Saking Dahsyatnya, Banjir Besar Ini Bikin Hampir 2 Juta Orang Mati
China pernah dilanda banjir besar yang menyebabkan dampak kelaparan hebat. Berdasarkan penelusuran Warkini.com dari arsip laporan resmi National Flood Relief Commission yang dirilis pada 1933, tercat
China pernah dilanda banjir besar yang menyebabkan dampak kelaparan hebat. Berdasarkan penelusuran Warkini.com dari arsip laporan resmi National Flood Relief Commission yang dirilis pada 1933, tercatat hampir 2 juta orang tewas akibat banjir dahsyat yang terjadi pada tahun 1931. Bencana ini dikenang sebagai salah satu tragedi kemanusiaan paling mematikan sepanjang sejarah modern, menggabungkan keganasan alam dengan rapuhnya sistem ketahanan pangan saat itu.
Dari total korban tewas, sekitar 140 ribu orang dipastikan meninggal karena tenggelam saat air bah melanda. Ratusan ribu lainnya kehilangan nyawa secara perlahan akibat kelaparan dan penyakit yang menghantui setelah banjir surut. Banjir besar ini menerjang wilayah China tengah dan timur, terutama di sepanjang lembah Sungai Yangtze dan Sungai Huai. Provinsi-provinsi yang paling parah terdampak meliputi Hubei, Nanjing, Jiangsu, Anhui, dan Henan—kawasan yang menjadi lumbung pangan negara tersebut. Tingginya curah hujan ekstrem serta meluapnya sungai-sungai utama membuat air menggenangi permukiman dan lahan pertanian selama berbulan-bulan.
“Hampir 2 juta orang meninggal dunia, sebagian besar karena tenggelam atau penyakit dan kelaparan yang muncul pascabanjir,” demikian bunyi ringkasan laporan komisi nasional penanggulangan banjir.
Bencana ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga meluluhlantakkan sektor pertanian. Ratusan ribu hektar sawah dan ladang terendam sepenuhnya, menyebabkan gagal panen massal yang memperparah krisis kelaparan. Rantai pasokan pangan terputus total, harga-harga melonjak diluar kendali, dan penyakit menular seperti kolera serta tifus menyebar cepat di antara para pengungsi yang bertahan di tempat penampungan darurat. Banjir 1931 di China menjadi pengingat betapa dahsyatnya dampak ketika infrastruktur pengendali air dan sistem tanggap darurat belum memadai. Berdasarkan catatan para sejarawan, tragedi ini mendorong reformasi besar-besaran dalam pengelolaan sungai dan memicu pengembangan sistem peringatan dini modern di China, agar bencana serupa tidak terulang dengan skala yang sama.
Comments (0)