Titik Api Kembali Menyala di TPA Jatiwaringin, Angin Kencang Perparah Upaya Pemadaman
Warkini.com, Tangerang – Upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, masih terus berlangsung pada Sabtu, 4 Juli 2026. Memasuki hari
Warkini.com, Tangerang – Upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, masih terus berlangsung pada Sabtu, 4 Juli 2026. Memasuki hari kelima operasi, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang dan petugas terkait belum sepenuhnya berhasil menjinakkan si jago merah. Api justru kembali terpantau menyala aktif di beberapa titik pada tumpukan sampah yang menggunung.
Kronologi Laporan dari Petugas TPA
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, posko pemantauan di Pos Mauk menerima informasi langsung dari petugas yang berjaga di lokasi TPA. Mereka melaporkan adanya penyalaan api baru atau flare-up yang muncul dari dalam tumpukan material sampah yang sebelumnya diduga sudah padam atau terkendali.
BPBD Kabupaten Tangerang dalam keterangan resminya kepada Warkini.com menyatakan, "Pos Mauk menerima laporan dari petugas TPA bahwa adanya penyalaan api yang berada di atas tumpukan sampah."
Fenomena ini menjadi salah satu tantangan terbesar dalam operasi pemadaman. Gas metana yang mudah terbakar seringkali terperangkap di dasar gunungan sampah dan dapat memicu api kembali menyala sewaktu-waktu, terutama saat material di bagian atas longsor atau bergeser dan membuka celah oksigen.
Angin Kencang Jadi Musuh Utama Tim Darat
Kendala paling signifikan yang dihadapi oleh tim pemadam pada hari kelima ini adalah faktor cuaca, khususnya embusan angin kencang yang terjadi secara sporadis di kawasan TPA. Angin tersebut tidak hanya mempercepat laju penjalaran api dari satu titik ke titik lainnya, tetapi juga menyulitkan personel dalam menyemprotkan air ke pusat api.
"Hari ini memasuki proses pemadaman hari ke-5, salah satu kendala dalam proses pemadaman adalah angin kencang. Embusan angin membuat api menjalar dengan cepat," lanjut pernyataan BPBD Kabupaten Tangerang kepada Warkini.com.
Menurut pemantauan di lapangan, tumpukan sampah yang mencapai ketinggian puluhan meter menciptakan efek cerobong alami. Ketika angin kencang bertiup, ia langsung mengipasi bara api di puncak tumpukan dan membawanya ke area tumpukan sampah kering di sekitarnya. Alhasil, titik api baru bermunculan meskipun sektor lain tengah diguyur air oleh armada pemadam kebakaran.
Strategi Pemadaman Diperketat
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, serta petugas kebersihan TPA saat ini menerapkan strategi pemadaman yang lebih agresif. Mereka membagi area menjadi beberapa sektor untuk mengisolasi titik api agar tidak semakin meluas. Armada tangki air terus didatangkan secara bergilir untuk memasok kebutuhan air, mengingat sumber air alami di sekitar lokasi cukup terbatas akibat musim kemarau panjang yang sedang melanda Tangerang.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berjibaku melakukan pendinginan dan pembasahan total di seluruh area terdampak. Meskipun titik api di permukaan kerap berhasil dipadamkan, asap putih pekat masih mengepul dari balik gunungan sampah, menandakan bahwa api bawah tanah atau "underground fire" masih aktif membara dan berpotensi kembali menjalar jika tidak segera diurai total menggunakan alat berat. Situasi di TPA Jatiwaringin masih dalam status penanganan darurat.
Comments (0)