Sebulan Banjir Rob Rendam Permukiman, Warga Tunggulsari Pati Gatal-gatal
Pati – Banjir rob yang melanda Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, sudah berlangsung selama sebulan penuh. Ratusan rumah warga terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 20 hing
Pati – Banjir rob yang melanda Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, sudah berlangsung selama sebulan penuh. Ratusan rumah warga terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 20 hingga 40 sentimeter. Berdasarkan pantauan Warkini.com, Selasa (23/6/2026), genangan tak kunjung surut dan mulai menimbulkan masalah kesehatan seperti gatal-gatal pada kulit warga.
Sedikitnya 150 kepala keluarga (KK) di RT 01 dan 02 menjadi korban banjir rob yang terjadi akibat pasang laut tinggi dan penurunan tanah. Aktivitas ekonomi warga yang mayoritas nelayan dan petani garam juga lumpuh karena jalan desa dan pekarangan rumah terendam air asin. “Airnya dari laut, jadi asin, bikin gatal. Anak-anak saya sudah pada gatal-gatal semua,” ujar Suti, seorang ibu rumah tangga.
Keluhan Warga dan Kesehatan
Suparno (60), warga RT 01, mengaku gelisah dan sulit tidur. Genangan rob yang terus-menerus membuatnya khawatir terhadap kesehatan keluarga. Ia berharap pemerintah segera memberikan solusi.
“Airnya kayak gini susah juga, kalau bisa pemerintah mengutamakan lah, agar warga tidak gelisah, mau tidur tidak bisa,” kata Suparno saat ditemui di kediamannya, Senin (22/6).
Munculnya ruam, gatal, dan iritasi kulit menjadi keluhan umum warga. Air rob yang bercampur lumpur dan kotoran memicu infeksi kulit apabila terus-menerus terpapar. Salah satu warga mengaku harus membeli salep anti-gatal setiap hari untuk mengurangi rasa gatal yang dialami keluarganya.
Upaya Penanganan dan Harapan
Pemerintah Desa Tunggulsari telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Pati untuk menyedot air dan membangun tanggul darurat. Namun, upaya itu belum mampu mengatasi genangan secara total. “Kami sudah surati BPBD, tapi perlu solusi jangka panjang seperti tanggul atau sistem polder. Kalau tidak, setiap musim rob begini lagi,” kata perangkat desa setempat.
Warga berharap pemerintah kabupaten turun tangan lebih serius. Mereka menginginkan pembangunan tanggul laut atau normalisasi saluran drainase agar air rob bisa surut dan tidak menggenang berminggu-minggu. “Kami butuh kepastian, masak tiap tahun seperti ini,” timpal Suparno.
Hingga berita ini diturunkan, genangan masih bertahan di permukiman. Dinas Kesehatan diharapkan segera membuka posko kesehatan untuk menangani keluhan gatal-gatal warga dan mencegah penyakit kulit lebih lanjut.
Comments (0)