Paus Bungkuk Terdampar di Pantai Perancak, Bali

Seekor paus bungkuk (Megaptera novaeangliae) terdampar di pesisir Pantai Desa Perancak, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Kamis (12/10/2025) pagi. Bangkai mam

Jul 16, 2026 - 11:33
0 0
Paus Bungkuk Terdampar di Pantai Perancak, Bali

Seekor paus bungkuk (Megaptera novaeangliae) terdampar di pesisir Pantai Desa Perancak, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Kamis (12/10/2025) pagi. Bangkai mamalia laut sepanjang kurang lebih 12 meter dengan berat diperkirakan 20 ton itu ditemukan oleh nelayan setempat sekitar pukul 06.30 WITA. Tim gabungan dari Polres Jembrana, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Bali, dan komunitas nelayan segera dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan investigasi awal.

Kronologi Kejadian

  1. Nelayan bernama I Wayan Suardana melaporkan penemuan bangkai paus tersebut saat hendak melaut. Ia melihat gumpalan besar di bibir pantai dan mendekat untuk memastikan.
  2. Petugas Polsek Perancak tiba di lokasi pada pukul 07.15 WITA, memasang garis polisi dan mengamankan area dari kerumunan warga.
  3. Tim BBKSDA Bali tiba pada pukul 09.00 WITA dengan membawa peralatan bedah bangkai (necropsy) untuk mengetahui penyebab kematian.
  4. Proses evakuasi menggunakan alat berat dimulai pukul 11.30 WITA. Bangkai paus ditarik ke lokasi yang lebih tinggi agar tidak terseret arus kembali ke laut.
  5. Sampai pukul 15.00 WITA, tim masih melakukan pembedahan dan mengambil sampel jaringan, lemak, dan organ dalam untuk pemeriksaan laboratorium.

“Kami curiga paus ini sudah mati beberapa hari sebelum terdampar. Tidak ada luka akibat tubrukan kapal, tapi mungkin ada penyakit atau gangguan navigasi. Hasil necropsy akan kami kirim ke laboratorium pusat di Denpasar,” ujar Drh. Putu Ayu, dokter hewan BBKSDA Bali.

Upaya Penyelamatan & Penanganan

Meskipun paus sudah dalam kondisi mati, tim tetap melakukan prosedur standar untuk menghindari risiko ledakan gas akibat pembusukan. Pihak BBKSDA memutuskan untuk mengubur bangkai di lokasi sekitar setelah sampel diambil, dengan kedalaman lubang 4 meter dan dilapisi kapur agar tidak mencemari lingkungan.

Kapolres Jembrana AKBP I Gusti Made Surya menambahkan bahwa koordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan setempat terus dilakukan untuk memantau kemungkinan adanya paus lain yang terdampar. “Kami juga imbau warga tidak mendekat karena risiko penyakit dari bangkai,” katanya.

Penyebab Terdampar: Analisis Awal

Paus bungkuk dikenal sebagai hewan migran yang kerap melintasi perairan Indonesia, termasuk selat antara Bali dan Jawa. Beberapa faktor yang diduga memicu terdamparnya paus ini antara lain:

  • Gangguan sonar alami atau buatan: Suara bising dari kapal atau aktivitas seismik dapat membingungkan navigasi paus.
  • Penyakit atau parasit: Infeksi pada organ pendengaran atau sistem saraf pusat bisa menyebabkan disorientasi.
  • Perubahan arus laut: Fenomena cuaca seperti angin muson dapat mendorong paus ke perairan dangkal.

BBKSDA Bali menegaskan bahwa hasil lengkap necropsy akan diketahui dalam 1–2 pekan. Sampel juga akan diuji untuk polutan atau biotoksin yang mungkin memengaruhi kesehatan paus.

Dampak Lingkungan dan Edukasi

Peristiwa ini menjadi pengingat akan kerentanan mamalia laut terhadap aktivitas manusia. Pemerintah Kabupaten Jembrana berencana memasang papan informasi di Pantai Perancak tentang cara melaporkan kejadian satwa terdampar. Masyarakat diimbau menghubungi BBKSDA Bali di 0361-123456 atau Polres Jembrana jika menemukan hewan laut terdampar, baik hidup maupun mati.

[SOCIAL_TWEET]: Seekor paus bungkuk sepanjang 12 meter ditemukan mati terdampar di Pantai Perancak, Bali. Tim BBKSDA lakukan necropsy untuk cari penyebab kematian. Jangan dekati bangkai! #PausTerdampar #Bali #BBKSDA[SOCIAL_TG]: 🐋 BREAKING: Paus bungkuk mati terdampar di Pantai Perancak, Jembrana. Tim BBKSDA evakuasi dan ambil sampel. Warga diminta jangan mendekat. #Bali #Paus

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User