Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memamerkan capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61% dalam sebuah forum akademik di Nankai University, Tianjin, China. Di hadapan mulai dari rektor, wakil rektor, profesor, hingga ratusan mahasiswa, Purbaya meyakinkan audiens bahwa fundamental perekonomian nasional tengah dalam kondisi prima dan mampu bersaing di panggung global.
Menurut laporan media kami, acara yang berlangsung pada Minggu (21/6/2026) ini dihadiri langsung oleh Presiden Nankai University Chen Yulu, Wakil Rektor Eksekutif Chen Jun, Wakil Rektor Sheng Bin, serta akademisi terkemuka lainnya seperti Profesor Xingmin Li. Kehadiran para petinggi kampus ini menjadi penanda pentingnya dialog kebijakan ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok, dua negara yang hubungan dagang dan investasinya terus meningkat dalam satu dekade terakhir.
Fiskal Prudent Jadi Penopang Pertumbuhan
Dalam paparannya, Purbaya menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang solid tersebut tidak lepas dari tata kelola fiskal yang sangat sehat dan terukur. Ia menekankan bahwa defisit anggaran negara konsisten dijaga di bawah batas maksimal 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB), sesuai mandat Undang-Undang Keuangan Negara. “Pengelolaan fiskal yang prudent itu menjadi salah satu mesin penggerak utama. Ini membuat investor, baik domestik maupun asing, tetap percaya pada stabilitas makroekonomi Indonesia,” tegasnya seperti dilansir Warkini.com.
Lebih lanjut, Purbaya mengupas strategi pembangunan nasional yang berkelanjutan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. Ia menyoroti pentingnya hilirisasi industri, pengembangan sumber daya manusia, dan transformasi digital sebagai pilar-pilar pertumbuhan masa depan. Para peserta yang umumnya berasal dari fakultas ekonomi dan bisnis tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab, terutama saat membahas proyeksi kerja sama bilateral di sektor keuangan dan perdagangan.
Perkokoh Jembatan Akademik Dua Negara
Kehadiran Purbaya di kampus elite China itu bukan sekadar ajang pamer prestasi ekonomi. Momen ini dimaknai sebagai langkah strategis untuk mempererat pertukaran gagasan di level akademik. Purbaya berharap forum semacam ini mampu mendorong riset-riset kolaboratif antara kedua negara, yang pada akhirnya berkontribusi pada penguatan hubungan bilateral yang sudah terjalin erat.
“Kehormatan besar bagi saya untuk berada di Nankai University. Hari ini, dengan sukacita saya membagikan perspektif Indonesia mengenai kebijakan ekonomi, manajemen fiskal, serta pembangunan nasional yang berkelanjutan. Saya berharap dialog ini memperkuat pertukaran akademik, memperdalam pemahaman bersama, dan semakin meningkatkan persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok,” ujar Purbaya dalam keterangannya kepada Warkini.com.
Dengan capaian pertumbuhan 5,61% yang tetap resilien di tengah dinamika ekonomi dunia, Indonesia dinilai sejumlah analis sebagai salah satu titik terang di Asia Tenggara. Forum di Nankai University ini pun menjadi etalase yang tepat untuk membangun narasi positif tentang arah kebijakan dan potensi investasi di Tanah Air. Tim liputan Warkini.com masih terus memantau agenda kerja Menteri Keuangan di China yang dijadwalkan akan berlanjut ke sejumlah pertemuan bilateral lainnya dengan pemangku kepentingan ekonomi setempat.
Comments (0)