Perbanas Ungkap Penyebab Rendahnya Penyaluran Kredit UMKM

Jakarta, Warkini.com — Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) mengungkapkan bahwa sebagian besar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia masih enggan mengajukan kredit ke perbanka

Jul 08, 2026 - 00:46
0 0
Perbanas Ungkap Penyebab Rendahnya Penyaluran Kredit UMKM

Jakarta, Warkini.com — Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) mengungkapkan bahwa sebagian besar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia masih enggan mengajukan kredit ke perbankan. Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 90 persen UMKM belum pernah mengajukan pembiayaan ke bank karena merasa belum membutuhkan tambahan modal dari luar dan masih mengandalkan dana pribadi.

Ketua Umum Perbanas, Kartika Wirjoatmodjo, menjelaskan fenomena ini bukan semata karena akses yang sulit, melainkan adanya persepsi umum di kalangan UMKM bahwa penggunaan modal sendiri lebih aman dan bebas dari beban bunga. "Banyak pelaku UMKM di daerah yang belum melihat kredit sebagai alat untuk mengembangkan usaha, melainkan sebagai beban yang harus dihindari. Mereka lebih nyaman memutar uang dari hasil penjualan harian," ujarnya dalam diskusi ekonomi di Jakarta, Kamis (3/7/2025).

Faktor Psikologis dan Minimnya Edukasi

Lebih lanjut, Perbanas mencatat rendahnya literasi keuangan menjadi akar persoalan. Survei internal menunjukkan hanya 35 persen UMKM yang memahami seluk-beluk produk kredit usaha rakyat (KUR) atau kredit mikro lainnya. Sisanya mengaku takut terjerat utang, meskipun bunga KUR telah disubsidi pemerintah hingga di bawah 6 persen per tahun. "Edukasi menjadi kunci. Kami melihat potensi besar jika bank lebih aktif turun ke lapangan, bukan sekadar menunggu di kantor cabang," tambah Kartika.

Temuan ini sekaligus membantah anggapan bahwa rendahnya penyaluran kredit semata akibat rumitnya prosedur perbankan. Nyatanya, program-program seperti KUR telah menyederhanakan persyaratan, bahkan untuk pinjaman di bawah Rp50 juta hanya memerlukan surat keterangan usaha. Namun, masih banyak UMKM yang belum tersentuh informasi tersebut.

"Mereka lebih nyaman memutar uang dari hasil penjualan harian, padahal dengan tambahan modal yang tepat, omset bisa meningkat tiga kali lipat dalam setahun."

Sementara itu, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Maret 2025 menunjukkan total kredit UMKM mencapai Rp1.200 triliun, namun pertumbuhannya hanya 4,2 persen secara tahunan, jauh di bawah target pemerintah sebesar 7 persen. Angka ini mengonfirmasi temuan Perbanas bahwa potensi pembiayaan UMKM masih sangat besar jika hambatan psikologis dan literasi dapat diatasi.

Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM berencana memperkuat program pendampingan dan pelatihan manajemen keuangan bagi pelaku UMKM. Sinergi dengan perbankan diharapkan mampu mengubah pola pikir tradisional menjadi lebih modern dan berorientasi pertumbuhan. "Kami optimistis, jika 50 persen saja dari UMKM yang belum tersentuh kredit itu mau beralih, pertumbuhan ekonomi nasional bisa terdongkrak signifikan," tutup Kartika.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
kimberly-sutanto

Reporter Selebriti. Reporter selebriti dan entertainment.

Comments (0)

User