São Tomé Adakan Pemilu Presiden, Ghana Pamer Poster Film Langka
Benua Afrika kembali menjadi sorotan dunia pekan ini melalui dua berita penting yang datang dari dua negara kecil di pesisir barat dan teluk Guinea. Di São
Benua Afrika kembali menjadi sorotan dunia pekan ini melalui dua berita penting yang datang dari dua negara kecil di pesisir barat dan teluk Guinea. Di São Tomé and Príncipe, sekitar 142.000 warga terdaftar siap memberikan suara mereka untuk memilih presiden baru dalam pemilu yang digelar pada Minggu (19/7). Sementara itu, di Ghana, sebuah tradisi seni lukis tangan untuk poster film yang nyaris punah justru mendapat pengakuan baru sebagai bentuk karya seni yang layak dikoleksi oleh para penggemar di seluruh dunia.
Dua cerita ini, meski berlangsung di negara dan konteks yang sangat berbeda, sama-sama menampilkan keunikan Afrika yang jarang diliput oleh media internasional. São Tomé sedang menguji kredibilitas demokrasinya sebagai salah satu negara dengan populasi terkecil di benua tersebut, sementara Ghana tengah berupaya melestarikan warisan budaya visual yang lahir dari industri perfilman lokal yang sangat khas.
São Tomé Memilih Pemimpin Baru di Tengah Ketegangan Politik
Pemilu presiden São Tomé and Príncipe tahun ini berlangsung dalam suasana yang cukup tegang. Presiden petahana Carlos Vila Nova, yang sebelumnya berasal dari partai politik tertentu, kini maju sebagai calon independen untuk争取 masa jabatan kedua. Ia harus berhadapan dengan calon-calon dari mantan partainya sendiri yang berusaha mengembalikan pengaruh politik di negara kepulauan tersebut.
Menurut Komisi Pemilihan Umum Nasional São Tomé, sekitar 142.000 orang terdaftar sebagai pemilih dalam pemilu kali ini. Angka tersebut cukup signifikan mengingat total populasi negara kepulauan ini hanya sekitar 230.000 jiwa. Sekitar 15 persen dari total pemilih terdaftar tinggal di luar negeri sebagai bagian dari diaspora yang tersebar di berbagai negara.
"Pemilu ini menjadi ujian penting bagi kredibilitas demokrasi São Tomé. Dengan mayoritas pemilih yang tinggal di luar negeri, proses pemungutan suara harus memastikan setiap suara dihitung dengan transparan dan tanpa kecurangan."
Sebagai salah satu negara dengan populasi terkecil di Afrika, São Tomé and Príncipe sering dianggap sebagai laboratorium demokrasi di kawasan tersebut. Meski kecil, negara ini memiliki sejarah politik yang cukup dinamis dengan beberapa kali pergantian kekuasaan melalui pemilu damai sejak kemerdekaannya pada tahun 1975.
Ghana dan Tradisi Poster Film Penuh Fantasi
Di sisi lain benua Afrika, Ghana menyimpan tradisi seni visual yang unik dan kini mulai diakui sebagai karya seni kolektibel bernilai tinggi. Di pemukiman Teshie, dekat Accra, seorang seniman bernama Jeaurs Affutu yang lebih dikenal dengan nama Heavy J tengah menyelesaikan sebuah poster film. Namun poster yang ia buat ini bukanlah poster pada umumnya.
Heavy J sedang melukis poster untuk film animasi "The Little Mermaid" atau Si Putri Duyung. Akan tetapi yang muncul di kanvasnya jauh berbeda dari cerita aslinya. Ia menambahkan darah pada pisau yang dipegang oleh pangeran Eric yang seharusnya digambarkan sebagai sosok yang baik hati, dan menggambar tengkorak di bagian atas kanvas—elemen yang sama sekali tidak ada dalam film aslinya.
"Kami menambahkan lebih banyak elemen untuk membuat orang tertarik. Poster harus menjual cerita, bukan sekadar menggambarkan isi film secara akurat," ujar Heavy J menjelaskan filosofi kerjanya kepada awak media.
