Pramono-Rano Hadiri Puncak HUT DKI Ke-499, Diiringi Alunan Tanjidor

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno menghadiri acara puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakart

Jul 07, 2026 - 23:36
0 0
Pramono-Rano Hadiri Puncak HUT DKI Ke-499, Diiringi Alunan Tanjidor

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno menghadiri acara puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2026) malam. Kedatangan pasangan pemimpin ibu kota ini disambut meriah oleh denting musik tanjidor yang mengalun khas Betawi, menandai kemeriahan yang telah dinantikan warga.

Berdasarkan laporan media kami di lokasi, rombongan Gubernur dan Wakil Gubernur tiba sekitar pukul 19.30 WIB. Begitu mereka keluar dari kendaraan, suara tanjidor langsung menggema. Para seniman berpakaian adat Betawi lengkap dengan alat musik tradisional—klarinet, piston, trombon, dan aneka perkusi—memainkan lagu-lagu daerah yang membangkitkan semangat perayaan. Sorot lampu warna-warni dari panggung utama dan dekorasi khas ulang tahun kota turut menambah semarak suasana. Di sepanjang jalan protokol yang ditutup khusus, ratusan warga yang sejak sore menanti berdesakan untuk menyambut langsung pemimpin mereka. Teriakan “Halo Pak Pram, Mas Rano!” serta tepuk tangan bergemuruh.

Antusiasme Warga dan Kurasi Budaya Betawi

Penantian panjang warga sejak siang hari terbayar dengan momen hangat ini. Warkini.com mengamati, banyak di antara mereka yang rela membawa alas duduk dan memesan tempat terbaik di sekitar Bundaran HI, bahkan ada yang mengaku “ngemper” atau tidur di area sekitar demi mengamankan posisi. Salah satu warga Jakarta Timur yang kami temui mengatakan, “Saya sengaja datang dari pagi, ingin lihat langsung Pak Pram dan Bang Rano. Ini kan momen langka, apalagi nanti Jakarta mau 500 tahun.”

Pemilihan tanjidor sebagai penyambut utama bukan sekadar hiburan latar. Musik orkes tradisional ini merupakan warisan budaya Betawi yang terus dihidupkan oleh sanggar-sanggar di ibu kota. Kedatangan Pramono dan Rano diiringi lagu “Jali-Jali” dan “Sirih Kuning” yang dimainkan dengan penuh energi. Instrumen gesek dan tiup yang serempak menyatu menciptakan suasana akrab sekaligus khidmat, seolah mengisahkan perjalanan panjang Jakarta dari masa silam menuju metropolita modern.

Dalam sambutannya di atas panggung utama, Pramono Anung menyampaikan rasa syukur atas perjalanan 499 tahun kota yang dipimpinnya. “Ini bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk merajut kembali kebersamaan seluruh warga Jakarta,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga identitas budaya di tengah derasnya arus modernisasi. Warkini.com mencatat pernyataan lengkapnya:

Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang telah bersama-sama merayakan ulang tahun kota kita tercinta. Tanjidor malam ini mengingatkan kita bahwa Jakarta kuat karena akar budayanya. Semoga ke depannya Jakarta semakin maju, nyaman, dan adil bagi semua.

Rano Karno yang duduk di sampingnya sesekali tersenyum dan melambaikan tangan ke arah kerumunan. Sebagai tokoh yang lama berkecimpung di dunia seni peran, ia terlihat akrab dengan irama tanjidor. Bahkan, di satu momen, ia sempat menggoyangkan bahu mengikuti ketukan, yang langsung disambut sorakan warga. “Bang Rano menari, Bang Rano menari!” pekik beberapa anak muda dari balik pagar pembatas.

Jelang Setengah Abad, Jakarta Siap Bertransformasi

Perayaan HUT ke-499 ini juga menjadi ajang menyampaikan rencana-rencana besar menjelang ulang tahun ke-500 pada 2027. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyusun serangkaian program strategis, mulai dari revitalisasi kawasan bersejarah, penambahan jalur hijau dan pedestrian, hingga pengembangan transportasi publik yang lebih terintegrasi. Bundaran HI sendiri akan menjadi titik sentral dari transformasi koridor Monas hingga Senayan, yang direncanakan menjadi ruang publik ramah pejalan kaki sekaligus pusat ekspresi budaya.

Panitia penyelenggara memberitahukan kepada media kami bahwa seluruh rangkaian acara puncak dijaga oleh ribuan petugas keamanan dan kebersihan. Mereka bekerja sejak pagi untuk mengurai kemacetan di sekitar Sudirman-Thamrin dan memastikan kenyamanan warga. Panggung hiburan utama di depan Hotel Indonesia Kempinski menampilkan kolaborasi musisi modern dan tradisional, menghadirkan deretan penyanyi ibu kota yang membawakan lagu bertema persatuan. Penampilan spesial dari Rano Karno yang dikenal piawai bernyanyi juga dinantikan sebagai penutup sebelum pesta kembang api pada tengah malam.

Dengan iringan tanjidor yang terus bergema dan jingga lampu kota yang mulai menyala, Bundaran HI berubah menjadi lautan manusia yang kompak merayakan hari jadi kotanya. Perayaan malam itu bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat bahwa Jakarta, di usianya yang hampir lima abad, tetap tegak berdiri sebagai rumah bagi jutaan mimpi dan warganya yang beraneka rupa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
wendy-anwar

Reporter Trending. Reporter fenomena internet dan konten viral.

Comments (0)

User