Partai Tehreek-e-Insaf (PTI) Pakistan mengecam keras otoritas atas "kegagalan berkelanjutan" dalam menjalankan prosedur Computed Tomography Angiography (CTA) bagi pendiri partai sekaligus mantan Perdana Menteri Imran Khan yang kini ditahan. Partai tersebut mendesak agar pemeriksaan jantung itu segera dilakukan di Shifa International Hospital, Islamabad.
Desakan itu muncul setelah Imran Khan tidak dapat menjalani CTA yang direkomendasikan dokter saat menjalani kunjungan ke rumah sakit pekan ini. Prosedur tersebut penting untuk mendeteksi penyumbatan arteri koroner dan menilai risiko serangan jantung.
Kronologi Kunjungan ke Pims
Imran Khan dibawa ke Pakistan Institute of Medical Sciences (Pims) pada Jumat dini hari untuk menjalani prosedur mata dan sejumlah pemeriksaan diagnostik lainnya. Saat itulah dokter merekomendasikan CTA jantung, namun petugas rumah sakit menyebut fasilitas tersebut tidak tersedia.
Setelah menjalani pemeriksaan lain, Imran kemudian dipulangkan kembali ke Penjara Adiala. Dilaporkan, ia tidak menjalani CTA, sebuah prosedur yang membantu mengidentifikasi penyumbatan pembuluh darah koroner dan menilai risiko serangan jantung.
CTA vs Angiografi Konvensional
Sumber menyebutkan kepada Dawn bahwa fasilitas angiografi konvensional di Pusat Jantung Pims berbeda dengan CTA. Angiografi konvensional melibatkan pemasangan kateter ke dalam pembuluh darah, sementara CTA dilakukan menggunakan pemindai CT dan tidak memerlukan penusukan pembuluh darah vena.
Para dokter juga menyoroti bahwa pemindai CT 128-slice telah beroperasi di departemen radiologi Pims sejak Maret 2022 dan mampu melakukan pemeriksaan CTA. Prosedur ini umumnya dilakukan oleh ahli radiologi atas rekomendasi dokter klinis.
Seorang dokter senior menyatakan bahwa pasien seharusnya dirujuk ke departemen radiologi agar CTA dapat segera dilakukan, mengingat peralatan yang dibutuhkan sebenarnya sudah tersedia di Pims.
Komite Penyelidikan Dibentuk
Menanggapi laporan tersebut, Perdana Menteri Shehbaz Sharif pada Sabtu membentuk komite penyelidikan yang dipimpin oleh sekretaris divisi pembentukan (establishment division). Tugas komite ini adalah mengungkap fakta di lapangan dan menetapkan pihak yang bertanggung jawab atas gagalnya pemeriksaan tersebut.
Pada Minggu, Sekretaris Informasi PTI, Sheikh Waqas Akram, dalam pesan tertulis kepada Dawn menegaskan kembali tuntutan partainya agar Imran Khan dipindahkan ke Shifa International Hospital di Islamabad tanpa penundaan. Mahkamah Agung Pakistan sebelumnya juga telah merekomendasikan hal serupa.
Kekhawatiran Kesehatan Imran Khan
Kesehatan Imran Khan, yang lahir pada 5 Oktober 1952, telah lama menjadi perhatian publik dan para pendukungnya. Sejak ditahan, mantan kapten tim kriket nasional itu beberapa kali menjalani perawatan medis, dan setiap kendala akses layanan kesehatan selalu memicu gelombang protes dari kader partai.
Para ahli jantung menyebut CTA merupakan alat diagnostik penting untuk mendeteksi penyempitan atau penyumbatan arteri koroner. Prosedur non-invasif ini menghasilkan gambar detail pembuluh darah jantung dan membantu dokter menentukan langkah pengobatan selanjutnya.
Shifa International Hospital sendiri merupakan salah satu rumah sakit swasta terkemuka di Islamabad dengan fasilitas kardiologi lengkap. PTI menilai penanganan kesehatan pemimpinnya kerap dihambat dengan alasan prosedural, dan menegaskan bahwa hak atas layanan kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara, termasuk bagi tahanan.
- Imran Khan tidak menjalani CTA jantung yang direkomendasikan dokter saat berada di Pims pekan ini.
- Pims sebenarnya memiliki pemindai CT 128-slice yang beroperasi sejak Maret 2022.
- PM Shehbaz Sharif membentuk komite penyelidikan untuk mengusut kasus ini.
- PTI mendesak pemindahan Imran ke Shifa International Hospital sesuai rekomendasi Mahkamah Agung.
Hingga berita ini ditulis, pihak penjara maupun Kementerian Dalam Negeri Pakistan belum memberikan tanggapan resmi atas tuntutan PTI. Sementara itu, para pendukung Imran Khan terus menggelar aksi di sejumlah kota, menuntut transparansi penanganan kesehatan mantan perdana menteri yang kini berstatus tahanan.
[SOCIAL_TWEET]: PTI desak pemeriksaan CTA jantung Imran Khan segera dilakukan di Shifa International Hospital usai gagal dijalankan di Pims. #ImranKhan #PTI[SOCIAL_TG]: 🏥 PTI: CTA Imran Khan harus segera dilakukan di RS Shifa. Pims sebenarnya punya pemindai CT 128-slice sejak 2022, tapi pasien dipulangkan tanpa pemeriksaan jantung.
Comments (0)