warkini.
Travel

Pramono Anung Dukung 29 Pelajar Jakarta Ikuti Pembekalan Bela Negara

Langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam membentuk karakter generasi muda menuai perhatian publik. Sebanyak 29 siswa sekolah terpilih asal Jakarta res

Pramono Anung Dukung 29 Pelajar Jakarta Ikuti Pembekalan Bela Negara

Langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam membentuk karakter generasi muda menuai perhatian publik. Sebanyak 29 siswa sekolah terpilih asal Jakarta resmi diberangkatkan untuk menjalani program Pembekalan Bela Negara Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) 2026. Menanggapi kebijakan pengiriman siswa ke barak pelatihan militer tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan respons positif dan menilai program ini membawa dampak baik bagi kedisiplinan pelajar.

Pramono menegaskan bahwa pembekalan bela negara bukan semata-mata pelatihan fisik ala militer, melainkan wadah strategis untuk menanamkan rasa cinta tanah air, kepemimpinan, dan ketahanan mental di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

"Program ini sangat baik untuk membangun karakter, mental, dan kedisiplinan anak-anak kita. Mereka tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mempraktikkan langsung nilai-nilai kebangsaan dan kekompakan," ujar Pramono saat memberikan keterangan di Jakarta.

Kronologi dan Alur Program Bela Negara Siswa Jakarta

Program pembekalan kadet ini dirancang melalui serangkaian tahapan terukur guna memastikan para peserta mendapatkan bimbingan yang tepat, aman, serta berkelanjutan. Berikut adalah alur pelaksanaan program tersebut:

  1. Proses Seleksi Ketat: Sebanyak 29 siswa disaring dari berbagai sekolah menengah di wilayah DKI Jakarta berdasarkan kriteria prestasi akademik, keaktifan organisasi, dan kesiapan fisik serta psikologis.
  2. Pemberangkatan ke Barak Pelatihan: Para peserta diberangkatkan menuju fasilitas pelatihan KKRI 2026 untuk mengikuti orientasi dan pembagian kompi latihan.
  3. Masa Pembekalan Intensif: Selama berada di fasilitas latihan, siswa menjalani kurikulum pembentukan karakter, wawasan kebangsaan, kepemimpinan lapangan, serta latihan baris-berbaris.
  4. Evaluasi dan Mentoring Pasca-Pelatihan: Usai menyelesaikan program, para kadet akan dipantau sebagai agen perubahan dan duta kedisiplinan di lingkungan sekolah masing-masing.

Fokus Utama Pembentukan Karakter Generasi Muda

Dinas Pendidikan DKI Jakarta bersama pihak penyelenggara memastikan bahwa seluruh kurikulum yang diberikan ramah anak dan menekankan aspek pedagogis. Pramono Anung menekankan sejumlah pilar utama yang menjadi target dari pelatihan bela negara ini, antara lain:

  • Kedisiplinan dan Manajemen Waktu: Membiasakan siswa hidup teratur, mandiri, dan menghargai waktu dalam kehidupan sehari-hari.
  • Wawasan Kebangsaan dan Integritas: Menanamkan pemahaman mendalam tentang Pancasila, UUD 1945, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Ketahanan Mental Menghadapi Krisis: Membentuk pribadi yang tangguh, tidak mudah menyerah, dan memiliki empati sosial yang tinggi terhadap sesama.
  • Pencegahan Kenakalan Remaja: Menyalurkan energi generasi muda ke arah kegiatan positif guna menekan potensi tawuran serta perundungan di lingkungan sekolah.

Gubernur DKI Jakarta berharap para peserta dapat menjadi panutan bagi teman-teman sebayanya setelah kembali ke bangku sekolah formal. Pemprov DKI Jakarta juga berkomitmen untuk terus mengevaluasi efektivitas program ini agar dapat diperluas pada tahun-tahun mendatang dengan melibatkan lebih banyak perwakilan siswa dari berbagai latar belakang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rangga-pradana

Content Creator. Mengelola konten viral, podcast, dan video pendek.

Comments (0)

User