Selat Hormuz Ditutup Iran Lagi, Jerman Salahkan Trump

Berlin - Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius secara terbuka menyalahkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran. Pernyataan keras ini disampaikan dal

Jul 06, 2026 - 14:12
0 1
Selat Hormuz Ditutup Iran Lagi, Jerman Salahkan Trump

Berlin - Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius secara terbuka menyalahkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran. Pernyataan keras ini disampaikan dalam wawancara dengan stasiun televisi ARD, yang dilaporkan oleh AFP pada Senin (22/6/2026). Pistorius menegaskan bahwa kebijakan Trump-lah yang memicu eskalasi hingga membuat jalur pelayaran vital itu tersumbat.

Sumber Konflik dan Seruan Pembukaan

Menurut Pistorius, sumbat di leher botol Selat Hormuz pada akhirnya didorong masuk oleh Donald Trump, bukan oleh pihak Jerman atau Eropa. Meski demikian, ia menekankan bahwa Eropa, khususnya Jerman, memiliki kepentingan besar untuk segera membuka kembali jalur tersebut karena dampaknya terhadap pasokan energi global.

"Pada akhirnya, sumbat di leher botol Selat Hormuz didorong masuk oleh Donald Trump, bukan oleh kami, tetapi kami memiliki kepentingan untuk membukanya kembali," ujar Pistorius.

Selat Hormuz diblokir secara efektif sejak perang yang berkecamuk pada 28 Februari, dipicu oleh serangan skala besar AS dan Israel terhadap Iran. Penutupan ini mengancam kelancaran pengiriman minyak dan gas dunia, mengingat selat tersebut merupakan salah satu choke point paling krusial dalam perdagangan energi global.

Reaksi Internasional dan Dampak Selanjutnya

Pemerintah Jerman melalui pernyataan Pistorius menunjukkan sikap yang semakin vokal terhadap kebijakan luar negeri Trump. Kritik ini menambah panjang daftar negara yang menilai agresi militer AS dan Israel sebagai pemicu instabilitas kawasan. Warkini.com mencatat, sejak blokade Selat Hormuz, harga minyak mentah melonjak tajam dan kekhawatiran resesi global meningkat.

Para analis energi memperkirakan jalur ini menampung sekitar sepertiga perdagangan minyak dunia, sehingga pembukaan kembali selat menjadi prioritas utama bagi banyak negara. Pistorius menyerukan upaya diplomatik segera untuk mencabut blokade dan mengembalikan stabilitas. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda Iran akan membuka kembali selat tersebut tanpa kesepakatan gencatan senjata atau pencabutan sanksi.

Perang yang meletus pada akhir Februari lalu telah menelan ribuan korban jiwa dan menghancurkan infrastruktur vital. Sementara itu, upaya mediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa masih menemui jalan buntu. Pernyataan Jerman ini dapat menjadi katalis bagi negara Eropa lain untuk bersuara lebih keras terhadap kebijakan AS dan mendorong resolusi damai. Media kami akan terus memantau perkembangan situasi di kawasan Teluk dan dampaknya terhadap ekonomi global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rangga-pradana

Reporter Lifestyle. Reporter kuliner, travel, dan gaya hidup.

Comments (0)

User