Pertamina Percepat Distribusi Usai Antrean BBM Subsidi Mengular di Medan
Antrean Mengular di SPBU Sejak Dua Hari Terakhir Kota Medan dan sejumlah wilayah di sekitarnya tengah dilanda kegelisahan akibat sulitnya mendapatkan Bahan
Antrean Mengular di SPBU Sejak Dua Hari Terakhir
Kota Medan dan sejumlah wilayah di sekitarnya tengah dilanda kegelisahan akibat sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar. Sejak dua hari terakhir, antrean kendaraan terlihat mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang menyalurkan produk bersubsidi. Para pengemudi harus rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan pasokan bahan bakar dengan harga terjangkau tersebut, bahkan sebagian di antaranya menginap di lokasi demi menjaga posisi antrean agar tidak kehabisan.
Situasi ini semakin memprihatinkan menjelang akhir pekan ketika mobilitas masyarakat cenderung meningkat. Terlihat ratusan sepeda motor, mobil pribadi, hingga kendaraan angkutan umum dan logistik mengantre dengan tertib, meski wajah para pengemudi terlihat lelah dan frustrasi. Beberapa di antaranya bahkan membawa jeriken cadangan guna mengantisipasi kelangkaan yang berkepanjangan dan memastikan operasional kendaraan mereka tidak terhenti total di tengah kesibukan harian.
"Saya sudah antre dari pagi, tapi sampai siang ini belum juga dapat giliran. Pertalite di SPBU dekat rumah katanya habis sejak kemarin malam. Padahal saya butuh buat narik ojek online setiap hari demi biaya hidup keluarga," ujar Dedi, pengemudi ojek online yang ditemui di SPBU Jalan Sisingamangaraja, Medan, Jumat (14/2/2026).
Fenomena antrean panjang ini tidak hanya terjadi di satu atau dua titik SPBU saja. Beberapa lokasi strategis di pusat kota maupun pinggiran Medan dilaporkan mengalami lonjakan permintaan yang tidak seimbang dengan pasokan yang tersedia di nozzle pengisian. Akibatnya, kemacetan ringan hingga parah terjadi di sekitar area SPBU, mengganggu arus lalu lintas harian warga yang tidak ikut mengantre.
Pertamina Bantah Stok Habis dan Percepat Distribusi
Menanggapi keluhan masyarakat, PT Pertamina (Persero) langsung memberikan klarifikasi. Pihaknya membantah keras isu bahwa stok BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar benar-benar langka atau habis di wilayah Medan. Menurut Pertamina, ketersediaan stok secara nasional maupun regional Sumatera Utara masih dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode ini.
"Stok BBM subsidi kita masih aman. Tidak ada kekurangan signifikan di Medan. Yang terjadi adalah adanya kendala distribusi sementara yang membuat pasokan ke beberapa SPBU terlambat dibandingkan biasanya," jelas Regional Manager Communication & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Jumat.
Pertamina menegaskan bahwa pihaknya kini tengah mengebut proses distribusi dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) menuju SPBU-SPBU yang mengalami lonjakan antrean. Truk tangki ditambah frekuensi pengirimannya, termasuk mengoptimalkan jadwal pengangkutan pada malam hari agar stok di SPBU kembali normal saat pagi hari dan masyarakat tidak perlu lagi antre berjam-jam.
Percepatan distribusi ini menjadi langkah darurat demi memutus mata rantai antrean yang semakin memanjang. Pertamina juga memastikan bahwa tidak ada pengurangan kuota pasokan BBM subsidi untuk wilayah Sumatera Utara. Lonjakan permintaan yang tidak biasa diprediksi sebagai salah satu pemicu ketidakseimbangan pasokan sementara akibat tingginya aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
Dampak Ekonomi dan Sosial Bagi Masyarakat
Kelangkaan BBM subsidi, meski disebut hanya bersifat sementara, telah memberikan dampak nyata pada aktivitas ekonomi masyarakat menengah bawah. Para pengemudi angkutan umum, ojek online, serta sopir truk logistik mengaku pendapatan mereka menurun drastis karena sebagian besar waktu operasional habis untuk mengantre bahan bakar di bawah terik matahari.
- Pengemudi ojek online mengalami pemotongan pendapatan harian akibat waktu operasional berkurang signifikan sejak pagi.
- Sopir angkot dan bus antarkota terpaksa mengurangi frekuensi trayek untuk menghemat sisa BBM dan menghindari antrean panjang.
- Pedagang kecil yang mengandalkan kendaraan roda dua untuk distribusi barang mengeluh biaya operasional membengkak jika terpaksa beralih ke BBM non-subsidi.
Di sisi lain, warga yang biasa menggunakan kendaraan pribadi mulai mencari alternatif dengan beralih ke transportasi umum atau menunda perjalanan tidak penting. Namun, kondisi ini turut membebani sektor angkutan umum yang juga kehabisan stok BBM subsidi sehingga terjadi domino efek pada mobilitas kota.
Dinas Perhubungan Kota Medan bersama pihak kepolisian telah menurunkan personel untuk mengatur lalu lintas di sekitar SPBU yang ramai. Tujuannya untuk meminimalisir kemacetan dan mengamankan jalur distribusi truk tangki agar dapat masuk ke SPBU tanpa hambatan dari kendaraan pribadi yang mengantre.
Pertamina menargetkan dalam 24 hingga 48 jam ke depan pasokan BBM subsidi di seluruh SPBU di Medan dan sekitarnya kembali normal. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan panic buying atau menyimpan BBM subsidi dalam jumlah besar karena dapat membahayakan keselamatan jiwa dan mengganggu stabilitas pasokan.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah SPBU mulai mengalirkan kembali pasokan Pertalite dan Solar pada Jumat sore, meski antrean masih terlihat mengular hingga menjelang malam. Warga berharap komitmen percepatan distribusi yang dijanjikan Pertamina dapat terbukti secara konsisten sehingga aktivitas harian tidak lagi terganggu oleh ketidakpastian pasokan bahan bakar bersubsidi.
[SOCIAL_TWEET]: Antrean panjang BBM subsidi di Medan bikin warga resah. Pertamina bilang stok aman & lagi percepat distribusi. Kapan normal? ⛽ #BBMSubsidi #Medan #Pertamina[SOCIAL_TG]: ⛽ Warga Medan dilanda antrean BBM subsidi! Pertamina bilang stok aman & sedang percepat distribusi. Cek detailnya 👇
Comments (0)