Putri Kelima Kenang Almarhum Temon sebagai Ayah Hebat dan Penuh Nasihat

Dunia lawak Indonesia kembali berduka. Komedian senior yang populer lewat grup legendaris Srimulat, Temon, meninggal dunia pada Minggu, 12 Juli 2026 pukul

Jul 12, 2026 - 19:50
0 0

Dunia lawak Indonesia kembali berduka. Komedian senior yang populer lewat grup legendaris Srimulat, Temon, meninggal dunia pada Minggu, 12 Juli 2026 pukul 09.15 WIB di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Kabar duka ini sontak menghentak rekan-rekan artis dan jutaan penggemar yang tumbuh bersama tawa khasnya. Namun, di balik panggung gemerlap dan candaan yang selalu mengundang gelak, tersimpan kisah seorang ayah yang begitu dihormati oleh putri kelimanya, Rambu.

Dalam suasana haru di rumah duka kawasan Sleman, Rambu menceritakan sisi lain sang ayah yang mungkin tak banyak diketahui publik. "Ayah itu bukan sekadar pelawak di atas panggung. Di rumah, beliau adalah guru kehidupan bagi kami, anak-anaknya. Setiap kali kami punya masalah, beliau selalu punya satu kalimat yang bikin hati tenang dan pikiran terbuka," kenang Rambu dengan mata berkaca-kaca. Bagi Rambu, almarhum adalah sosok yang hebat dan penuh nasihat—dua warisan yang akan terus hidup meski raga sang komedian telah tiada.

Kronologi Perjalanan Karier sang Legenda

Perjalanan Temon di dunia hiburan bukanlah instant. Sebelum menjadi ikon Srimulat, pria kelahiran Klaten, 5 Maret 1952 ini merintis karier dari bawah. Berikut tonggak penting perjalanan hidupnya:

  1. 1970-an: Temon muda bergabung dengan kelompok ketoprak keliling di Jawa Tengah. Di sinilah bakat melawaknya mulai terasah.
  2. 1982: Bergabung dengan Srimulat setelah diajak oleh almarhum Asmuni. Penampilan pertamanya langsung mencuri perhatian berkat timing komedi yang presisi dan ekspresi wajahnya yang khas.
  3. 1986–1995: Puncak popularitas Temon melalui program Srimulat di TVRI dan berbagai stasiun swasta. Karakternya yang lugu dan celetukan "Nggih, Mbah!" menjadi catchphrase nasional.
  4. 2000-an: Setelah vakum dari layar kaca, Temon tetap eksis di panggung-panggung hajatan dan menjadi mentor bagi komedian muda di kampung halamannya.
  5. 2024: Memutuskan pensiun total dari dunia hiburan karena kondisi kesehatan yang menurun. Meski demikian, ia masih aktif memberikan ceramah ringan di acara keluarga dan pengajian.

Sosok Ayah yang Tak Lekang oleh Waktu

Rambu mengungkapkan bahwa ayahnya adalah pribadi yang sangat pendiam di rumah—jauh dari imej "badut" di panggung. "Orang tahunya Bapak itu selalu lucu, tapi di rumah beliau adalah pendengar yang baik. Kami tidak pernah dimarahi dengan bentakan. Cukup satu tatapan mata, kami sudah paham bahwa ada yang perlu diperbaiki," jelasnya. Filosofi hidup Temon yang paling diingat sang putri adalah:

"Hidup itu seperti lawakan. Kadang kita lupa teks, kadang penontonnya tidak ketawa. Tapi jangan berhenti tampil, karena di situlah belajarnya."
Nasihat ini diberikan saat Rambu mengalami kegagalan pertamanya dalam bisnis kuliner. Alih-alih menghakimi, Temon justru mengajaknya duduk di teras rumah sambil menikmati wedang jahe dan menyampaikan kalimat tersebut.