Tradisi melukis poster film secara tangan ini sudah berlangsung sejak dekade 1980-an di Ghana. Kala itu, industri perfilman Nigeria dan Ghana—yang dikenal dengan sebutan Nollywood dan Ghallywood—tidak memiliki sumber daya untuk mencetak poster berkualitas tinggi. Para seniman lokal pun mengambil alih tugas tersebut, melukis poster dengan cat minyak di atas karung tepung atau kanvas sederhana yang mudah didapat.
Dari Karung Tepung Menuju Galeri Seni Internasional
Yang membuat poster-poster Ghana ini istimewa adalah pendekatan artistiknya yang sangat bebas dan penuh imajinasi. Para seniman tidak berusaha meniru adegan film secara akurat, melainkan menciptakan interpretasi mereka sendiri yang sering kali lebih dramatis, lebih mengerikan, atau lebih romantis daripada film aslinya.
Pendekatan ini kadang menimbulkan konsekuensi yang tidak terduga. Menurut sejumlah laporan, beberapa penonton pernah merasa tertipu oleh poster yang tidak sesuai dengan isi film. Bahkan, ada kasus di mana penonton melampiaskan kekecewaan mereka dengan menyerang para seniman poster secara langsung di depan bioskop.
"Kami tidak berbohong. Kami hanya menyajikan film dengan cara yang lebih menarik," kata salah satu seniman poster veteran Ghana yang tidak ingin disebutkan namanya. "Jika poster menunjukkan tengkorak dan darah, mungkin itu cara kami mengatakan bahwa film ini memiliki adegan yang cukup intens untuk ditonton."
Seni Populer yang Mulai Diakui Dunia
Dalam beberapa tahun terakhir, poster-poster film Ghana ini mulai menarik perhatian koleksi seni internasional. Galeri-galeri di Eropa dan Amerika Serikat kini展出 karya-karya dari seniman seperti Heavy J, mengakui bahwa poster-poster tersebut merupakan bentuk seni rakyat yang unik dan autentik dari benua Afrika.
Pengakuan ini datang di saat yang tepat, mengingat jumlah seniman poster tradisional Ghana terus menurun dari tahun ke tahun. Banyak yang telah meninggal dunia atau beralih profesi karena permintaan yang semakin berkurang dengan maraknya pencetakan poster digital yang lebih murah dan cepat.
Sementara itu, São Tomé and Príncipe juga mencatatkan momen bersejarah lainnya dengan pelaksanaan pemilu yang relatif damai dan tertib. Hasil pemilu akan diumumkan dalam beberapa hari setelah pemungutan suara, dan akan menjadi indikator penting bagi stabilitas politik kawasan pesisir barat Afrika tersebut.
Pelajaran Berharga dari Dua Negeri Kecil Afrika
Dari São Tomé hingga Ghana, benua Afrika menunjukkan bahwa cerita-cerita penting tidak selalu datang dari negara-negara besar dan terkenal. Demokrasi yang berjalan di negara kepulauan kecil dan tradisi seni yang bertahan di pemukiman padat Accra sama-sama menunjukkan ketahanan budaya dan politik yang layak mendapat perhatian dunia internasional.
Di tengah arus globalisasi yang sering kali mengancam identitas lokal, kedua cerita ini menjadi pengingat bahwa keunikan dan tradisi memiliki nilai yang tidak ternilai harganya. São Tomé membuktikan bahwa ukuran kecil bukan halangan untuk menjalankan proses demokrasi yang kredibel, sementara Ghana menunjukkan bahwa seni rakyat bisa menembus batas-batas pengakuan internasional jika mendapat kesempatan yang tepat.
[SOCIAL_TWEET]: São Tomé gelar pemilu presiden dengan 142.000 pemilih terdaftar, sementara Ghana pamer tradisi lukis poster film yang jadi seni kolektibel internasional. Dua cerita Afrika yang memukau dunia![SOCIAL_TG]: 🌍 AFRIKA WEEKLY: São Tomé adakan pemilu presiden, Ghana pamer seni poster film tradisional yang jadi buruan kolektor dunia. Dua cerita inspiratif dari benua Afrika! #Afrika #SãoTomé #Ghana
Comments (0)