Telkom Pangkas Puluhan Anak Usaha, dari 60 Tersisa di Bawah 20 Unit
Jakarta, Warkini.com – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk tengah menjalankan aksi perampingan bisnis secara besar-besaran. Langkah ini merupakan bagian dari agenda transformasi perusahaan yang diama
Jakarta, Warkini.com – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk tengah menjalankan aksi perampingan bisnis secara besar-besaran. Langkah ini merupakan bagian dari agenda transformasi perusahaan yang diamanatkan langsung oleh pemegang saham pengendali, BPI Danantara. Telkom berencana memangkas jumlah anak usaha dari yang semula lebih dari 60 perusahaan menjadi kurang dari 20 unit saja.
Rencana restrukturisasi portofolio ini diungkapkan oleh Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR pada Rabu (24/6/2026). Menurut Dian, kebijakan streamlining tersebut didorong oleh kebutuhan untuk mengembalikan fokus Telkom pada segmen bisnis yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi dan selaras dengan spesialisasi inti perusahaan di bidang telekomunikasi.
Mandat Danantara: Sederhanakan Portofolio yang Tumpang Tindih
Dian menjelaskan bahwa selama ini struktur bisnis Telkom melalui puluhan anak usahanya dinilai terlalu gemuk dan banyak terjadi tumpang tindih. Hal itu menyebabkan kurang efisiennya alokasi sumber daya serta tidak tajamnya fokus pengembangan layanan telekomunikasi, digital, dan infrastruktur. Atas dasar itu, BPI Danantara selaku pemegang saham memberikan arahan tegas agar Telkom segera merampingkan lini bisnisnya.
“Streamlining ini juga merupakan mandat dari Danantara sebagai shareholder kami, di mana kami harus menyederhanakan portfolio bisnis yang sekarang tumpang tindih dan merampingkan jumlah anak perusahaan yang sekarang lebih dari 60 anak perusahaan menjadi di bawah 20 anak perusahaan,” ujar Dian di hadapan anggota dewan.
Dalam proses perampingan tersebut, Dian menyebut manajemen akan menggabungkan, melepas, atau menutup anak usaha yang tidak lagi sejalan dengan peta jalan bisnis Telkom ke depan. Unit-unit yang memiliki kontribusi marjinal atau beroperasi di luar ekosistem telekomunikasi akan menjadi prioritas evaluasi. Telkom ingin memastikan setiap entitas yang tetap berada di bawah naungan perseroan mampu memberikan nilai tambah signifikan, baik dari sisi pendapatan maupun sinergi teknologi.
Transformasi Menuju Spesialisasi Telekomunikasi
Langkah pemangkasan anak usaha ini menjadi salah satu pilar utama dalam strategi transformasi Telkom menuju perusahaan telekomunikasi digital kelas dunia. Dengan portofolio yang lebih ramping, perseroan berharap dapat menggenjot investasi di sektor jaringan tetap dan seluler, layanan data center, cloud, serta pengembangan Internet of Things (IoT). Seluruh upaya ini diproyeksikan memperkuat daya saing Telkom di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
Saat ini, Telkom memiliki lebih dari 60 anak perusahaan yang tersebar di berbagai lini, termasuk menara telekomunikasi, konten digital, layanan pembayaran, hingga properti. Namun, dengan kembali ke core business, manajemen menargetkan jumlah entitas tersisa di bawah 20 unit dalam beberapa waktu ke depan. Proses merger dan akuisisi internal akan dipercepat agar tidak mengganggu operasional dan layanan kepada pelanggan.
Menurut catatan Warkini.com, sebelumnya Dewan Komisaris Telkom juga mendukung penuh arahan Danantara karena dinilai sejalan dengan rencana jangka panjang perusahaan yang tertuang dalam transformasi "Five Bold Moves". Dengan pengurangan jumlah anak usaha, diharapkan pengambilan keputusan korporasi menjadi lebih lincah, struktur biaya lebih efisien, dan Telkom dapat lebih responsif terhadap dinamika pasar telekomunikasi nasional maupun global.
Analis pasar menyambut positif rencana perampingan ini, menilai Telkom akan memiliki fundamental yang lebih kuat dan fokus untuk meningkatkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang. RDP dengan Komisi VI DPR pun mencatat dukungan legislatif agar proses ini berjalan transparan dan memberikan manfaat optimal bagi negara serta masyarakat.
Comments (0)