Pohon Kapas Kuno di Perbatasan Arizona Terancam Musnah Demi Pagar Imigrasi
ARIZONA – Sebuah kawasan hutan kapas (cottonwood) yang telah berusia puluhan hingga ratusan tahun di dekat perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko kini berada di ujung tanduk. Proyek percepatan pemb
ARIZONA – Sebuah kawasan hutan kapas (cottonwood) yang telah berusia puluhan hingga ratusan tahun di dekat perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko kini berada di ujung tanduk. Proyek percepatan pembangunan pagar perbatasan yang digenjot oleh pemerintah federal AS terancam merenggut pohon-pohon bersejarah tersebut dari muka bumi.
Para pegiat lingkungan dan warga lokal di sekitar Sungai San Pedro, Arizona, menyuarakan penolakan keras. Mereka menilai pohon-pohon kapas yang tumbuh subur di koridor sungai tersebut bukan sekadar vegetasi biasa, melainkan saksi bisu sejarah ekologi kawasan gurun yang langka.
Nilai Ekologis Tak Ternilai
Menurut laporan yang dihimpun media kami, pohon kapas Fremont (Populus fremontii) di sepanjang Sungai San Pedro merupakan salah satu habitat tepi sungai terakhir yang tersisa di gurun Sonoran. Ekosistem ini menjadi rumah bagi lebih dari 350 spesies burung, serta mamalia seperti jaguarundi dan coatimundi. Beberapa pohon raksasa diperkirakan berusia lebih dari 200 tahun, menjadikannya salah satu pohon kapas tertua di Amerika Serikat bagian barat daya.
Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) telah memberikan lampu hijau untuk mempercepat pembangunan tembok setinggi 30 kaki (sekitar 9 meter) yang akan membentang melewati kawasan lindung nasional San Pedro Riparian National Conservation Area. Pembangunan ini dijalankan tanpa melalui kajian lingkungan yang memadai, setelah pemerintah mencabut sejumlah regulasi lingkungan dengan dalih darurat keamanan nasional.
"Jika proyek ini terus dipaksakan, kami akan kehilangan bukan hanya pohon-pohon kuno ini, tapi juga koridor hidupan liar yang tak tergantikan. Ini adalah pengkhianatan terhadap warisan alam bangsa," ujar salah satu aktivis dari Koalisi Lestari Perbatasan kepada media kami, Selasa (27/5).
Tarikan Antara Keamanan dan Konservasi
Proyek penggantian pagar perbatasan ini merupakan bagian dari rencana besar pemerintah untuk menutup celah-celah yang dianggap rawan dilintasi imigran ilegal. Namun di sisi lain, kawasan hutan kapas ini berada di jalur strategis yang sulit dihindari. Biro Pengelolaan Lahan AS (BLM) yang mengelola kawasan konservasi itu menyatakan pihaknya tidak dilibatkan dalam proses persetujuan percepatan konstruksi.
Di tengah tarik ulur tersebut, para relawan dan peneliti kini berlomba melakukan pendataan genetik dan pencangkokan darurat beberapa pohon induk sebagai upaya penyelamatan terakhir. Mereka berharap setidaknya klon dari pohon-pohon legendaris itu bisa tetap lestari di kebun raya atau cagar alam lain meski pohon induknya terpaksa ditebang.
Laporan ini dikutip dari berbagai sumber lapangan oleh tim Warkini.com. Kami akan terus memantau perkembangan nasib hutan kapas kuno di perbatasan Arizona tersebut.
Comments (0)