Penyintas di Pidie Jaya Ini Berhasil Bangkit Lewat Pemanfaatan Dana Stimulan

Pidie Jaya, Warkini.com – Lembaga penyalur bantuan menyebutkan dana stimulan yang digulirkan kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, tak sekadar memperbaiki r

Jul 08, 2026 - 00:12
0 1
Penyintas di Pidie Jaya Ini Berhasil Bangkit Lewat Pemanfaatan Dana Stimulan

Pidie Jaya, Warkini.com – Lembaga penyalur bantuan menyebutkan dana stimulan yang digulirkan kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, tak sekadar memperbaiki rumah yang rusak. Lebih dari itu, bantuan ini menjadi api kecil yang menyulut kembali semangat ekonomi keluarga penyintas. Di tengah proses pemulihan pascabanjir bandang dan lumpur, sejumlah warga mulai membangun ulang sumber penghidupan lewat usaha-usaha rumahan yang tumbuh di kawasan hunian sementara (huntara). Salah satu motor penggerak kebangkitan itu adalah Milawati, warga Desa Meunasah Lhok.

Milawati menerima dana stimulan untuk memperbaiki rumah yang porak poranda dihantam banjir. Ruang tamunya yang semula berlumpur tebal perlahan dibersihkan, dinding yang retak mulai ditambal. Namun, proses pemulihan yang ia jalani tidak mulus. Ketika sisa lumpur masih menempel dan material bangunan baru separuh terpasang, banjir susulan kembali merendam desanya. Kerja keras berminggu-minggu seakan sia-sia, dan harapan untuk segera pulih kembali diuji.

Dari Reruntuhan ke Gerobak Usaha

Di tengah keterbatasan dan rasa lelah yang menumpuk, Milawati memilih jalan bangkit. Bersama suami dan kedua anaknya, ia memutuskan untuk tidak berlarut dalam kepedihan. Dana yang tersisa dari bantuan perbaikan rumah dialokasikan sebagian untuk modal kecil-kecilan. Mereka membeli tepung, minyak goreng, dan aneka rasa, lalu mengubah sudut huntara menjadi dapur produksi. Kini, setiap pagi aroma pisang goreng, risoles, dan pastel menguar dari tenda pengungsian—pertanda bahwa ekonomi keluarga perlahan bergerak.

"Awalnya kami hanya ingin membuat camilan untuk anak-anak, biar mereka tidak trauma terus. Lalu tetangga tanya-tanya, akhirnya kami coba jual. Ternyata banyak yang minat," cerita Milawati dengan mata berbinar saat diwawancara tim Warkini.com di huntara Desa Meunasah Lhok, Kamis (15/5/2025).

"Dana stimulan memang untuk fisik rumah, tapi kami maknai juga sebagai jembatan untuk berdiri lagi. Kalau cuma menunggu bantuan selesai, perut tidak bisa menunggu. Jadi kami usaha apa yang bisa," ujarnya.

Gerobak kecil Milawati kini mangkal di depan huntara, menjadi titik singgah bagi pekerja bangunan, relawan, dan sesama penyintas. Omzet hariannya memang tidak besar—hanya sekitar Rp60.000 hingga Rp100.000—namun cukup untuk membeli beras dan lauk-pauk sehari-hari. Lambat laun, ia bahkan mampu menyisihkan keuntungan untuk membeli bahan bangunan tambahan, seperti semen dan paku, yang tidak tercakup dalam bantuan.

Fenomena serupa juga terjadi di huntara lainnya. Beberapa penyintas mulai menjual pulsa, sembako, atau jasa cuci pakaian. Dana stimulan menjadi katalis yang membuka mata warga bahwa pemulihan tidak boleh bergantung sepenuhnya pada bantuan eksternal. Program ini dirancang oleh pemerintah bersama lembaga kemanusiaan agar penerima manfaat dapat dengan leluasa menentukan prioritas perbaikannya sendiri. Di tangan warga seperti Milawati, fleksibilitas tersebut diartikan sebagai peluang untuk menghidupkan kembali usaha yang sempat mati.

Kepala seksi pemulihan di tim koordinasi bencana Pidie Jaya, yang enggan disebutkan namanya, mengonfirmasi bahwa mekanisme dana stimulan memang didesain untuk memberikan kewenangan penuh kepada penerima. "Kami hanya memantau progres pembangunan fisik dan memastikan tidak ada penyalahgunaan. Tapi kalau penerima bisa mengembangkan usaha kecil dari sisa dana atau dari inspirasi perbaikan rumah, itu justru bonus sosial yang sangat berharga," jelasnya kepada Warkini.com.

Kini, dua bulan setelah bencana, atap rumah Milawati sudah terpasang meski lantai masih beralas papan seadanya. Di sisi timur huntara, gerobak camilannya tetap setia melayani pelanggan. "Rumah belum sempurna, tapi hati sudah tidak compang-camping lagi. Kami tahu, selama ada kemauan, rezeki dari jualan ini bisa menyelesaikan sisanya," tutup Milawati. Kisahnya menjadi bukti bahwa dana stimulan, jika diiringi ketangguhan, mampu melipatgandakan harapan—dari sekadar atap yang berdiri kembali menjadi kehidupan yang berdaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
jovan-pratama

Editor Sosial Media. Editor tren TikTok, Instagram, dan X.

Comments (0)

User