Lahan Kena Air Laut Disulap Jadi Sawah dan Tambak, Begini Hasilnya

Wilayah pesisir Kabupaten Batang, Jawa Tengah, yang selama ini terbengkalai akibat intrusi air laut, kini disulap menjadi kawasan produktif melalui program Minapadi Salin. Lahan seluas 32,26 hektare

Jul 08, 2026 - 00:46
0 1
Lahan Kena Air Laut Disulap Jadi Sawah dan Tambak, Begini Hasilnya

Wilayah pesisir Kabupaten Batang, Jawa Tengah, yang selama ini terbengkalai akibat intrusi air laut, kini disulap menjadi kawasan produktif melalui program Minapadi Salin. Lahan seluas 32,26 hektare di Pantai Sicepit, Kelurahan Kasepuhan, digunakan untuk budidaya padi, ikan, dan rumput laut secara terpadu. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Pemerintah Kabupaten Batang, yang dikelola oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sido Barokah Mulyo, Poktan Intani, dan Poktan Dewi Sri VI.

Konsep Minapadi Salin mengintegrasikan pertanian dan perikanan dalam satu hamparan, memanfaatkan air payau untuk mendukung pertumbuhan padi toleran salinitas sekaligus menyediakan habitat bagi ikan dan rumput laut. Dengan pendekatan ini, petani tidak hanya mendapatkan hasil panen padi, tetapi juga produk perikanan yang bernilai ekonomi tinggi. Warkini.com mencatat, program serupa sebelumnya telah sukses diterapkan di wilayah pesisir Mangunharjo, Semarang, dan Kabupaten Jepara melalui budidaya padi biosalin. Di Semarang, luas lahan yang semula hanya 20 hektare kini berkembang menjadi lebih dari 115 hektare, menunjukkan antusiasme dan adaptasi petani setempat yang sangat baik.

Hasil yang Menggembirakan

Di Jepara, realisasi panen padi biosalin mencapai 22 hektare, melampaui target awal 20 hektare. Keberhasilan ini menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp 1,23 miliar, memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan petani. Secara keseluruhan, program padi biosalin yang telah berjalan di tiga daerah tersebut mencatat total nilai ekonomi mencapai sekitar Rp 7,66 miliar. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa lahan pesisir yang semula dianggap marginal dapat dioptimalkan untuk mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Media kami melaporkan, keberlanjutan program Minapadi Salin tidak hanya bergantung pada panen sesaat, tetapi juga pada pendampingan teknis dan riset berkelanjutan dari BRIN. Varietas padi unggul yang toleran terhadap kadar garam tinggi menjadi kunci keberhasilan, didukung oleh manajemen air yang tepat agar salinitas tetap terkendali. Sementara itu, komoditas rumput laut yang dibudidayakan di sela-sela pematang sawah memberikan tambahan pendapatan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem perairan. Para petani di Kasepuhan, Batang, optimistis program ini dapat direplikasi di wilayah pesisir lain yang memiliki karakteristik serupa.

Laporan dari lapangan menyebutkan, kendala awal berupa skeptisisme petani terhadap kemampuan lahan bergaram perlahan sirna setelah melihat panen perdana di Semarang dan Jepara. Dukungan infrastruktur irigasi dari PGN serta pelibatan aktif penyuluh pertanian membuat proses adaptasi berjalan lebih cepat. Kini, lahan yang dulunya hanya hamparan pasir dan air asin disulap menjadi hamparan hijau padi yang sesekali dipenuhi riak ikan. Pemerintah Kabupaten Batang menargetkan perluasan areal tanam apabila hasil pada musim pertama sesuai harapan, sehingga program ini menjadi model pemberdayaan pesisir terpadu yang patut dicontoh.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bobby-hartono

Editor Viral. Editor kurasi konten viral dan trending.

Comments (0)

User