Sebuah sorotan baru menyelimuti panggung politik Kota Solo. Di tengah pusaran tugas

Dari Ruang Keluarga ke Ruang Kebijakan Nama Astrid Widayani tak bisa dilepaskan dari akar keluarga yang kental dengan semangat pendidikan. Lahir dan besar

Jul 12, 2026 - 21:52
0 0
Sebuah sorotan baru menyelimuti panggung politik Kota Solo. Di tengah pusaran tugas

Dari Ruang Keluarga ke Ruang Kebijakan

Nama Astrid Widayani tak bisa dilepaskan dari akar keluarga yang kental dengan semangat pendidikan. Lahir dan besar di lingkungan yang menjunjung tinggi etos kerja, Astrid menempuh pendidikan dasar dan menengah di Solo sebelum merantau ke Yogyakarta. Ia meraih gelar sarjana dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada—sebuah kampus yang kelak menjadi saksi bagaimana naluri kepemimpinannya mulai terbentuk. Tak berhenti di situ, ia melanjutkan studi magister di University of Melbourne, Australia, mendalami kebijakan publik dan tata kelola pemerintahan. Pulang ke Indonesia, Astrid sempat berkarier di sektor swasta, namun panggilan untuk turun langsung membenahi kota kelahirannya ternyata jauh lebih kuat daripada gemerlap korporasi.

Karier Politik di PSI: Menyemai Idealisme Anak Muda

Langkah politik Astrid dimulai ketika ia bergabung dengan PSI, partai yang dikenal membawa napas baru dalam perpolitikan Indonesia. Kiprahnya cepat menanjak. Pada tahun 2019, ia dipercaya memimpin DPD PSI Kota Solo. Di bawah komandonya, partai berlambang mawar itu merangkul segmen pemilih muda dan perempuan, mengampanyekan transparansi serta anti-korupsi. “Kami ingin membuktikan bahwa politik bukan sekadar rebutan kursi, melainkan panggung untuk menyampaikan gagasan segar yang membumi,” ujar Astrid dalam sebuah diskusi publik yang digelar di salah satu kafe di kawasan Manahan, beberapa waktu lalu.

“Politik itu bukan sekadar rebutan kursi, melainkan panggung untuk menyampaikan gagasan segar yang membumi.”

Pernyataan itu bukan isapan jempol. Astrid konsisten membawa PSI Solo menjadi salah satu kekuatan alternatif yang merepresentasikan aspirasi kaum muda yang kerap merasa terpinggirkan dalam narasi politik arus utama.

Jalan Menuju Balai Kota

Puncak dari perjalanan politiknya hadir dalam Pilkada Kota Solo 2024. Berpasangan dengan Respati Ardi sebagai calon Wali Kota, Astrid maju sebagai calon Wakil Wali Kota nomor urut 1. Duet ini mengusung visi “Solo Maju Berkelanjutan”, menyasar revitalisasi ekonomi kerakyatan, digitalisasi pelayanan publik, dan tata kota yang inklusif. Setelah melalui serangkaian debat sengit dan perhitungan suara, pasangan ini berhasil memenangkan kontestasi dengan perolehan suara meyakinkan. Pelantikan yang digelar di Pendapi Gede Balaikota Solo menjadi momen haru bagi Astrid, sekaligus menandai lembaran baru bagi kepemimpinan perempuan di kota yang dikenal sebagai kota budaya itu.

Tantangan Peran Ganda

Kini, Astrid Widayani harus menjalankan dua peran strategis secara bersamaan: sebagai Wakil Wali Kota yang bertanggung jawab atas kesejahteraan warga Solo, dan sebagai Ketua DPD PSI Solo yang mengelola mesin partai. Situasi ini memunculkan diskursus tentang potensi konflik kepentingan dan pembagian waktu. Namun, Astrid menanggapi dengan optimisme. “Saya melihatnya sebagai sinergi, bukan beban. Kebijakan yang saya hasilkan di eksekutif bisa langsung dikomunikasikan dengan basis akar rumput partai. Begitu pun sebaliknya, aspirasi kader bisa menjadi input konkret bagi program pemerintah,” paparnya saat ditemui di sela rapat koordinasi pembangunan.

Langkah ini, meski penuh risiko, diakui oleh pengamat politik sebagai eksperimen menarik yang bisa menguji sejauh mana seorang pemimpin mampu menjaga independensi sekaligus memperkuat basis dukungan politik.

Visi dan Misi untuk Solo

Dalam kapasitasnya sebagai wakil kepala daerah, Astrid menaruh perhatian besar pada isu pemberdayaan perempuan dan UMKM. Ia menggagas program “Kartini Solo” yang menyasar pelatihan keterampilan digital bagi ibu-ibu rumah tangga, serta program “Solo Berdaya” yang memberikan akses pemodalan ringan bagi pelaku usaha mikro. Di bidang tata kota, ia mendorong penataan ulang koridor bisnis di sekitar Pasar Gede dan Ngarsopuro agar lebih ramah pejalan kaki dan wisatawan.

“Kami ingin Solo tidak hanya indah secara fisik, tapi juga hangat secara sosial dan inklusif bagi semua warganya,” ucap Astrid dalam sebuah sesi temu warga di Kelurahan Baluwarti.

Dengan kombinasi pengalaman birokratis dan militansi partai, Astrid Widayani kini berdiri di persimpangan jalan yang menuntut ketangkasan luar biasa. Masyarakat Solo menanti: akankah peran ganda ini melahirkan inovasi tata kelola, atau justru menjadi bumerang yang mengaburkan netralitas? Waktulah yang akan menjawab.

[TAGS]: Astrid Widayani, Wakil Wali Kota Solo, PSI, Respati Ardi, Pilkada Solo [SOCIAL_TWEET]: Astrid Widayani kini tidak hanya menjadi Wakil Wali Kota Solo, tapi juga tetap memimpin DPD PSI. Bagaimana ia menaklukkan tantangan peran ganda? Simak profil lengkapnya di sini. #Solo #PSI #AstridWidayani [SOCIAL_FB]: Perempuan 42 tahun ini tengah jadi sorotan. Astrid Widayani, Wakil Wali Kota Solo yang juga Ketua DPD PSI, berbagi cerita tentang visi, misi, dan tantangan peran gandanya membangun Kota Bengawan. [SOCIAL_TG]: Astrid Widayani, dari ruang diskusi kafe hingga balai kota. Kini ia menjabat Wakil Wali Kota Solo sekaligus Ketua DPD PSI. Bagaimana ia membagi waktu? Baca profil eksklusif di kanal Warkini. [SOCIAL_THREADS]: Astrid Widayani bukan sekadar wakil wali kota. Di balik blazer rapatnya, ia masih menggenggam kendali sebagai Ketua DPD PSI Solo. Dua topi, satu misi: Solo yang lebih inklusif dan berdaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User