Wakil Presiden Gibran Tinjau Jembatan Way Bungur, Janji Rampung Akhir Juli
Lampung Timur — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung pembangunan Jembatan Way Bungur yang sebelumnya viral karena puluhan pelajar terpak
Kunjungan dilakukan pada Selasa (14/7/2026) di Kecamatan Marga Tiga. Gibran turun ke lokasi bersama Bupati Lampung Timur dan jajaran Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatra Selatan. Dalam sela-sela peninjauan, ia berinteraksi dengan warga yang mengeluhkan kondisi darurat jembatan yang rusak sejak banjir bandang November 2025.
“Kami pastikan pembangunan fisik jembatan selesai pada pekan terakhir Juli. Setelah itu, proses pengaspalan dan pemasangan pagar pengaman akan berlangsung Agustus, tapi akses sudah bisa digunakan,” ujar Gibran di hadapan puluhan pelajar yang selama enam bulan terakhir menyeberang menggunakan rakit bambu dan perahu nelayan.
Jembatan Way Bungur memiliki bentang 36 meter dengan lebar 4,5 meter, dirancang sebagai jembatan beton bertulang yang mampu menahan beban kendaraan ringan hingga 8 ton. Proyek ini menelan anggaran Rp 8,2 miliar dari dana alokasi khusus (DAK) fisik dan APBD provinsi. Sebanyak 1.200 jiwa di tiga desa—Margorejo, Marga Jaya, dan Marga Mulya—akan diuntungkan, terutama 340 pelajar yang setiap hari menempuh jarak 2 kilometer dengan perahu.
Analisis: Infrastruktur Darurat vs Pendidikan
Kasus Jembatan Way Bungur bukan insiden terisolasi. Berdasarkan data Kementerian PUPR per Juni 2026, sebanyak 28 jembatan rusak berat di Lampung belum tertangani karena keterbatasan anggaran dan koordinasi daerah. Dari jumlah tersebut, 11 di antaranya berada di jalur penghubung sekolah, sehingga ribuan pelajar terpaksa menggunakan moda transportasi alternatif berisiko tinggi.
“Ini gambaran ironi. Di era digital, masih ada anak Indonesia yang harus mempertaruhkan nyawa demi bersekolah. Percepatan proyek seperti ini seharusnya menjadi standar, bukan anomali,” ujar Surya Darma, peneliti kebijakan infrastruktur dari Universitas Lampung, kepada Warkini.com. Ia menambahkan bahwa keberhasilan penyelesaian jembatan Way Bungur akan menjadi ujian komitmen pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur dasar di daerah 3T.
Viralnya kondisi jembatan pada Maret 2026 mendorong perhatian publik. Tagar #JembatanPerahuLampung sempat menjadi trending di X (Twitter) selama dua hari, memicu respons cepat dari pemerintah pusat. Gibran mengatakan bahwa peristiwa ini menjadi “pengingat keras” bahwa data kerusakan infrastruktur daerah harus diperbaharui secara real-time dan respons penanganan harus lebih gesit.
| Nama Jembatan | Kondisi Sebelum | Status Penanganan | Anggaran (Rp) | Target Selesai |
|---|---|---|---|---|
| Way Bungur | Rusak berat | Konstruksi 85% | 8,2 miliar | Juli 2026 |
| Way Seputih | Retak struktur | Lelang ulang | 5,5 miliar | Oktober 2026 |
| Way Tulang Bawang | Terputus total | Desain | 12 miliar | Maret 2027 |
| Way Pengubuan | Rusak ringan | Perbaikan selesai | 1,3 miliar | April 2026 |
Data tersebut menunjukkan bahwa dari empat jembatan prioritas di Lampung Timur, hanya satu yang telah selesai diperbaiki. Dua jembatan lainnya masih dalam tahap pengadaan dan perencanaan, yang artinya ancaman terulangnya kasus serupa masih terbuka. Pengamat mendesak agar pemerintah daerah membuat peta jalan (roadmap) perbaikan jembatan darurat yang diprioritaskan pada akses pendidikan dan kesehatan.
Gibran menginstruksikan BBPJN untuk mengawal progres harian dan melaporkan setiap hambatan ke kantor wakil presiden. “Jangan sampai ada cerita sedih lagi karena jembatan putus. Anggaran ada, komitmen ada. Tinggal eksekusi yang cepat dan transparan,” tegasnya.
Respons positif datang dari warga Desa Margorejo. Aminah (38), ibu dari tiga anak yang setiap hari menyeberang naik perahu, mengaku lega. “Anak saya kelas 5 SD. Dulu kalau hujan, saya nahan nangis lihat mereka nebeng perahu. Sekarang sudah ada harapan jembatan jadi,” ujarnya.
Meski demikian, beberapa warga masih menyuarakan kekhawatiran soal kualitas konstruksi. Mereka meminta agar pengawasan dilakukan oleh tim independen untuk mencegah jembatan kembali rusak dalam waktu singkat. Kepala Desa Marga Jaya mengatakan bahwa pihaknya telah mengirim surat permohonan audit ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Setelah jembatan rampung, pemerintah desa berencana membangun pos jaga di kedua ujung jembatan. Tujuannya mengatur lalu lintas dan mencegah beban berlebih. Gibran menyambut baik inisiatif tersebut dan berjanji akan menyalurkan bantuan pengeras suara dan rambu lalu lintas dari Kementerian Perhubungan.
Dengan selesainya Jembatan Way Bungur, diharapkan tidak ada lagi pelajar di Lampung Timur yang harus mempertaruhkan keselamatan hanya untuk sampai ke sekolah. Proyek ini menjadi simbol bahwa perhatian negara terhadap infrastruktur desa harus terus dipertahankan, bukan hanya ketika viral.
[SOCIAL_TWEET]: Gibran tinjau Jembatan Way Bungur Lampung Timur, janji rampung akhir Juli. 340 pelajar tak perlu lagi naik perahu ke sekolah #InfrastrukturLampung #JembatanPerahu[SOCIAL_TG]: 🚧 Gibran tinjau Jembatan Way Bungur, Lampung Timur. Janji rampung Juli. Tak ada lagi pelajar naik perahu. Baca: [link]
Comments (0)