warkini.
Travel

OSLO — Putra Ratu Norwegia Hadiri Pemakaman Raja Bergelang Pelacak

Di tengah keanggunan dan suasana duka yang menyelimuti Katedral Oslo, ribuan mata tertuju pada deretan anggota keluarga Kerajaan Norwegia. Para raja, pange

OSLO — Putra Ratu Norwegia Hadiri Pemakaman Raja Bergelang Pelacak

Di tengah keanggunan dan suasana duka yang menyelimuti Katedral Oslo, ribuan mata tertuju pada deretan anggota keluarga Kerajaan Norwegia. Para raja, pangeran, dan kepala negara dari berbagai belahan dunia berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Raja Harald V. Namun, di antara deretan sosok penting tersebut, perhatian publik justru tersedot oleh kehadiran seorang pemuda berusia 29 tahun yang melangkah perlahan mengiringi keluarga kerajaan.

Pemuda itu adalah Marius Borg Høiby, putra sulung dari Ratu Mette-Marit. Kehadirannya menjadi momen paling emosional sekaligus memicu kontroversi hangat di seluruh negeri. Marius tiba di katedral bukan sebagai pangeran yang bermahkota, melainkan sebagai seorang anggota keluarga yang sedang berada di bawah bayang-bayang hukuman pidana berat.

Kehadiran Kontroversial dengan Gelang Pelacak Elektronik

Marius Borg saat ini tengah menjadi pusat perhatian skandal hukum terbesar yang mengguncang istana Norwegia. Ia telah divonis pada tingkat pertama atas dua dakwaan pemerkosaan dan sedang menjalani masa tahanan rumah. Untuk dapat menghadiri pemakaman sosok yang telah membesarkannya tersebut, Marius memerlukan izin khusus dari pihak kepolisian dan pengadilan setempat.

Yang membuat suasana semakin disorot, Marius menghadiri prosesi pemakaman kenegaraan ini dengan tetap mengenakan gelang pelacak elektronik (ankle monitor) di kakinya. Alat pemantau tersebut tersembunyi di balik celana formalnya, menandakan status hukumnya yang belum sepenuhnya bebas. Kehadirannya di antara para pemimpin dunia menjadi pemandangan yang sangat kontras antara kemegahan tradisi monarki dan realitas kasus hukum pidana yang menjeratnya.

Sosok Cucu Pertama yang Tak Memiliki Gelar

Marius lahir pada 13 Januari 1997 di Kristiansand, empat tahun sebelum ibunya, Mette-Marit, menikah dengan Pangeran Mahkota Haakon pada tahun 2001. Meskipun tidak memiliki gelar bangsawan dan tidak masuk dalam garis suksesi takhta Norwegia, mendiang Raja Harald V dan Ratu Sonja selalu menganggapnya sebagai bagian utuh dari keluarga kerajaan sejak kecil.

Bahkan dalam biografi resminya, mendiang Raja Harald V sempat mengutarakan betapa spesialnya peran Marius dalam perjalanan hidupnya sebagai seorang kepala keluarga.

"Saya mulai belajar menjalankan peran sebagai seorang kakek ketika Marius hadir di tengah-tengah keluarga kami pada tahun 2001," kenang mendiang Raja Harald V dalam biografi resminya.

Kehadiran Marius bahkan mendahului kelahiran cucu kandung pertama sang raja, yaitu Maud Angelica, yang lahir pada April 2003 dari pasangan Putri Märtha Louise dan almarhum Ari Behn. Hubungan kekeluargaan ini membuat Marius tumbuh sejajar dengan saudara-saudara tirinya di dalam lingkungan istana.

Nama Anggota Hubungan Keluarga Gelar Resmi Garis Suksesi
Marius Borg Høiby Anak Kandung Ratu Mette-Marit Rakyat Biasa (Tanpa Gelar) Tidak Ada
Putri Ingrid Alexandra Adik Tiri Marius Putri Mahkota Norwegia Urutan Pertama
Pangeran Sverre Magnus Adik Tiri Marius Pangeran Norwegia Urutan Kedua

Ujian Berat Bagi Monarki Baru Norwegia

Skandal hukum yang membelit Marius datang pada momen yang sangat krusial bagi masa depan monarki Norwegia. Dengan wafatnya Raja Harald V, Pangeran Haakon kini naik takhta sebagai Raja Norwegia yang baru, sementara Mette-Marit resmi mendampinginya sebagai Ratu. Kasus pidana yang melibatkan putra sulung Ratu ini jelas menjadi ujian moral serta politik yang amat berat bagi citra keluarga kerajaan di mata publik internasional.

Meskipun demikian, keputusan keluarga kerajaan untuk tetap memperbolehkan Marius hadir memberikan salam perpisahan terakhir menunjukkan sisi kemanusiaan yang mendalam. Bagi keluarga kerajaan, di balik status hukum dan tuduhan berat yang membelitnya, Marius tetaplah sosok anak dan cucu yang dibesarkan dengan kasih sayang oleh almarhum Raja Harald V. Duka cita atas kepergian sang kakek menjadi bukti bahwa ikatan kekeluargaan sering kali melampaui segala batas gelar dan polemik hukum.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS wendy-anwar

Reporter Travel. Menjelajah destinasi Indonesia dan tips wisata.

Comments (0)

User