Sumedang — MASL Adakan Silaturahmi Adat Lintas Daerah di Dayeuh Luhur
POV: Kamu lagi healing ke daerah Sumedang yang adem, cari spot Instagramable sambil ngopi, eh malah nyasar ke Dayeuh Luhur. Di sana, vibes-nya bukan cuma a
POV: Kamu lagi healing ke daerah Sumedang yang adem, cari spot Instagramable sambil ngopi, eh malah nyasar ke Dayeuh Luhur. Di sana, vibes-nya bukan cuma alam yang bikin fresh, tapi juga hangatnya silaturahmi adat yang bikin kamu auto mewek karena kearifan lokalnya dapet banget. Sabtu (4/7/2027) lalu, Majelis Adat Sumedang Larang (MASL) menggelar acara kumpul bareng yang bukan sekadar temu kangen, tapi juga intellectual sharing soal sejarah dan kekayaan Nusantara. Acara ini literally jadi melting pot budaya karena dihadiri warga adat dari berbagai penjuru: Bogor, Sukabumi, Bandung, hingga para sesepuh lokal dan kuncen Makam Keramat Prabu Geusan Ulun.
Ngobrol Santuy di Saung Gajebo, Buka Pintu Sejarah Leluhur
Lokasinya di Saung Gajebo, Kompleks Makam Keramat Prabu Geusan Ulun? Duh, siapa sangka tempat yang biasanya sunyi dan sakral itu berubah jadi ruang diskusi yang hidup. Bayangin, di bawah atap saung tradisional, anak-anak muda dan sesepuh duduk lesehan, ngobrolin gimana caranya biar kekayaan budaya Nusantara nggak cuma jadi pajangan di museum. Dari mulai mistisnya sejarah Sumedang Larang, filosofi di balik tiap batu dan pohon di kompleks makam, sampai gimana generasi milenial bisa ikut nguri-nguri tanpa terkesan “zaman old”. Diskusi makin seru waktu Pak Tri, sebagai narasumber, membeberkan data dan cerita soal potensi kearifan lokal yang sebenarnya bisa jadi ladang cuan kalau dikemas kekinian. Peserta? Antusias pol. Ada yang nyatet, ada yang record buat konten TikTok, ada pula yang langsung nanya, “Lalu gimana caranya biar kita nggak kehilangan akar di tengah gempuran budaya asing?” Pertanyaan yang relatable banget kan?"Kami ingin Majelis Adat Sumedang Larang menjadi jembatan. Temu hari ini bukan hanya soal sejarah, tapi juga tentang bagaimana kita menjaga kekayaan Nusantara bersama-sama. Dari Sumedang untuk Indonesia," ujar Susane Febriaty, S.H., Ketua MASL, dengan penuh semangat.
Comments (0)