Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Bengkak Jadi Rp 734 T, Setara 2,85% PDB
Proyeksi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026 menunjukkan angka yang lebih lebar dari rencana awal. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan perkiraan terkini ya
Proyeksi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026 menunjukkan angka yang lebih lebar dari rencana awal. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan perkiraan terkini yang menempatkan defisit pada posisi Rp 734,3 triliun hingga akhir tahun anggaran.
Angka tersebut setara dengan 2,85% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), melampaui target yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp 689,1 triliun atau 2,68% dari PDB. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Purbaya dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Selasa (7/7/2025).
"Outlook defisit APBN tercatat sebesar Rp 734,3 triliun dengan persentase sebesar 2,85% terhadap PDB. Dengan demikian outlook pembiayaan anggaran menjadi sebesar Rp 734,3 triliun," ujar Purbaya dalam forum tersebut, dikutip laporan media kami.
Tekanan Belanja dan Proyeksi Pendapatan
Meskipun outlook defisit terpantau melebar, Menteri Keuangan menegaskan optimismenya bahwa realisasi akhir masih dapat ditekan. Pelebaran defisit ini terutama dipicu oleh proyeksi belanja negara yang agresif hingga penghujung tahun.
Berdasarkan paparan yang disampaikan, belanja negara sampai akhir tahun diproyeksikan mencapai Rp 3.942,4 triliun. Realisasi ini setara dengan 102,6% dari pagu anggaran yang telah ditetapkan, menandakan adanya akselerasi penyerapan belanja yang melampaui batas atas.
Di sisi lain, pemerintah juga mengerek target pendapatan negara. Pendapatan negara diproyeksikan mampu mencapai Rp 3.208,1 triliun, atau sekitar 101,7% dari target awal. Meski pendapatan menunjukkan tren positif, laju pertumbuhannya belum cukup untuk mengimbangi percepatan belanja, sehingga menghasilkan selisih defisit yang lebih besar dari perencanaan semula.
Purbaya tidak merinci lebih jauh pos belanja mana yang menjadi pendorong utama lonjakan tersebut, namun data ini memberikan sinyal bahwa pemerintah tengah menggenjot realisasi program di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Optimisme penurunan defisit yang disampaikan Purbaya mengindikasikan adanya potensi penyesuaian atau optimalisasi di sisa tahun anggaran 2026 guna menjaga keseimbangan fiskal yang sehat.
Comments (0)