Pria Nyaris Tewas Diamuk Warga Saat Hendak Bobol Minimarket di Serang

Serang - Aksi percobaan pencurian dengan pemberatan di sebuah minimarket di wilayah Kampung Laes, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, nyaris berakhir tragis bagi salah satu pelaku. Seorang pria berini

Jul 06, 2026 - 13:26
0 1
Pria Nyaris Tewas Diamuk Warga Saat Hendak Bobol Minimarket di Serang

Serang - Aksi percobaan pencurian dengan pemberatan di sebuah minimarket di wilayah Kampung Laes, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, nyaris berakhir tragis bagi salah satu pelaku. Seorang pria berinisial KA (39) nyaris tewas dihakimi massa setelah aksinya membobol tembok toko diketahui oleh warga sekitar yang terbangun dari tidur pada dini hari tadi.

Peristiwa yang menggegerkan warga Kibin ini terjadi pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Berdasarkan laporan yang dihimpun tim Warkini.com di lapangan, pelaku KA tidak beroperasi seorang diri. Ia bersama empat orang rekannya yang identitasnya sudah dikantongi polisi kompak melancarkan aksi tersebut dengan memanfaatkan situasi jalanan yang lengang saat penduduk setempat terlelap.

Modus Operandi: Merusak Tembok Gudang

Alih-alih mencongkel pintu depan yang dilengkapi kunci pengaman ganda, kawanan ini memilih strategi "jalan belakang" yang lebih rawan menimbulkan kebisingan. Mereka menyasar bagian samping bangunan yang berbatasan langsung dengan area gudang. Dengan menggunakan berbagai peralatan pertukangan yang telah mereka siapkan—berupa pahat berukuran besar, obeng, serta linggis—para pelaku mencoba menjebol konstruksi dinding toko.

Mereka sebelumnya diyakini telah melakukan observasi lokasi untuk memastikan tidak adanya penjaga malam di sekitar minimarket tersebut. Rencana yang telah matang tersebut bertujuan agar mereka bisa leluasa masuk ke dalam gudang dan menguras barang-barang berharga.

Warga Terbangun dan Langsung Bertindak

"Saat asyik membobol tembok, warga sekitar yang mendengar suara mencurigakan langsung berhamburan keluar rumah. Melihat ada aksi pembobolan, mereka langsung emosi dan menghajar pelaku yang ada di lokasi," ujar Kapolsek Cikande, AKP Hendra Gunawan, saat dikonfirmasi media kami.

Suara berisik dari aktivitas melinggis dan memahat dinding menjadi petaka bagi kawanan ini. Warga yang bermukim di sekitar minimarket sontak terbangun dan keluar memeriksa sumber kebisingan. Mengetahui bahwa minimarket tengah menjadi sasaran maling, massa yang geram langsung bergerak cepat melakukan pengepungan.

Nyaris Tewas di Tangan Massa

Nahas bagi KA, ia tak sempat melarikan diri seperti keempat rekannya yang lebih sigap melesat meninggalkan lokasi begitu warga mulai berdatangan. Pria 39 tahun itu menjadi sasaran pelampiasan amarah warga yang sudah muak dengan aksi-aksi kriminalitas di lingkungan mereka. Hujan bogem mentah dan tendangan mendarat tanpa ampun di sekujur tubuhnya, membuat KA yang sudah babak belur terkapar tak berdaya di dekat tembok yang belum sepenuhnya berhasil ia jebol.

"Korban sempat kritis dihajar massa. Beruntung nyawanya masih bisa diselamatkan karena anggota kami tiba di lokasi saat massa masih membabi-buta," kata AKP Hendra.

Tim patroli Polsek Cikande yang mendapatkan laporan langsung meluncur ke perkara pidana (TKP). Kedatangan aparat kepolisian di tengah situasi yang memanas itu bagai oase di tengah gurun bagi KA. Polisi memberikan tindakan tegas-terukur untuk membubarkan massa yang mulai kehilangan kontrol, sembari segera mengevakuasi pelaku yang sudah dalam kondisi luka parah.

Empat Pelaku Masih Buron

Kendati berhasil mengamankan satu tersangka beserta barang bukti berupa alat-alat yang digunakan untuk merusak dinding, aparat Polsek Cikande kini tengah memburu sisa kawanan pencuri. Empat pelaku yang identitasnya telah dikantongi berhasil kabur dengan memanfaatkan gelapnya malam dan sempitnya gang-gang di perkampungan setempat.

Saat ini, KA masih menjalani perawatan medis di rumah sakit di bawah pengawalan ketat personel kepolisian. Rasa sakit akibat amukan massa tetap harus ia tanggung, dan begitu kondisi kesehatannya dinyatakan pulih, ia akan langsung menjalani proses hukum lebih lanjut di balik jeruji besi. Pihak kepolisian menghimbau warga untuk tetap tenang dan menyerahkan penanganan empat buronan tersebut kepada aparat penegak hukum agar tidak terjadi aksi main hakim sendiri susulan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
jovan-pratama

Editor Sosial Media. Editor tren TikTok, Instagram, dan X.

Comments (0)

User