warkini.
Viral

Politik Tak Pernah Mengenal Pensiun

"Aku masih seperti yang dulu, masih orang kampung." Kalimat yang dilontarkan Joko Widodo di hadapan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Lampung itu terdengar sederhana, bahkan mungkin dianggap

Politik Tak Pernah Mengenal Pensiun
"Aku masih seperti yang dulu, masih orang kampung." Kalimat yang dilontarkan Joko Widodo di hadapan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Lampung itu terdengar sederhana, bahkan mungkin dianggap remeh oleh sebagian telinga. Sebagian lainnya mungkin spontan teringat pada penggalan lirik lagu lawas "Tak Ingin Sendiri" yang dipopulerkan Dian Piesesha pada era 1980-an. Namun, di panggung politik, sebentuk kalimat tak pernah benar-benar sekadar kalimat. Ia adalah sinyal, ia adalah pesan, dan kerap kali ia adalah manuver yang dikemas dalam senyuman. Pernyataan tersebut menandai dimulainya safari politik mantan presiden dua periode itu ke sejumlah daerah. Lampung dipilih sebagai titik awal. Setelah itu, ia dijadwalkan menyambangi Nusa Tenggara Timur dan Jawa Barat. Pilihan tiga daerah ini tidak tampak acak. Ketiganya memiliki jejak kuat pembangunan infrastruktur dan program strategis nasional selama satu dekade pemerintahan Jokowi. Ini bukan sekadar perjalanan nostalgia, melainkan upaya merawat ingatan kolektif publik terhadap warisan pembangunan yang pernah ia tinggalkan. Di Lampung, misalnya, berdiri megah proyek Bendungan Margatiga dan jalan tol Trans-Sumatera yang menjadi simbol konektivitas baru di Pulau Sumatera. Sementara Nusa Tenggara Timur menikmati lompatan akses air bersih dan irigasi melalui sejumlah bendungan, serta geliat pariwisata premium yang mulai terhubung dengan lebih baik. Adapun Jawa Barat menjadi saksi pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung serta pelbagai proyek padat karya yang menjadi andalan di periode kedua kepemimpinannya. Dengan berbekal basis massa PSI yang mulai mengakar, safari politik ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi tidak langsung bagi relawan dan loyalis yang masih menginginkan pengaruh politiknya tetap membumi. Dalam bahasa yang lebih blak-blakan, politik tak pernah mengenal kata pensiun. Meski secara formal ia telah melepaskan tampuk kekuasaan, panggung politik masih menyediakan ruang panjang bagi mereka yang mampu menjaga relevansi. Apakah ini sekadar silaturahmi seorang tokoh, atau bagian dari rancangan politik jangka panjang yang lebih besar? Hanya waktu yang bisa menjawab. Yang pasti, langkah kaki Jokowi hari ini menunjukkan bahwa panggung politik bukan soal jabatan, melainkan soal seberapa lama namamu tetap disebut di tengah percakapan rakyat. Sebagaimana dilaporkan oleh media kami, Warkini.com, pergerakan ini akan terus dikawal untuk melihat ke mana arah angin politik berhembus selanjutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bobby-hartono

Editor Lifestyle. Mantan editor majalah lifestyle. Fokus pada tren, gaya hidup urban, dan budaya pop.

Comments (0)

User