Kronologi Kepergian Sang Komedian

Kepergian Temon terjadi begitu cepat. Berdasarkan keterangan keluarga, berikut rangkaian peristiwa sebelum ia berpulang:

  1. Sabtu, 11 Juli 2026 malam: Temon mengeluh lemas dan sesak napas usai salat Isya. Keluarga sempat memberikan pertolongan pertama dan berencana membawanya ke rumah sakit keesokan harinya jika kondisi belum membaik.
  2. Minggu, 12 Juli 2026 dini hari: Kondisi kian memburuk. Temon tak bisa tidur dan terus memegangi dada. Putra bungsunya langsung membawanya ke IGD RSUP Dr. Sardjito.
  3. Pukul 07.30 WIB: Tim dokter mendiagnosis serangan jantung akut. Temon langsung ditangani di ruang intensif.
  4. Pukul 09.15 WIB: Pihak rumah sakit menyatakan Temon telah tiada. Keluarga besar langsung berkumpul dan menahan kesedihan mendalam.

Menurut keterangan dokter, Temon memiliki riwayat hipertensi dan diabetes yang sudah diderita lebih dari satu dekade. Kondisi ini diperparah dengan kelelahan akibat aktivitas sosial yang masih ia jalani di masa pensiun.

Warisan Nasihat untuk Generasi Muda

Bagi rekan-rekan sejawatnya, Temon adalah guru sekaligus bapak. Pelawak senior Kirun, yang juga berasal dari Srimulat, mengaku banyak belajar tentang timing dan etika panggung dari almarhum. "Mas Temon itu detail. Dia selalu bilang, 'Banyolan iku ojo mung golek guyu, tapi yo kudu ninggal pesen.' Artinya, lawakan jangan cuma cari ketawa, tapi harus ninggali pesan. Itu yang selalu saya pegang," ujar Kirun saat ditemui di rumah duka.

Mendiang juga meninggalkan catatan penting tentang manajemen keuangan artis. Dari 12 anaknya, enam di antaranya berhasil meraih gelar sarjana berkat prinsip hemat dan investasi sederhana yang ditanamkan Temon sejak dini. "Bapak itu tidak pernah tergiur hidup mewah. Rumah kami sederhana, tapi isinya penuh cinta," tambah Rambu. Ia juga menyebut bahwa ayahnya selalu mewajibkan anak-anaknya menabung 20% dari setiap penghasilan—sebuah pelajaran yang kini diwariskan ke cucu-cucunya.

Penghormatan Terakhir dari Berbagai Kalangan

Jenazah Temon dimakamkan sore harinya di Pemakaman Keluarga Sewugunung, Klaten. Ratusan pelayat dari berbagai daerah membanjiri lokasi. Karangan bunga duka dari tokoh politik, artis, hingga komunitas seniman tradisional berjejer di sepanjang jalan menuju makam. Di media sosial, tagar #SelamatJalanTemon dan #LegendaSrimulat menjadi trending topic sepanjang hari, menandakan betapa besar pengaruh almarhum dalam membentuk lanskap humor Indonesia.

Rambu, dalam sambutannya di depan para pelayat, menutup dengan kalimat yang menggugah: "Ayah mungkin sudah tiada, tapi nasihat-nasihatnya akan kami jadikan kompas dalam menjalani sisa hidup. Kami bangga menjadi anak-anakmu, Pak." Suara isak tangis mengiringi setiap katanya. Indonesia kehilangan salah satu mutiara tawa, namun ajaran hidupnya akan terus bergema.

[SOCIAL_TWEET]: Komedian senior Temon meninggal dunia pagi ini. Putri kelimanya, Rambu, ungkap kenangan: "Ayah itu guru kehidupan." Selamat jalan legenda tawa Indonesia. #Temon #Srimulat #LegendaKomedi[SOCIAL_TG]: 😢 Kabar Duka: Komedian Temon Berpulang. Putrinya: "Ayah itu hebat dan penuh nasihat." Selamat jalan, legenda. 🌹

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User