Pulau Cingkuak Jadi Andalan Wisata Bahari Pesisir Selatan
Painan, Warkini.com – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, terus mematangkan potensi wisata bahari Pulau Cingkuak sebagai destinasi unggulan daerah. Berbagai upaya pembenahan dilak
Painan, Warkini.com – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, terus mematangkan potensi wisata bahari Pulau Cingkuak sebagai destinasi unggulan daerah. Berbagai upaya pembenahan dilakukan agar pengunjung dapat menikmati keindahan pulau kecil bersejarah ini dengan lebih nyaman dan aman. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penerapan tarif resmi penyeberangan dari daratan ke pulau yang dikelola oleh kelompok masyarakat setempat di bawah pengawasan Dinas Pariwisata. Langkah ini diyakini mampu menata layanan wisata yang sebelumnya berjalan secara swadaya tanpa standar yang jelas.
Tarif Penyeberangan Resmi Hadirkan Kenyamanan
Penetapan tarif resmi itu disambut positif oleh para pelaku wisata dan pengunjung. Selama ini, biaya penyeberangan sangat bergantung pada negosiasi langsung dengan pemilik perahu. Kini, dengan adanya harga yang terpampang di loket resmi, wisatawan tidak lagi khawatir akan praktik pungutan yang tidak transparan. Tarif untuk sekali perjalanan pulang-pergi ditetapkan sebesar Rp30.000 per orang, sementara penyewaan perahu khusus untuk rombongan dibanderol mulai dari Rp150.000. Dana yang terkumpul akan dialokasikan untuk perawatan dermaga apung, pembelian alat keselamatan seperti pelampung, serta pengembangan fasilitas di pulau.
Benteng Portugis dan Pesona Bawah Laut
Selain menawarkan pasir putih dan air laut yang jernih, Pulau Cingkuak juga menyimpan situs sejarah berupa reruntuhan Benteng Portugis abad ke-17. Situs ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang menyukai wisata sejarah sekaligus petualangan alam. Pulau seluas sekitar empat hektar ini juga dikelilingi terumbu karang dangkal yang cocok untuk snorkeling. Di hari libur, pulau ini bisa menampung hingga 300 pengunjung yang datang untuk berkemah, berenang, atau sekadar menikmati panorama Selat Painan.
“Kami ingin wisatawan yang datang ke Pulau Cingkuak merasa terlayani dengan baik. Tarif resmi ini bagian dari komitmen kami untuk menata destinasi agar lebih profesional dan berkelanjutan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Pesisir Selatan, Hendra Putra, saat meninjau lokasi, Kamis (5/2).
Menurut laporan media kami, pembenahan juga mencakup penambahan gazebo, tempat sampah terpusat, serta penerangan bertenaga surya yang akan dipasang secara bertahap sepanjang tahun ini. Dinas Pariwisata berharap, dengan tata kelola yang lebih baik, Pulau Cingkuak bisa menjadi model pengembangan wisata pulau kecil di pesisir barat Sumatera.
Dukungan Masyarakat dan Rencana ke Depan
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cingkuak Bahari turut dilibatkan dalam pengelolaan. Mereka tidak hanya mengelola transportasi, tetapi juga menjadi pemandu wisata dan penjaga kebersihan pulau. Ke depan, pemerintah berencana membangun pusat informasi wisata mini di dekat dermaga serta mengembangkan paket wisata edukasi sejarah yang menggandeng sekolah dan komunitas. Dengan kolaborasi ini, Pulau Cingkuak diharapkan tidak sekadar menjadi andalan wisata bahari, tetapi juga motor penggerak ekonomi masyarakat sekitar.
Comments (0)