Raja Yordania Tiba di Indonesia, Prabowo dan Abdullah II Perkuat Hubungan Bersejarah
Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein dijadwalkan tiba di Indonesia pada Jumat, 14 November 2025, dalam kunjungan kenegaraan pertamanya sejak Prabowo Su
Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein dijadwalkan tiba di Indonesia pada Jumat, 14 November 2025, dalam kunjungan kenegaraan pertamanya sejak Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden RI. Ini merupakan kunjungan balasan atas silaturahmi intensif yang telah dibangun keduanya selama lebih dari satu dekade.
Pada pukul 10.00 WIB, Raja Abdullah II akan disambut upacara kenegaraan di Istana Bogor dengan penghormatan militer. Setelah itu, Presiden Prabowo dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral empat mata, diikuti pembicaraan tingkat delegasi yang membahas berbagai isu strategis mulai dari pertahanan, perdagangan, hingga situasi di Gaza.
Jejak Persahabatan Prabowo dan Raja Abdullah II
Hubungan personal Prabowo dan Raja Abdullah II tidak terbentuk dalam semalam. Keduanya memiliki latar belakang militer yang kuat: Prabowo sebagai mantan perwira tinggi TNI Angkatan Darat, sedangkan Raja Abdullah II merupakan alumnus Akademi Militer Kerajaan Sandhurst dan pernah bertugas sebagai pilot helikopter tempur.
Rekam jejak pertemuan keduanya dapat dirunut dalam linimasa berikut:
- 2010 — Prabowo, yang saat itu aktif sebagai tokoh politik dan ketua umum Gerindra, berkunjung ke Yordania dan diterima oleh Raja Abdullah II. Pertemuan tersebut menandai awal kedekatan personal yang kental dengan diskusi tentang geopolitik Timur Tengah.
- 2014 — Raja Abdullah II melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia dan bertemu Presiden Joko Widodo. Dalam kunjungan itu, Prabowo yang masih menjabat sebagai menteri pertahanan era sebelumnya (atau sebagai tokoh oposisi) juga sempat melakukan pertemuan informal dengan Raja, membahas isu terorisme lintas batas.
- 2019 — Prabowo, sebagai Menteri Pertahanan, melakukan kunjungan resmi ke Amman. Ia menandatangani nota kesepahaman kerja sama pertahanan, termasuk pelatihan pasukan khusus, pertukaran intelijen, dan penanggulangan terorisme. Dalam pertemuan tersebut, Raja Abdullah II menyatakan kekagumannya terhadap profesionalisme TNI.
- 2021 — Di tengah pandemi COVID-19, Prabowo kembali menghubungi Raja Abdullah II melalui sambungan telepon untuk membahas situasi keamanan di kawasan dan kemungkinan pengiriman bantuan kemanusiaan Indonesia ke Palestina melalui jalur Yordania.
- 2024 — Setelah Prabowo terpilih sebagai Presiden RI, Raja Abdullah II mengirimkan ucapan selamat secara personal, diikuti undangan resmi untuk berkunjung kembali ke Yordania.
Agenda Strategis di Istana Bogor
Kunjungan Raja Abdullah II kali ini tidak sekadar seremoni. Menurut keterangan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, agenda bilateral akan berfokus pada tiga pilar utama:
- Pertahanan dan keamanan: Evaluasi implementasi MoU 2019, pelatihan pasukan pengamanan presiden, serta kemungkinan pembelian alat utama sistem senjata (alutsista) dari Yordania yang dikenal dengan kendaraan lapis baja dan persenjataan ringan berkualitas.
- Perdagangan dan investasi: Peningkatan volume perdagangan bilateral yang saat ini mencapai US$ 450 juta per tahun, dengan potensi ekspor pupuk fosfat Yordania ke Indonesia dan produk tekstil serta kelapa sawit dari Indonesia.
- Isu Palestina: Sebagai sesama negara dengan mayoritas Muslim dan pendukung kemerdekaan Palestina, Indonesia dan Yordania akan menegaskan kembali dukungan mereka terhadap solusi dua negara. Raja Abdullah II, yang merupakan penjaga Tempat Suci di Yerusalem (Hashemite Custodianship), diharapkan dapat berbagi pandangan tentang perkembangan terkini.
“Hubungan Indonesia-Yordania bukan hanya hubungan diplomatik biasa. Ini adalah ikatan yang lahir dari rasa saling hormat, persahabatan personal, dan komitmen terhadap perdamaian dunia,” ujar pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Dr. Andi Widjajanto.
Momen yang Mempertegas Kemitraan Strategis
Bagi Presiden Prabowo, kunjungan ini menjadi yang pertama dari seorang kepala negara Timur Tengah setelah ia dilantik. Ini menandakan pengakuan diplomatik dan kepercayaan dari kerajaan Hashemite terhadap kepemimpinan baru Indonesia. Di sisi lain, Raja Abdullah II melihat Indonesia sebagai kekuatan Muslim moderat yang mampu menjembatani kepentingan global.
Raja Abdullah II dijadwalkan juga akan meresmikan Pusat Studi Indonesia-Yordania di Universitas Yordania, yang akan menjadi hub penelitian bersama di bidang energi terbarukan dan teknologi pertanian gurun—dua sektor yang sangat relevan bagi ketahanan pangan Indonesia di masa depan.
Selain itu, Raja akan memberikan kuliah umum di Universitas Indonesia tentang “Perdamaian dan Diplomasi di Tengah Konflik” yang dapat dihadiri oleh mahasiswa dan kalangan diplomatik.
Masyarakat Indonesia dapat menyaksikan momen bersejarah ini melalui siaran langsung televisi nasional. Kedekatan personal antara Prabowo dan Raja Abdullah II diharapkan mampu mempercepat realisasi berbagai proyek strategis yang selama ini tertunda.
[SOCIAL_TWEET]: Raja Yordania Abdullah II berkunjung ke Indonesia hari ini, perkuat hubungan bersejarah dengan Presiden Prabowo. Pertemuan bahas pertahanan, perdagangan, dan isu Palestina. #Prabowo #RajaAbdullahII #IndonesiaYordania[SOCIAL_TG]: 🤝 Raja Abdullah II tiba di Indonesia! Kunjungan kenegaraan pertama dari Timur Tengah di era Prabowo, bahas pertahanan dan Palestina. #Prabowo #RajaYordania
Comments (0)