Said Iqbal Temui Purbaya, Usul Pajak JHT Nol Persen

Bestie, dunia perburuhan lagi panas-panasnya nih! Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Said Iqbal, langsung tancap gas menemui Menteri Keuanga

Jul 08, 2026 - 20:44
0 0

Bestie, dunia perburuhan lagi panas-panasnya nih! Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Said Iqbal, langsung tancap gas menemui Menteri Keuangan Sri Mulyani "Purbaya" Indrawati. Misi utamanya? Bawa aspirasi jutaan pekerja agar pajak penghasilan atas Jaminan Hari Tua (JHT) dipangkas sampai nol persen. Yes, kamu nggak salah baca — zero, nihil, kosong! Gerakan ini muncul setelah gelombang protes yang makin kenceng, terutama dari kalangan buruh yang merasa kebijakan ini mencekik tabungan masa tua mereka.

Kronologi: Dari Petisi Digital ke Meja Menkeu

Buat kamu yang kudet, ini timeline singkat gimana aspirasi buruh akhirnya sampai ke ruangan penting di Kemenkeu. Let's spill the tea!

  1. Awal Mula Gegeran – Isu pajak progresif JHT yang dianggap "tidak berperikemanusiaan" oleh buruh Jawa Barat viral di kalangan serikat pekerja. Potongan pajak yang meningkat seiring besaran saldo JHT dinilai merugikan pekerja yang sudah susah payah menabung.
  2. Said Iqbal Manuver – Sebagai penasihat khusus presiden, Said Iqbal langsung menyerap aspirasi ini dan menginisiasi pertemuan resmi dengan Menkeu. Pertemuan ini juga sekaligus membawa usulan tambahan soal THR (Tunjangan Hari Raya) agar lebih melindungi pekerja.
  3. Pertemuan di Kemenkeu – Dalam siaran pers resmi Kemenkeu, Menkeu Purbaya menerima langsung Said Iqbal. Poin utama yang dibahas: skema perpajakan JHT yang dinilai memberatkan, dan usulan penghapusan total pajak atas dana pensiun itu.
  4. DPR Ikut Buka Suara – Anggota DPR Netty Prasetiyani juga mendesak pemerintah meninjau ulang aturan pajak progresif JHT. Menurutnya, aturan ini kontradiktif dengan semangat melindungi kesejahteraan pekerja di masa tua.

Apa Sih Pajak JHT Itu dan Kenapa Bikin Gaduh?

Jadi gini guys, JHT adalah program tabungan pensiun buat pekerja formal yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan. Nah, saat dana itu dicairkan, kena potongan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21. Yang bikin emosi: semakin besar saldo JHT-mu, semakin besar pula persentase pajaknya. Buruh berargumen, ini tabungan masa depan yang dipotong gaji setiap bulan, bukan bonus. Makanya, usulan pajak JHT nol persen dianggap sebagai kemenangan logika: jangan pajak dua kali, dong!

Langkah Said Iqbal ini langsung disambut riuh rendah di media. Dari Kompas.com hingga ANTARA News Jambi berlomba-lomba melaporkan detail pertemuan yang berlangsung intens ini. Publik pun sampai bertanya-tanya: emang seberapa dampak usulan ini kalau sampai direalisasi?

Reaksi Publik & Next Episode

Tentu aja, timeline medsos langsung rame. Ada yang optimistis: "Akhirnya ada harapan, hidup buruh!" Tapi ada juga yang skeptis: "Cuma wacana lebaran doang nih, guys?" Yang jelas, Menteri Keuangan belum memberikan keputusan final, hanya menyatakan akan membahas aturan ini lebih lanjut. So, ini jadi cliffhanger yang bikin kita semua penasaran.

Ngomongin soal "pajak masa depan", gimana perasaanmu, Gen Z dan Millennial? Apakah menurut kalian tabungan JHT memang seharusnya bebas pajak, atau cukup direvisi aja aturannya? Drop your hot take di komen, ya! Dan ikutan dulu polling kecil kita: "Apakah Kamu Setuju Pajak JHT Jadi 0%?" — langsung tap emoji 🔥 buat SETUJU atau 💸 buat TETAP ADA PAJAK KECIL.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User