Prabowo Lantik 25 Pejabat Negara dan 10 Duta Besar Baru

Presiden Prabowo Subianto menggelar upacara pelantikan resmi di Istana Negara, Jakarta, pada Oktober 2025, untuk mengukuhkan 25 pejabat negara dan 10 Duta

Jul 12, 2026 - 21:57
0 0
Prabowo Lantik 25 Pejabat Negara dan 10 Duta Besar Baru

Presiden Prabowo Subianto menggelar upacara pelantikan resmi di Istana Negara, Jakarta, pada Oktober 2025, untuk mengukuhkan 25 pejabat negara dan 10 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP). Acara ini menandai langkah strategis pemerintahan dalam memperkuat jajaran eksekutif dan diplomasi Indonesia di kancah global.

Prosesi Pelantikan di Istana Negara

Upacara berlangsung khidmat di Ruang Kredensial Istana Negara pada pagi hari. Presiden Prabowo, didampingi Wakil Presiden dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, memimpin langsung pengambilan sumpah jabatan. Para pejabat dan duta besar yang dilantik mengenakan pakaian resmi kenegaraan, dengan prosesi diawali pengibaran bendera Merah Putih dan lagu kebangsaan "Indonesia Raya".

Dalam sambutannya, Presiden menekankan pentingnya integritas dan pelayanan publik.

"Ini adalah awal dari komitmen kita bersama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Setiap pejabat harus bekerja dengan hati nurani dan mengutamakan kepentingan rakyat di atas segalanya," tegas Prabowo di hadapan para tamu undangan.

25 Pejabat Negara Dilantik: Sebaran Posisi Strategis

Sebanyak 25 pejabat yang dilantik mencakup berbagai posisi, mulai dari eselon I hingga pimpinan lembaga negara. Berdasarkan siaran pers Sekretariat Kabinet, pelantikan ini bertujuan untuk mengisi kekosongan jabatan dan memperkuat koordinasi antarinstansi. Beberapa posisi strategis yang diisi antara lain:

  • Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) yang baru, menggantikan pejabat sebelumnya yang memasuki masa pensiun.
  • Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen, dalam rangka optimalisasi penegakan hukum.
  • Lima deputi di kementerian koordinator, termasuk Kemenko Perekonomian dan Kemenko Polhukam.
  • Empat rektor perguruan tinggi negeri terkemuka, yakni Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Airlangga.
  • Beberapa komisaris utama BUMN, termasuk di PT Pertamina dan PT PLN, untuk mendorong tata kelola perusahaan yang lebih transparan.
  • Pejabat pimpinan tinggi madya di Kementerian Keuangan, Kementerian Pertahanan, dan Kementerian Luar Negeri.

Proses seleksi para pejabat ini, menurut Menteri Sekretaris Negara, telah melalui tim penilai akhir (TPA) yang ketat, dengan mempertimbangkan rekam jejak dan kompetensi.

10 Duta Besar Baru untuk Perkuat Diplomasi Global

Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga melantik 10 Duta Besar LBBP yang akan ditempatkan di negara-negara sahabat dan organisasi internasional. Pelantikan ini merupakan bagian dari rotasi dan penempatan baru untuk memperkuat hubungan bilateral serta memperjuangkan kepentingan nasional.

Berikut daftar negara dan organisasi tujuan para duta besar yang baru dilantik:

  1. Amerika Serikat, dengan fokus penguatan kerja sama perdagangan dan investasi.
  2. Republik Rakyat Tiongkok, untuk memperdalam kemitraan strategis komprehensif.
  3. Arab Saudi, dalam rangka perlindungan WNI dan kerja sama ibadah haji.
  4. Uni Eropa (Brussel), sebagai ujung tombak negosiasi Indonesia-EU CEPA.
  5. Perserikatan Bangsa-Bangsa (New York), untuk memperjuangkan agenda multilateral.
  6. Australia, memperkuat pertahanan dan pendidikan.
  7. India, mempromosikan budaya dan perdagangan farmasi.
  8. Kanada, terutama kerja sama energi dan mineral kritis.
  9. Turki, menjajaki kerja sama industri pertahanan.
  10. Afrika Selatan, mewakili kepentingan Indonesia di kawasan Afrika.

Wakil Menteri Luar Negeri menyatakan bahwa para dubes telah menjalani pembekalan intensif selama dua bulan, termasuk orientasi kebijakan luar negeri Prabowo yang lebih asertif dan berorientasi pada keuntungan ekonomi.

Pesan Khusus untuk Para Dubes Baru

Dalam arahannya, Presiden Prabowo memberikan pesan khusus kepada para duta besar.

"Diplomasi kita harus membumi. Anda adalah wajah Indonesia di luar negeri. Jangan hanya duduk di kantor, tapi buka jaringan seluas-luasnya, bawa pulang investasi dan lindungi setiap warga negara kita di luar negeri," pesan Presiden.

Pesan ini sejalan dengan visi "Diplomasi Proaktif" yang digaungkan sejak awal masa jabatannya, di mana seluruh perwakilan RI harus mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Reaksi dan Harapan Publik

Pelantikan massal ini mendapat beragam tanggapan. Sejumlah pengamat politik menilai langkah ini sebagai upaya konsolidasi kekuasaan dan memperkuat loyalitas birokrasi. Sementara itu, masyarakat berharap para pejabat baru dapat membawa perubahan konkret, terutama dalam pelayanan publik yang bersih dan efisien.

Acara diakhiri dengan ucapan selamat dari para tamu dan sesi foto resmi di tangga Istana Negara, menandai dimulainya babak baru perjalanan 35 tokoh ini dalam mengabdi kepada bangsa.

[SOCIAL_TWEET]: Prabowo resmi lantik 25 pejabat dan 10 dubes baru. "Ini awal kerja nyata untuk Indonesia." Siapa saja dan ke mana penempatannya? Simak selengkapnya! #Prabowo #Pelantikan #DiplomasiIndonesia [SOCIAL_TG]: 🔴 Pelantikan! Prabowo kukuhkan 25 pejabat & 10 Dubes RI. Tugas mereka: perkuat birokrasi dalam negeri dan diplomasi luar negeri. Detail lengkapnya klik di sini!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User