warkini.
Viral

Tangis dan Doa Iringi Perpisahan Terakhir Ayatollah Ali Khamenei di Teheran

Teheran, laporan Warkini.com – Suasana duka mendalam menyelimuti Teheran saat ribuan pelayat berkumpul untuk mengantarkan perjalanan terakhir Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada S

Tangis dan Doa Iringi Perpisahan Terakhir Ayatollah Ali Khamenei di Teheran

Teheran, laporan Warkini.com – Suasana duka mendalam menyelimuti Teheran saat ribuan pelayat berkumpul untuk mengantarkan perjalanan terakhir Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Selasa (15/4). Prosesi pemakaman yang penuh khidmat ini diwarnai tangis dan lantunan doa dari masyarakat yang merasa kehilangan figur sentral dalam pemerintahan dan keagamaan Iran selama lebih dari tiga dekade.

Jenazah Khamenei dibawa dari Universitas Teheran menuju Masjid Imam Khomeini dalam iring-iringan kendaraan militer dan diiringi ribuan peziarah berpakaian hitam. Sepanjang rute, warga melambaikan bendera Iran dan foto sang Ayatollah, sementara pengeras suara mengumandangkan ayat-ayat suci Alquran. Banyak di antara pelayat tak kuasa menahan air mata saat jasad pemimpin spiritual itu melintas.

Kesaksian Para Pelayat

"Beliau adalah bapak bangsa, pelindung revolusi. Kepergiannya meninggalkan lubang yang sulit diisi," ujar Reza, seorang pekerja pabrik berusia 48 tahun yang datang bersama keluarganya, kepada tim liputan Warkini.com di lokasi. "Kami datang untuk memberikan penghormatan terakhir, mendoakan agar amal ibadahnya diterima di sisi Allah."

Di sepanjang jalan menuju masjid, kelompok-kelompok pemuda membentuk rantai manusia sambil membawa spanduk bertuliskan "Kami Setia pada Jalanmu". Suasana haru semakin terasa ketika iring-iringan melewati kawasan pasar tua Teheran, tempat Khamenei sering singgah saat masih muda untuk berdialog dengan pedagang kecil. Mereka menaburkan bunga dan air mawar, tradisi penghormatan khas Persia.

Prosesi Kenegaraan dan Duka Internasional

Prosesi ini juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk presiden, ketua parlemen, dan komandan Garda Revolusi. Delegasi asing dari negara-negara sekutu, seperti Suriah, Irak, dan kelompok perlawanan Palestina, turut memberikan penghormatan. Pemerintah Iran mengumumkan masa berkabung nasional selama lima hari.

Ayatollah Khamenei wafat pada usia 86 tahun setelah menjalani perawatan intensif akibat gangguan pernapasan akut. Ia memimpin Iran sejak 1989, melanjutkan tongkat estafet dari Ayatollah Ruhollah Khomeini. Selama kepemimpinannya, Iran menghadapi berbagai tantangan termasuk sanksi internasional, perang proksi di kawasan, dan dinamika politik dalam negeri.

Rencananya, jenazah dikebumikan di kompleks Mausoleum Imam Khomeini, di samping makam pendiri Republik Islam tersebut. Upacara pemakaman kenegaraan ini akan dilanjutkan dengan pembacaan wasiat dan penunjukan pemimpin baru oleh Majelis Ahli dalam waktu dekat.

Pantauan media kami di lapangan menunjukkan pengamanan ketat diberlakukan di seluruh ibu kota. Ribuan personel keamanan dan relawan Basij dikerahkan untuk mengatur lalu lintas dan mencegah insiden. Meski begitu, prosesi berlangsung relatif damai dan tertib, mencerminkan penghormatan mendalam rakyat Iran terhadap mendiang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kimberly-sutanto

Reporter Hiburan. Meliput film, musik, dan selebriti Indonesia.

Comments (0)

User