Polisi Temukan Rp60 Miliar di Kafe Cipete, Diduga Hasil Korupsi Batu Bara

Gaspol! Rabu (8/7/2026) kemarin, kafe de'Clan di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, tiba-tiba jadi pusat perhatian netizen +62. Bukan karena live music atau

Jul 09, 2026 - 16:22
0 1
Polisi Temukan Rp60 Miliar di Kafe Cipete, Diduga Hasil Korupsi Batu Bara

Gaspol! Rabu (8/7/2026) kemarin, kafe de'Clan di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, tiba-tiba jadi pusat perhatian netizen +62. Bukan karena live music atau promo kopi buy 1 get 1, melainkan karena disambangi pasukan Kortas Tipikor Polri yang lagi hunting barang bukti. Kalau biasanya kafe ini dipenuhi Gen Z yang asik ngonten, siang itu malah penuh polisi. Gokil, itu kafe bukan cuma tempat nongkrong, tapi juga jadi safehouse rahasia tempat ngumpet uang hasil korupsi batu bara. Bayangin aja, dari lantai dua kafe yang biasa buat remote working, polisi malah ngedapetin barang bukti yang bikin kita semua pause scroll TikTok: tumpukan uang tunai yang setara Rp60 miliar.

Detailnya bikin mata melotot. Kakortas Tipidkor Polri, Irjen Totok Suharyanto, spill isi barang bukti: uang Dolar Singapura sebanyak SGD 3.130.000 dalam pecahan 100 SGD, Dolar Amerika USD 889.965, plus uang tunai rupiah Rp259.159.000. Totalnya bukan kaleng-kaleng, setelah dikonversi nyaris Rp60 miliar. Kita bisa manyun, karena itu jumlah yang bahkan gak kebayang buat beli kue cubit seantero Jakarta. Selain duit, polisi juga ngamankan dokumen dan handphone yang diduga jadi kunci tiga kasus besar: PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel. Jadi bukan cuma korupsi biasa, ini udah kayak sinetron kejar-kejaran harta karun yang plot twist-nya bikin jantungan.

Kafe Jadi ATM Siluman? Begini Modusnya

Buat yang belum ngeh, kafe bukan tempat ideal buat simpan duit. Tapi di era koruptor makin kreatif, kafe dipilih biar gak nimbulin curiga. Mood-nya mirip sama film Money Heist, cuma bedanya ini real life dan gak ada Professor yang pinter. Satu sisi, ada dugaan uang ini parkir dulu sebelum diputer lewat bisnis hiburan, properti, atau malah crypto. "Ini pola pencucian uang generasi baru yang manfaatin sektor informal, jauh dari transaksi perbankan, dan sulit dilacak," kata pengamat anti-korupsi. Kafe dengan transaksi tunai harian yang padat jadi cover sempurna, karena aliran uang tunai gak bakal ngebangunin alarm PPATK.

Mata UangJumlahPerkiraan Nilai Rupiah
Dolar Singapura (SGD)3.130.000~Rp36 miliar (kurs Rp11.500)
Dolar Amerika (USD)889.965~Rp14,8 miliar (kurs Rp16.600)
Rupiah Tunai259.159.000~Rp259 juta
Total Konversi~Rp60 miliar

Di sinilah tea-nya: uang SGD dan USD itu kertas pecahan besar, jadi secara fisik gak bakal menuh-menuhin koper. Bisa diselipin di brankas kecil atau lemari karyawan tanpa bikin petugas kafe curiga. Modus ala koruptor milenial: minimal effort, maximum stealth. Tapi Kortas Tipikor gak kalah upgrade, kali ini mereka gercep berkat intelijen digital yang kemungkinan besar ngelacak komunikasi para tersangka. So, buat yang masih mikir bisa ngumpetin duit haram di balik mesin espresso, think again, bestie.

Keterkaitan dengan tiga BUMN bikin skandal ini makin panas. PLN yang sering bikin kita komplen mati lampu, ternyata duitnya bisa-bisa mampir ke kafe buat beli latte. ASABRI yang harusnya jamin masa depan prajurit malah numpang lewat buat project cuci duit. Sama halnya Krakatau Steel, proyek baja malah berujung duit ngumpul di Cipete. Ini bukan cuma korupsi biasa, tapi udah kayak crossover episode terburuk di semesta BUMN. Publik berhak ngamuk, karena di tengah ekonomi yang lagi gak pasti, berita kayak gini bikin kepercayaan makin tipis.

Nah gengs, sekarang kita lempar obrolan ke kalian: Menurut kalian, duit korupsi Rp60 miliar ini lebih baik diapain? Dibalikin ke negara buat bantu rakyat, dibikin kompetisi giveaway (bercanda ya, jangan ditiru), atau dijadikan museum korupsi biar boss-boss lain pada tobat? Drop your hottest take di reply, plus kasih rating 1-10 seberapa kaget kalian pas denger berita ini! πŸ‘‡πŸ”₯

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User