Rangkaian prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memasuki babak baru dengan tibanya peti jenazah di Irak. Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, peti jenazah mendiang tiba di Bandara Internasional Najaf pada Selasa (7/7) malam waktu setempat, sebelum dijadwalkan untuk diarak menuju Kota Suci Najaf yang menjadi pusat spiritual umat Syiah.
Kedatangan jenazah di Irak menjadi bagian penting dari perjalanan terakhir Khamenei, mengingat kedekatan historis dan keagamaan antara Iran dan kota suci tersebut. Najaf merupakan tempat dimakamkannya Imam Ali bin Abi Thalib, sosok sentral dalam tradisi Syiah, sehingga menjadi lokasi ziarah yang sangat dihormati oleh jutaan pemeluknya dari berbagai penjuru dunia.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, telah lebih dahulu mendarat di Irak untuk menghadiri upacara resmi yang digelar pemerintah setempat. Kehadirannya menandai penghormatan tingkat tinggi dari Teheran kepada Baghdad dalam momen duka ini. Rombongan presiden disambut oleh perwakilan pemerintah Irak sebelum bergabung dengan prosesi penyambutan peti jenazah di bandara.
Sejumlah pejabat senior Irak juga hadir di bandara untuk menyambut langsung peti jenazah. Perdana Menteri Irak, Ali al-Zaidi, memimpin jajaran pejabat dan politisi Irak yang memberikan penghormatan terakhir. Kehadiran para pemimpin Irak menunjukkan kuatnya ikatan bilateral sekaligus solidaritas kawasan di tengah kehilangan salah satu tokoh paling berpengaruh di Timur Tengah.
Dari pihak Iran, Komandan Esmail Qaani yang memimpin Pasukan Quds, divisi operasi luar negeri Garda Revolusi Iran, juga turut mendampingi prosesi tersebut. Qaani merupakan figur kunci dalam jaringan pengaruh Iran di kawasan, dan kehadirannya menegaskan dimensi strategis dari hubungan Teheran dengan kelompok-kelompok sekutu di Irak. Kehadiran komandan Pasukan Quds ini juga mencerminkan kedalaman hubungan keamanan dan militer antara kedua negara.
Prosesi Menuju Kota Suci Najaf
Setelah seremonial di bandara, peti jenazah Ali Khamenei akan diarak menuju Kota Suci Najaf di mana prosesi keagamaan dan penghormatan publik akan digelar. Diperkirakan ribuan pelayat dari berbagai kalangan, termasuk pejabat pemerintah, tokoh agama, dan warga biasa, akan memadati rute perarakan untuk memberikan penghormatan terakhir. Najaf kerap menjadi tujuan ziarah bagi para pemimpin dan peziarah Syiah dari seluruh dunia, sehingga pemakaman di kota ini memiliki makna simbolis yang mendalam bagi komunitas Syiah global.
Rangkaian upacara pemakaman Khamenei sebelumnya telah dimulai di Iran dengan partisipasi massif masyarakat. Kepergian pemimpin tertinggi kedua Republik Islam Iran itu meninggalkan kekosongan kepemimpinan spiritual dan politik yang akan mempengaruhi dinamika internal Iran sekaligus geopolitik kawasan secara luas. Para analis memperkirakan Dewan Ahli, lembaga yang bertugas memilih pemimpin tertinggi baru, akan segera bersidang untuk menentukan pengganti Khamenei di tengah situasi regional yang masih bergejolak.
Informasi lebih lanjut mengenai detail upacara dan rute perarakan di Irak masih terus dihimpun oleh tim media kami. Warkini.com akan terus menyajikan perkembangan terbaru seputar proses pemakaman dan dampaknya bagi Iran serta kawasan Timur Tengah.
Comments (0)