Jakarta, Warkini.com – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyatakan keterkejutannya setelah mengetahui ratusan bendera bertuliskan KSPSI AGN berkibar di kawasan Hotel Sultan, Senayan, Jakarta. Dalam keterangan yang diterima media kami, Kamis (18/6/2026), ia menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak mengetahui siapa yang memasang atribut tersebut dan tidak pernah memberikan instruksi untuk menggelar bendera serikat di lokasi itu.
“Saya kaget dan heran. Tiba-tiba ada ratusan bendera atas nama konfederasi kami terpasang di sana. Kami tidak tahu siapa pelakunya, tidak ada pemberitahuan resmi, apalagi instruksi dari pengurus pusat,” tegas Andi Gani kepada Warkini.com. Ia menambahkan, pemasangan bendera secara masif tanpa koordinasi itu sangat janggal dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, terlebih kawasan Hotel Sultan tengah menjadi sorotan karena proses eksekusi yang sedang berlangsung.
Keanehan tidak berhenti pada bendera. Andi Gani juga mengungkapkan bahwa dirinya menerima laporan adanya aksi yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan membawa atribut KSPSI AGN pada Rabu (17/6/2026) siang. Aksi tersebut, lagi-lagi, tidak diketahui dan tidak dikoordinasikan dengan kepengurusan resmi konfederasi. Atas dasar itulah, Andi Gani langsung memerintahkan seluruh jajaran pengurus KSPSI AGN untuk segera mendatangi lokasi dan mengecek situasi di lapangan. “Saya minta pengurus turun langsung, pastikan tidak ada oknum yang mencatut nama dan lambang organisasi kami,” ujarnya tegas.
Perintah Pencabutan Bendera dan Klarifikasi Publik
Bersamaan dengan pengecekan lapangan, Andi Gani juga memerintahkan agar seluruh bendera KSPSI AGN yang terpasang di kawasan Hotel Sultan segera dicabut. Langkah ini diambil untuk menghindari persepsi bahwa konfederasi terlibat dalam aksi atau gerakan yang tidak diketahui asal-usulnya. “Kami tidak mau nama KSPSI AGN dipakai untuk kepentingan yang tidak jelas. Siapa pun yang memasang bendera tanpa izin, kami minta segera diturunkan. Jika ada yang mengaku anggota, tunjukkan kartu tanda anggota dan surat tugas yang sah,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Warkini.com masih berusaha mengonfirmasi pihak pengelola Hotel Sultan terkait pemasangan ratusan bendera tersebut. Sementara itu, Andi Gani memastikan bahwa konfederasi akan menempuh langkah hukum jika terbukti ada pihak yang menyalahgunakan atribut organisasi tanpa hak. Ia juga mengimbau seluruh anggota serikat untuk tetap tenang dan menunggu arahan resmi dari pengurus pusat. “Kami tidak ingin isu ini berkembang liar. Segera cabut semua bendera dan klarifikasi ke publik bahwa KSPSI AGN tidak terkait dengan aksi di Hotel Sultan kemarin siang,” pungkasnya.
Situasi di sekitar Hotel Sultan terpantau kondusif meski sempat ramai oleh keberadaan bendera-bendera tersebut. Beberapa saksi mata melaporkan bahwa bendera-bendera itu tiba-tiba muncul dalam jumlah banyak sejak pagi hari, namun tidak terlihat adanya massa yang berjaga atau melakukan aksi demonstrasi. Aparat keamanan setempat juga telah melakukan koordinasi untuk memastikan tidak ada gesekan antarkelompok yang mengatasnamakan serikat pekerja di lokasi strategis tersebut.
Comments (0)