warkini.
Travel

Pakistan Perketat Keamanan Jelang Aksi PTI, Bom Mastung Tewaskan Petugas

ISLAMABAD — Pemerintah federal Pakistan mengerahkan tiga kompi tentara ke Rawalpindi selama enam bulan untuk menjalankan "tugas keamanan sensitif" sekaligu

Pakistan Perketat Keamanan Jelang Aksi PTI, Bom Mastung Tewaskan Petugas

ISLAMABAD — Pemerintah federal Pakistan mengerahkan tiga kompi tentara ke Rawalpindi selama enam bulan untuk menjalankan "tugas keamanan sensitif" sekaligus merespons situasi tak terduga. Keputusan itu tertuang dalam perintah Kementerian Dalam Negeri yang diterbitkan pada 21 Agustus, dan muncul lebih dari sebulan sebelum rencana long march Pakistan Tehreek-i-Insaf (PTI) menuju Islamabad pada 27 September.

Di sisi lain, situasi keamanan juga diuji di Provinsi Balochistan. Seorang petugas keamanan gugur dan enam lainnya terluka dalam ledakan bom pinggir jalan di kawasan Khad Kocha, Distrik Mastung, pada Sabtu (22/8). Insiden itu terjadi hanya sehari setelah empat buruh tewas dalam ledakan serupa di wilayah yang sama.

Pengerahan Tentara Berdasarkan Pasal 245 Konstitusi

Perintah tersebut dikeluarkan menyusul permintaan resmi Departemen Dalam Negeri Punjab. Dalam dokumen yang salinannya diperoleh Dawn, pemerintah federal menyatakan pengerahan tiga kompi Pakistan Army dilakukan untuk "tugas keamanan sensitif di Rawalpindi guna menghindari situasi yang tidak diinginkan sekaligus merespons secara efektif setiap situasi tak terduga sesuai kebutuhan administrasi distrik, berlaku efektif segera selama enam bulan".

Pengerahan ini dilandasi Pasal 245 Konstitusi Pakistan yang mengatur penempatan angkatan bersenjata dalam membantu kekuasaan sipil. Berdasarkan ketentuan itu, pemerintah dapat memanggil militer untuk membantu aparat sipil menjaga ketertiban umum, melindungi instalasi penting, atau merespons keadaan darurat.

Waktu pengerahan dinilai signifikan karena dilakukan lebih dari satu bulan sebelum long march PTI pada 27 September. Partai oposisi itu mengklaim aksi tersebut bisa menarik sekitar dua juta peserta. Ketua Menteri Khyber Pakhtunkhwa, Ali Amin Gandapur, sebelumnya menegaskan tidak akan mundur dari rencana long march tersebut.

Keputusan ini juga diambil di tengah kontroversi implementasi perintah Mahkamah Agung terkait perawatan mantan Perdana Menteri Imran Khan di Rumah Sakit Internasional Shifa. PTI dan PML-N saling menuduh melakukan penghinaan terhadap pengadilan (contempt of court). Rawalpindi sendiri merupakan kota garnisun yang menjadi pusat instalasi militer dan pemerintahan penting, sehingga penempatan pasukan tambahan dianggap langkah preventif.

Kronologi Ledakan Bom di Mastung

Sementara itu, di Distrik Mastung, Balochistan, sebuah alat peledak yang ditanam di kawasan Gro, Khad Kocha, di sepanjang Jalan Raya Nasional Quetta-Karachi diledakkan saat konvoi kendaraan keamanan melintas. Berikut urutan kejadian menurut keterangan polisi:

  1. Alat peledak rakitan diledakkan saat kendaraan keamanan melintas di kawasan Gro, Khad Kocha.
  2. Satu kendaraan terkena ledakan, menewaskan seorang petugas keamanan dan melukai enam orang lainnya.
  3. Baku tembak sengit terjadi selama beberapa saat setelah ledakan.
  4. Para pelaku melarikan diri begitu personel keamanan tambahan tiba di lokasi.
  5. Jenazah dan korban luka dilarikan ke Rumah Sakit Nawab Ghous Bakhsh Raisani Memorial.
  6. Jalan raya ditutup, menghentikan lalu lintas di sejumlah titik, dan operasi pencarian diluncurkan untuk memburu para pelaku.

Seorang perwira polisi senior mengonfirmasi kepada Dawn bahwa satu kendaraan terkena dampak ledakan, sementara kendaraan lainnya selamat. "Para pelaku melarikan diri dari lokasi begitu personel keamanan tambahan tiba di area tersebut," kata pejabat polisi.

Serangan Beruntun di Wilayah yang Sama

Ledakan di Mastung ini bukan insiden pertama di kawasan tersebut. Sehari sebelumnya, empat buruh yang bekerja di kebun apel tewas dan tiga lainnya terluka dalam ledakan di area yang sama. Petugas rumah sakit yang memeriksa jenazah dan korban luka menemukan bekas pecahan peluru (splinter) yang jelas pada tubuh korban.

Berikut perbandingan dua insiden keamanan yang terjadi di Pakistan pekan ini:

AspekPengerahan RawalpindiLedakan Mastung
TanggalPerintah 21 AgustusSabtu, 22 Agustus
LokasiRawalpindi, PunjabKhad Kocha, Mastung
KorbanTidak ada1 gugur, 6 terluka
Dasar hukumPasal 245 KonstitusiInvestigasi kepolisian

Analisis: Ujian Ganda bagi Keamanan Pakistan

Dua peristiwa ini menggambarkan tekanan keamanan ganda yang dihadapi Pakistan. Di sisi politik, pengerahan militer ke Rawalpindi menunjukkan kekhawatiran pemerintah pusat terhadap eskalasi aksi PTI di ibu kota. Di sisi lain, serangan di Mastung mengingatkan bahwa ancaman kelompok bersenjata di Balochistan belum mereda.

Pola ledakan pinggir jalan yang menyasar konvoi keamanan menunjukkan kelompok bersenjata masih memiliki kemampuan operasional, dan serangan dua hari berturut-turut di wilayah yang sama mengindikasikan perencanaan yang terkoordinasi.

"Kombinasi ancaman politik dan terorisme menuntut respons keamanan yang menyeluruh, bukan sekadar penempatan pasukan," kata seorang analis keamanan yang enggan disebutkan namanya. Pemerintah Pakistan tampaknya memilih jalur pengerahan militer sebagai instrumen utama, baik untuk mengamankan ibu kota dari aksi massa maupun menekan kelompok bersenjata di pedalaman. Namun, efektivitas pendekatan ini masih menjadi pertanyaan besar di tengah serangan yang terus berulang, sementara publik menanti apakah langkah tersebut mampu menekan eskalasi hingga puncak long march akhir September.

[SOCIAL_TWEET]: Pakistan kerahkan 3 kompi tentara ke Rawalpindi jelang long march PTI; bom di Mastung tewaskan 1 petugas & lukai 6 orang. #Pakistan #PTI #Mastung[SOCIAL_TG]: Pemerintah Pakistan kerahkan 3 kompi tentara ke Rawalpindi selama 6 bulan jelang long march PTI. Di Mastung, bom pinggir jalan tewaskan 1 petugas keamanan dan lukai 6 lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kimberly-sutanto

Reporter Hiburan. Meliput film, musik, dan selebriti Indonesia.

Comments (0)

User