan terhadap mata uang Garuda masih belum mereda di awal tahun 2023.

Faktor Pemicu Pelemahan Rupiah

Sejumlah analis menilai bahwa depresiasi rupiah kali ini dipicu oleh penguatan dolar AS yang dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang lebih agresif. Data tenaga kerja Amerika Serikat yang dirilis awal pekan menunjukkan sektor swasta masih tangguh, sehingga memberi ruang bagi bank sentral AS untuk melanjutkan kebijakan hawkish. “Pasar masih mencermati potensi suku bunga The Fed bertahan tinggi lebih lama. Ini yang membuat dolar kembali menguat dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah,” ujar Josua Pardede, Ekonom Senior dari sebuah bank swasta, dalam keterangannya.

Selain faktor eksternal, sentimen domestik juga turut andil. Kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global yang bisa menekan ekspor Indonesia membuat investor asing mengurangi kepemilikan di pasar obligasi domestik. Data terbaru menunjukkan terjadi capital outflow bersih sebesar Rp2,1 triliun dalam sepekan terakhir, memperberat tekanan pada rupiah.

Dampak Terhadap Perekonomian dan Masyarakat

Pelemahan rupiah tak hanya menjadi angka di layar terminal Bloomberg, tapi langsung terasa di dompet masyarakat. Harga bahan baku impor, mulai dari gandum hingga komponen elektronik, berpotensi naik. Pedagang di pasar tradisional pun mulai resah. “Kalau dolar naik, besok-besok harga terigu pasti ikut naik. Ujung-ujungnya harga kue dan roti juga naik,” keluh Siti, pedagang kue di Pasar Minggu.

Sektor industri juga menghitung ulang biaya produksi. Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) memperkirakan setiap pelemahan Rp100 per dolar AS dapat meningkatkan biaya impor bahan baku sebesar 0,5—1 persen. Dengan posisi rupiah yang kini nyaris menyentuh Rp15.700, tekanan inflasi dari sisi penawaran menjadi ancaman nyata.

Langkah Bank Indonesia dan Prospek Ke Depan

Bank Indonesia (BI) terus melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk mengurangi volatilitas. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa bank sentral memiliki cadangan devisa yang cukup dan siap menstabilkan rupiah. “Kami akan berada di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan baik, tidak ada pembentukan harga yang tidak wajar,” tegasnya dalam konferensi pers pekan lalu.

Prospek nilai tukar ke depan sangat bergantung pada dinamika global. Jika tensi geopolitik mereda dan harga komoditas tetap tinggi, rupiah masih berpeluang menguat. Namun, pelaku pasar menunggu data inflasi AS dan rapat FOMC berikutnya untuk menentukan arah. Kuatnya fundamental ekonomi domestik dengan pertumbuhan di atas 5 persen diharapkan menjadi rem bagi depresiasi lebih lanjut.

[SOCIAL_TWEET]: Rupiah ditutup melemah 34 poin ke Rp15.616 per dolar AS pada Kamis (5/1). Analis memperkirakan tekanan masih berlanjut seiring spekulasi kenaikan suku bunga The Fed. Simak analisis selengkapnya di Warkini.com. #RupiahMelemah #NilaiTukar #DolarAS[SOCIAL_TG]: 💸 *Rupiah Melemah Lagi!* Kurs rupiah ditutup di Rp15.616 per USD, turun 34 poin (0,22%) akibat penguatan dolar global. Ekonom peringatkan potensi kenaikan harga bahan pokok. Selengkapnya di Warkini.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User