Prabowo dan Presiden Belarus Akan Luncurkan Roadmap Bilateral 2026-2030
Jakarta – Pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka akan menjadi momentum penting bagi penguatan hubungan kedua negara. Menter
Jakarta – Pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka akan menjadi momentum penting bagi penguatan hubungan kedua negara. Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan bahwa salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah peluncuran peta jalan kerja sama bilateral Indonesia-Belarus untuk periode 2026 hingga 2030.
Menurut laporan yang dihimpun media kami, kunjungan Presiden Lukashenko kali ini merupakan kunjungan balasan atas lawatan Presiden Prabowo ke Belarus pada 15 Juli 2025 silam. Sejak kunjungan tersebut, kedua negara terus mengidentifikasi dan mengembangkan berbagai potensi kerja sama yang saling menguntungkan.
"Seperti kita ketahui juga, telah terjadi penandatanganan EAEU CEPA, dan Belarus merupakan salah satu negara yang telah meratifikasi tersebut," ujar Sugiono di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
EAEU CEPA yang dimaksud merupakan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia. Ratifikasi yang dilakukan Belarus menandakan keseriusan negara tersebut dalam memperkuat integrasi ekonomi dengan Indonesia melalui kerangka kerja sama regional yang lebih luas.
Peluncuran roadmap bilateral 2026-2030 diharapkan dapat menjadi landasan strategis bagi pengembangan kerja sama di berbagai sektor prioritas. Dokumen ini akan memetakan langkah-langkah konkret yang akan diambil kedua negara dalam kurun waktu lima tahun ke depan, mencakup bidang perdagangan, investasi, industri pertahanan, pendidikan, dan teknologi.
Kunjungan kenegaraan ini juga dinilai sebagai sinyal positif bagi peningkatan hubungan diplomatik Indonesia dengan kawasan Eropa Timur. Di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah, diversifikasi mitra strategis menjadi langkah penting bagi Indonesia dalam menjaga kepentingan nasionalnya.
Pertemuan kedua pemimpin ini turut dihadiri oleh sejumlah menteri dan pejabat tinggi dari kedua negara. Berbagai nota kesepahaman juga diperkirakan akan ditandatangani sebagai bagian dari implementasi awal roadmap bilateral yang akan diluncurkan. Kerja sama pertahanan dan alih teknologi menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian khusus dalam pembahasan kali ini.
Dengan diluncurkannya peta jalan ini, kedua negara berharap volume perdagangan bilateral dapat meningkat secara signifikan. Data yang ada menunjukkan bahwa hubungan ekonomi Indonesia-Belarus masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar dan belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal.
Comments (0)