Polisi Buru Komplotan Pencuri CCTV di JPO Jakarta
JAKARTA — Polisi memburu komplotan pencuri kamera pengawas (CCTV) yang beraksi di sejumlah jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jakarta. Aksi tersebut ter
Pencurian ini terungkap setelah petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat menerima laporan dari pengelola JPO pada awal pekan lalu. CCTV di JPO tersebut tepat berada di titik rawan kejahatan, seperti di JPO Jalan MH Thamrin dan JPO di kawasan Tanah Abang. Menurut keterangan polisi, pelaku beraksi dalam kelompok kecil yang terdiri dari 2 hingga 3 orang. Mereka menggunakan alat sederhana untuk membuka bracket kamera dan langsung membawa kabur unit CCTV berikut kabelnya.
Salah satu saksi, seorang pedagang kaki lima di sekitar JPO, mengaku melihat sekelompok orang menaiki JPO sekitar pukul 05.30 WIB. "Saya kira mereka petugas yang mau perbaiki, ternyata mereka copot CCTV dan lari. Saya baru sadar setelah mereka pergi," ujarnya kepada wartawan, Kamis (9/1).
Analisis Modus Operandi dan Dampak Kehilangan CCTV
Modus pencurian ini tergolong terencana. Pelaku memilih waktu subuh ketika aktivitas warga masih minim dan petugas keamanan belum berjaga optimal. Mereka tidak merusak tiang atau kotak panel, melainkan langsung membuka kunci pengaman kamera. Hal ini menunjukkan pelaku memiliki pengetahuan dasar tentang instalasi CCTV.
Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 50 juta untuk setidaknya 8 unit kamera yang hilang. Namun kerugian nonmaterial jauh lebih besar. Fungsi CCTV sebagai alat deteksi dini kejahatan menjadi lumpuh di titik-titik tersebut. Padahal, data Polda Metro Jaya sepanjang 2025 menunjukkan bahwa rekaman CCTV menyumbang bukti kunci pada 70% pengungkapan kasus kejahatan jalanan.
| Lokasi JPO | Jumlah CCTV Hilang | Kamera Pengganti | Status Keamanan |
|---|---|---|---|
| MH Thamrin (depan Hotel Indonesia) | 3 unit | Belum terpasang | Rawan |
| Tanah Abang (dekat Stasiun) | 2 unit | Dalam proses pengadaan | Sedang dirapatkan |
| Bundaran HI (sisi selatan) | 1 unit | Sudah dipasang | Aman |
| Pasar Baru | 2 unit | Belum terpasang | Rawan |
Data di atas menunjukkan bahwa dari total 8 unit yang hilang, baru satu titik yang sudah diganti. “Ini celah serius karena pencuri bisa kembali memanfaatkan titik buta,” ujar Dr. Andi Pratama, pakar keamanan perkotaan dari Universitas Indonesia. Ia menambahkan bahwa pencurian CCTV sering terjadi karena perangkat tersebut memiliki nilai jual tinggi di pasar gelap, terutama komponen lensa dan chipset yang bisa dilego hingga Rp 2 juta per unit.
Langkah Polisi dan Upaya Pengamanan
Polisi telah mengidentifikasi komplotan ini melalui rekaman kamera lain di sekitar JPO serta keterangan saksi. Pelaku diduga merupakan jaringan penadah yang sudah beroperasi di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Polres Metro Jakarta Pusat bekerja sama dengan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya untuk melakukan pengejaran. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi mengatakan, “Kami sudah kantongi ciri-ciri pelaku dan kendaraan yang digunakan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat berhasil diamankan.”
Selain pengejaran, pihak pengelola JPO juga akan meningkatkan sistem pengamanan. Rencananya, CCTV akan dipasang di titik yang lebih tinggi dan dijangkau dengan bracket anti-cut, serta ditambah sensor getar yang akan mengirimkan notifikasi ke pusat kendali jika ada upaya pembongkaran. Langkah ini dinilai lebih efektif daripada sekadar memindahkan kamera ke tempat biasa.
Untuk mempersempit ruang gerak pencuri, polisi juga mengimbau masyarakat dan pedagang sekitar untuk melaporkan aktivitas mencurigakan. Nomor hotline polisi 110 dan WhatsApp Lapor Pak di 0811-1121-110 siap menerima laporan 24 jam.
Comments (0)