warkini.
Viral

Tiga Temuan Utama Peneliti UI dalam Evaluasi Program Ketahanan Pangan Kementerian Imipas

Peneliti dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI), Dr. Alfindra Primaldhi, memaparkan hasil rapid need assessment (RNA) yang mengidentifikasi kebutuhan peng

Tiga Temuan Utama Peneliti UI dalam Evaluasi Program Ketahanan Pangan Kementerian Imipas

Peneliti dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI), Dr. Alfindra Primaldhi, memaparkan hasil rapid need assessment (RNA) yang mengidentifikasi kebutuhan penguatan kapasitas teknis dalam program Kementerian Imipas untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Dalam forum diskusi kelompok terarah (FGD) yang digelar Kementerian Imipas, Selasa (23/6/2026), Alfindra mengungkapkan tiga temuan penting dari asesmen tersebut.

Penelitian dilakukan di 16 provinsi yang tersebar dari Indonesia bagian barat hingga timur. Tim peneliti melakukan wawancara di 16 lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan), serta 15 kantor imigrasi. Rapid assessment ini juga menjaring pandangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berada di sekitar unit pelaksana teknis (UPT) serta masyarakat umum.

"Tujuan survei ini tidak untuk menangkap keseluruhan yang ada, melainkan menangkap potret cepat," ujar Alfindra.

Asesmen ini berfokus pada lapas dan rutan dengan menyoroti beberapa aspek utama, antara lain produksi pangan, pembinaan warga binaan, Badan Amil dan Makanan (BAMA), lahan koperasi, dan kebutuhan pelatihan. Pemilihan lokasi wawancara dilakukan secara purposif bersama dengan pihak Kementerian Imipas untuk memastikan variasi geografis dan faktor-faktor lainnya.

Berdasarkan hasil assessment, terdapat tiga temuan utama yang menjadi perhatian. Pertama, kapasitas produksi pangan di lapas dan rutan masih dapat dioptimalkan melalui pemanfaatan lahan yang tersedia secara lebih maksimal. Kedua, program pembinaan warga binaan dan pengelolaan BAMA memerlukan penguatan agar lebih berdampak pada kemandirian pasca-pembebasan. Ketiga, pemanfaatan lahan koperasi dan pelatihan keterampilan perlu diselaraskan dengan kebutuhan pasar lokal, termasuk melibatkan UMKM di sekitar UPT agar tercipta ekosistem pangan yang berkelanjutan.

Dengan adanya potret cepat ini, diharapkan Kementerian Imipas dapat merumuskan langkah strategis untuk memperkuat kontribusi sektor pemasyarakatan dan keimigrasian dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Laporan lengkap mengenai hasil assessment ini dapat diakses melalui kanal resmi Warkini.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rangga-pradana

Content Creator. Mengelola konten viral, podcast, dan video pendek.

Comments (0)

User